Menjadi Semakin Bijak

by - September 27, 2013

di postingan kali ini, masih bercerita tentang kehidupan perkuliahan saya. masih dalam proses saya menguak hikmah kenapa tuhan menempatkan saya di kampus ini.


fyi aja, saya mengambil jam kuliah malam. sekitar habis maghrib sampai jam 9 atau 10 malam. setiap senin sampai jum'at. pingin beda aja, itu alasan saya. logika saya gini, kalo aku kuliah malam, sangat mungkin aku bertemu dengan orang-orang yang latar belakang pendidikan nya lebih beragam. yah, orang kan normalnya kuliah dari pagi sampai sore, kalo ada yang kuliah malam, pasti ada maksud tertentu.

guess what ? benar saja. teman teman saya beragam, mayoritas dari mereka adalah lulusan SMK bangunan dan sudah bekerja, jadi pagi sampai sore mereka kerja, malamnya lanjut kuliah. ada yang ambil kuliah malam karena paginya ngantuk, ada yang kuliah malam karena jenuh dengan rutinitas dari jaman SD yang selalu berangkat pagi,dll

dari segi umur juga beragam, saya punya teman sekelas seorang bapak anak 1, saya juga punya teman sekelas fresh graduate sarjana komputer. 

mereka semua (teman-teman saya) membuat mata saya lebih terbuka dalam melihat dunia. mereka, mengajarkan saya bahwa hidup itu tidak sesimpel yang ada di kepala anak lulus SMA (kuliah ,kerja, nikah, punya anak, hidup bahagia, mati masuk surga) 

mereka benar benar mengajarkan saya bahwa "hidup adalah perjuangan" itu 100% benar. mungkin saya hanyalah seorang anak manja yang (kebetulan) memiliki fasilitas cukup untuk pendidikan saya, sehingga saya tidak harus menyambi sembari kuliah.

saya sangat menaruh hormat kepada teman sekelas saya yang sudah menikah dan punya 1 anak, seandainya beliau mementingkan ego, tidak akan beliau berkumpul bersama saya dalam satu kelas.

seandainya teman teman saya yang sudah bekerja tidak memiliki semangat untuk terus menuntut ilmu, mungkin saya juga tidak akan bertemu mereka dalam satu kelas.

seandainya teman saya yang fresh graduate itu begitu stricht masalah senioritas, mungkin saya juga ga akan satu kelas sama dia.

teman teman saya di kelas malam ini membuat sebaris kata, yang lazim ditemui di institusi pendidikan lain. hanya menjadi suara cicit tak bergaung.

kata AROGANSI  

di kampus saya, sepertinya kami tidak mengenal apa itu arogansi. bukan maksud kami untuk tidak cinta almamater, tapi jauh dari itu. saya dan teman teman saya sepakat bahwa arogansi hanyalah noda yang mencemari esensi dari disiplin ilmu yang kita pelajari.

senioritas ? saya hanya bisa tertawa, saya lulusan SMA tahun 2012, teman saya rata-rata lulusan tahun 2013, namun ada beberapa teman kami yang lulusan tahun 2009, bahkan ada yang lulusan tahun 2003.

senioritas yang seperti apa yang bisa dibentuk dengan keadaan seperti itu ? 

at least, saya hanya bisa berucap Alhamdulillahi rabbil 'alamin. atas pilihan tuhan menempatkan saya berkuliah di sini, mengingat ketakutan saya akan dibentak-bentak senior, plonco,dll sangat mengganggu fisik saya. saya pernah sakit panas habis dibentak oleh salah satu kakak kelas saya waktu SMP kelas 1 dengan ketakutan yang sangat hebat. sampai sampai setiap beberapa menit, tiba tiba aja badan saya gemeteran parah dikarenakan trauma yang super hebat.

di akhir postingan ini, saya cuma bisa bilang "keputusan tuhan selalu indah, pahit atau manis penerimaan hambanya"


Surabaya, 27 September 2013
Best Regards,



Riffat Akhsan 



You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.