Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

by - September 25, 2013

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :)

yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok.

dan saya adalah bagian dari jurusan ini.

kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak.

keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.

 di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh.

bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya.

tapi ini harus saya jalani.

dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah bertemu dengan mata kuliah yang memakai ilmu biologi dan kimia sebagai dasarnya. semua muni berdasar dari matematika dan fisika.

sebagai seseorang yang sangat takut dengan pelajaran matematika dan fisika, teknik sipil bisa dibilang neraka.

tapi setelah menjalani perkuliahan, saya sadar bahwa AKHIRNYA SAYA BISA MENGATASI KETAKUTAN SAYA

oke, ini hal baru. mengingat saya adalah seseorang yang penakut.

semua orang pasti berusaha untuk menghindari, bahkan menolak jika hal baru datang ke hidup mereka. saya pun begitu.

tapi akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan, "seberapapun kita berusaha untuk menghindar bahkan menolak, hidup tidak pernah mau peduli apa yang kita rasakan"

saya mencoba berdamai dengan perbedaan, saya jalani semua kegiatan perkuliahan dengan optimis "ini pasti ada hikmahnya"

dan benar, saya menemukan lebih banyak lagi hal baru. diantaranya.

1. saya jadi lebih paham bagaimana seorang laki laki berpikir dalam proses pemecahan masalah. ini terlihat dari cara mereka (para cowok) menyelesaikan soal latihan, maupun ketika kita sedang berdiskusi. mungkin rumus sama, tapi eksekusinya sangat jauh berbeda antara cowok dan cewek.

2. saya jadi lebih arif dalam menilai profesi seseorang, siapa sih yang ga mau kerja di gedung tinggi. bawa mobil, tinggal di apartemen di daerah prestis atau tinggal di cluster dengan pengembang nasional ? semua mau, tapi hidup ga kasih itu untuk semua orang. tuhan sudah mengatur pembagian profesi di dunia ini dengan seadil adilnya. kuliah di jurusan ini membuat saya banyak terlibat dengan para tukang, kuli bangunan, pengangkut material,dll dari mereka lah saya benar benar sadar bahwa "Kerja Banting Tulang" itu memang benar benar ada

3. jurusan ini mengajarkan saya untuk jangan sampai sombong. teknik sipil = proyek. proyek=sikut-sikutan. seberapa pintar kamu, dari universitas sekaliber apapun kamu. kamu ga akan bisa unggul hanya dengan mengandalkan arogansi alamamater dan nilai IPK saja, yah simpel nya sih yang saya liat mereka yang lebih dekat dengan tuhan sih yang (biasanya) jalan karirnya (agak) mulus dalam dunia konstruksi ini. balik lagi ke prinsip "berapapun IPK mu, dari universitas sehebat apapun kamu, rezeki tetap tuhan yang atur"

apa lagi yah ? banyak sih sebenernya...

kapan kapan saya bahas lagi deh, kalo lanjut ntar takut kepanjangan postingan nya.


*PS: postingan ini tidak bermaksud untuk menyindir pihak manapun, ini murni refleksi pemikiran dan perasaan saya, seorang mahasiswa teknik sipil.

Surabaya, 25 September 2013
Cheers,


Riffat Akhsan





You May Also Like

38 comments

  1. kak gimana kalau seandainya aku pengen kuliah jurusan teknik sipil tapi matematika dan fisikaku tidak terlalu bisa dibilang bagus?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dijalani dulu.. pasti bisa, jangan minder duluan. :)) saya juga dulu begitu

      Delete
    2. oke siap kak. Thank you atas infonya

      Delete
  2. Kak, gimana caranya mgerjain tugas yang berat tepat waktu?

    ReplyDelete
  3. Kak... saya mau masuk sipil. Tp takut ga kuat. Gimana ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya jangan dipikir berat dulu. kalau kamu yakin mau serius di bidang sipil, maju aja. asal sungguh sungguh pasti lulus kok :)

      Delete
  4. Kak doain aku tahun depan masuk teknik sipil ya hihi

    ReplyDelete
  5. Kak kalau blh tau kuliah di mana ya? Saya maba tek.sipil di itats surabaya

    ReplyDelete
  6. Kak kalau blh tau kuliah di mana ya? Saya maba tek.sipil di itats surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya teknik sipil itats angkatan 2013 dek

      Delete
    2. Kak bisa minta nomor WA buat info ? , Atau IG nya hehehe .

      Delete
  7. Kak aku calon maba sipil salah satu ptn, tapi aku skrg lg ngerasa down sekali karna aku merasa aku tidak mumpuni di bidang fisika dan matematika. Ada saran untukku kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamu bisa mulai dengan memotivasi diri kamu tentang prospek teknik sipil di masa depan. jalani aja, ntar lama lama juga pasti semangat itu timbul kok. :*

      Delete
  8. Kak kalau nantinya saya ambil manajemen kontruksi, apa fisika dan matematika jg byk dipelajari?

    ReplyDelete
    Replies
    1. manajemen konstruksi tentang metode pelaksanaan, matematika fisika cuma dasar aja.

      Delete
    2. Itu termasuk penjurusan di sipil atau memang akan kita pelajari kak? Aku masih kurang ngerti soalnya hehe

      Delete
    3. iya, konsentrasi di teknik sipil itu ada 6 : penginderaan jauh, bangunan air, bangunan struktur, transportasi, geoteknik, sama manajemen konstruksi.

      Delete
    4. Kalo kakak dulu ambil yang mana? Maaf ya kak banyak tanya hehe

      Delete
    5. ambil manajemen konstruksi :))))

      Delete
    6. Kenapa kaka ambil itu? Apa aja yg dipelajarin kak? Hehe

      Delete
    7. karena manajemen konstruksi biasanya urusan sama semua pihak, nggak cuma sama satu section pekerjaan aja. kebanyakan anak manajemen konstruksi cita citanya pengen jadi manajer proyek

      Delete
    8. Oke kakk, makasih infonya semoga sukses selalu :)

      Delete
    9. amiin, senang bisa membantu :)

      Delete
  9. Kak saya kan maba di untar tehnik sipil, saya kan takut ketinggian, gimana tuh ka ? Pengaruh ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bales dong ka, rada minder gara2 takut ketinggian nih ka

      Delete
    2. Bales dong ka, rada minder gara2 takut ketinggian nih ka

      Delete
    3. takut ketinggian aku pikir nggak masalah selama kelas kamu nggak berada di lantai atas, kalau nanti kerja juga belum tentu kok kamu dapat di proyek gedung berlantai banyak :))

      Delete
    4. Thanks ka :) atas infonya semoga sukses aamiin

      Delete
    5. amiiin, senang bisa membantu :)

      Delete
  10. kakak sekarang lg kerja gimana? susah kak masuk sipil jd minder

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klik about me deh untuk tau lebih lengkap aku kerja dimana

      Sipil itu bisa dijalani, jadi aku pikir minder itu nggak perlu ;)

      Delete
  11. Kak, mau minta saran. aku suka banget matematika, fisika, dan menggambar. karena itu aku berpikir buat ngambil tekhnik sipil atau tehnik arsitektur, tapi jujur aja masih bingung karena aku gak mengenal keduanya. Tapi jujur, aku agak susah berbaur dengan laki-laki. Selama ini aku hanya akrab dengan temen perempuan. Bagaimana saran kakak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Hawa, teknik sipil dan arsitektur masih satu fakultas. dan dasar dari kedua jurusan ini juga sama, matematika fisika dan menggambar. kalau teknik sipil lebih banyak di matematika dan fisika, sementara arsitektur lebih banyak di menggambar. masalah susah berbaur dengan laki laki aku pikir nggak bakalan jadi halangan ya, aku dulu juga selama SMP dan SMA satu kelas cewek semua. lama lama jadi terbiasa dan nggak masalah tuh.

      semoga membantu menjawab kebingunganmu ya :)

      Delete
  12. Kak, kalau nggak bisa gambar kira2 masih bisa masuk teknik sipil?

    ReplyDelete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.