Transit 8 Jam di Singapore

By Riffat Akhsan - August 01, 2023


bulan mei kemarin, saya dan Fatimah sempat transit di Singapore selama 8 jam dalam perjalanan dari Surabaya menuju Kuala Lumpur.



sengaja memang, karena saya cinta mati dengan negara ini. our second home




tujuan pertama kami adalah makan di Lau Pa Sat. bulir - bulir sugar cane dingin dan orange juice seharga 5 dollar terus membayang bersama dengan gurihnya Hainan Chicken Rice Halal. namun sebelum itu, mari keluar dari Raffles MRT Station dengan aman.    




bagi saya, Raffles MRT Station adalah stasiun MRT paling rumit setelah Dhoby Ghaut. karena banyaknya pintu keluar yang ia miliki. oleh karena itu, saya berdiri cukup lama di depan papan penunjuk informasi exit directory untuk memastikan saya tidak salah pintu keluar yang bisa membuat saya berputar sangat jauh.

 


Alhamdulillah, kami keluar dari pintu I dengan selamat tanpa tersesat. selanjutnya kami melewati koridor pencakar langit Singapore CBD hingga akhirnya sampai di Lau Pa Sat.



berjalan di area perkantoran yang menjadi jantung finansial Asia memungkinkan saya berpapasan dengan para eksekutif muda cerdas, mapan, berwajah oriental. wajah - wajah yang memancarkan aura bertahan dari kerasnya tekanan pekerjaan. 

yang somehow, sering membuat saya melihat cerminan diri saya.


saya selalu senang dengan area Singapore CBD ini. karena pemandangannya yang berbeda dengan hari - hari saya di Kota Bontang.

iya, Bontang tidak memiliki kawasan CBD dengan gedung - gedung pencakar langit.






***



Lau Pa Sat. bentuknya hingga detail ornamen strukturnya masih persis seperti ingatan saya. berikut hawa dan "panas" nya bangunan ini. tidak lupa, bentuk kipas anginnya yang saya yakin itu dibuat secara khusus. 




tapi ternyata stall sugar cane favorit saya yang berada tepat di tengah Lau Pa Sat sedang under construction. ya sudahlah, akhirnya saya beli di stall lain yang dekat dengan lokasi saya makan. 




saya makan tepat di depan Stall milik Chinese Mualaf asal Ipoh (Malaysia) yang menjual Hainan Chicken Rice halal. rasanya enak dan authentic. meski Hainan Chicken Rice Encik Tjiang Staff Canteen Changi Terminal 1 masih juara di hati saya. 








kelar makan, saya dan Fatimah rencana langsung ke area olympic walk nya MBS buat liat - liat Apple Store yang iconic itu.

namun, ternyata lagi - lagi saya salah membaca arah. sehingga kami tersasar dulu ke Shenton Way Terminal. 

Ya Allah....

beruntung, kemudian bus yang tepat membawa kami ke bus stop MBS (thanks to uncle driver yang kasih saya brosur bus no 133 dan 145 yang mana saya nobatkan sebagai trayek bus favorit saya.




ternyata "kesesatan" di Shenton Way membuat saya melewati gedung Capital Land dimana kantor idola saya, GIC berada.

tuhan memang maha baik.




Olympic walk di pelataran The Shoppes by Marina By Sands dipenuhi para turis yang tidak peduli panasnya singapura di jam 2 siang. saya, yang juga baru kali ini mengunjungi Bay Area sebelah sini (saya lebih suka daerah Fullerton Boat House dan Esplanade) cukup menikmati vibes yang cukup berbeda dibanding area Merlion Park. 






setelah kelar foto - foto di pelataran Art Science Museum, kami memutuskan take a bus aja buat mampir ke Bugis Street Market.

namun, ternyata sepertinya seluruh Singapura sedang berada di Bugis Street hari itu. akhirnya saya dan Fatimah memutuskan langsung balik ke Changi Airport via Bugis MRT Station.





Eunos, Kembangan, dan Tanah Merah. adalah tiga MRT Station di EW Line (Jalur Hijau) dengan pemandangan menarik karena letaknya yang "melayang", tidak seperti stasiun lain yang umumnya berada di bawah tanah.




tiba di Changi cukup awal dari rencana, ke mana lagi kita kalau tidak nongki cantik di Jewel. saya dan Fatimah memilih duduk - duduk di Shisheido Forest Valley yang ijo royo - royo nan full AC itu sembari melihat lihat HSBC Rain Vortex dan berbagai instalasi bertema Marvel Cinematic Universe yang menjadi tema kala waktu itu.







dalam perjalanan menuju gate pesawat yang akan membawa saya ke KLIA 2, saya mampir ke WHSmith dan menemukan buku bagus ini dengan harga 15 dollar saja. maklum, last stock sih kayaknya.



saya happy banget dengan waktu - waktu saya di Changi sampai akhirnya saya melihat flight crew dan cabin crew pesawat yang akan saya tumpangi bersiap masuk departure room bersama dengan tenggelamnya matahari di barat Singapura.

pertama kali melihat pemandangan Changi di malam hari, pertama kali pula menjalani penerbangan Singapura - Kuala Lumpur dimana pesawat terbang rendah menampilkan kemilau lampu sepanjang perjalanan. fix, saya ketagihan dengan pemandangan rute ini di malam hari.

perjalanan terasa sekejab ketika saya mendengar pengumuman dari kapten bahwa penerbangan saya akan mendarat di KLIA2.

selamat datang wahai toilet dengan bidet.

 all in all, saya sangat menikmati waktu transit saya di Singapura. makin fix harapan saya menjadikan Singapura pilihan pertama dan Kuala Lumpur untuk pilihan kedua transit hub untuk perjalanan jarak jauh saya keluar negeri.

sekian cerita saya, terima kasih sudah membaca. sampai ketemu di tulisan selanjutnya.





Bontang, 1 Agustus 2023




Faizah, - yang udah beli tiket berangkat ke Singapore tapi belum beli tiket pulang wkwkwk 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)