Merekapun Menjadi Bagian dari Malam-mu

by - February 09, 2013

malam, jarum jam berpindah dari angka 12 ke angka 1. hari telah berganti. apa yang kamu lakukan saat itu ? sebagian dari kamu sibuk follow up pasien, menjadi bagian dari hecticnya Instalasi Rawat Darurat, menangani pasien rewel di bangsal berisi selusin pasien, berkutat dengan seonggok daging dalam kegiatan operasi, membantu persalinan seorang ibu muda yang sebenarnya terlalu cepat untuk menjadi ibu, tertidur di atas meja dengan textbook menjadi bantalmu, berkutat dengan tugas yang dideadline besok, kebut semalam belajar untuk ujian besok hari,  sementara sebagian lain nya terbuai dalam buaian mimpi dalam rengkuhan istana yang dibangun orang tuamu atau dirimu sendiri, kelelahan dengan beban pekerjaan dan hidup yang semakin terasa sesak, terbaring pasrah di kamar rumah sakit dengan infus menancap di pembuluh darahmu, atau kamu yang sedang menikmati gemerlap malam sebuah kota besar dengan mobil mewahmu yang harga bisa mensejahterakan fakir miskin satu kampung, atau sedang bernegosiasi dengan jokimu untuk memenangkan balapan ? atau kamu yang lagi asyik dugem dengan rokok dan miras merek luar negeri menemanimu ? atau kamu yang sedang terbangun untuk bersujud pada-Nya dan memohon ampun atas kenaifan hidup ? masih banyak lagi berbagai macam kegiatan untuk mengisi malammu yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

tapi tahukah kamu dibalik tingginya apartemen, megahnya hotel, angkuhnya tower kantormu, silaunya lampu tempat clubbingmu, sunyinya kampusmu, dan damainya malammu ada mereka yang masih belum bisa memeluk malam dalam hangatnya selimut ? berjualan sayur dari jam 9 malam hingga matahari terbit hanya demi sesuap nasi dan penghidupan yang lebih baik, melawan dingin nya malam dengan menahan kantuk menunggu dagangan makanan yang tidak juga habis, menjaga keamanan perumahan mewah-mu agar tidak terjadi tindak kriminal ?

mereka, kamu, saya, dan dia, hanya memainkan satu peran dalam waktu yang sama, entah apakah keberuntungan menempatkan kamu pada skenario terbaik atau skenario pilu,

bersykurlah, kamu bukan lah manusia paling malang jika kamu mau membuka matamu akan hidup,

bersukurlah, ada lebih banyak hal yang bisa dilihat dengan mata hatimu ketimbang menutupnya dengan tangis manja atau ambisi yang tak berkesudahan,

bersukurlah, engkau terlahir dalam sebaik-baik peran,

bersyukurlah atas segala yang ditakdirkan untukmu, karena tuhan punya cara terbaik dalam memberi conclusion dari sebuh drama kehidupan..




Sabtu, 9 Februari 2013 01:03

Love,



Faizah R. Akhsan

You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.