Persiapkan Masa Depanmu. Tak Usah Pedulikan Nantinya dengannya atau Bukan

by - October 23, 2013

banyak teman teman saya yang punya banyak Grand Plan untuk kuliah, bekerja, dan akhirnya menikah dengan siapa.

mungkin pembaca juga ada yang setype dengan teman-teman saya ini.



itu semua ga salah, tapi ga sepenuhnya bisa dibenarkan. karena (biasanya) motivator utama atas pencapaian karier adalah karena "aku akan menikah dengan pacarku".

ya manusia memang suka mendahului takdir, iya kalo jodoh ? kalo putus sebelum ijab kabul ? biasanya karier langsung drop kayak kehilangan nyawa.

 wajar kalo kita berharap dan berdo'a ingin menikah dengan "dia". tapi ketika itu menjadi motivator utama, guys, it's really high risk.

terus gue harus gimana dong fat ? ini biasanya respon temen saya di tengah curhatannya..

hmm i just can say.... PLEASE CHANGE YOUR MINDSET. dia boleh menjadi bagian dari masa depanmu, tapi masa depanmu adalah tanggung jawabmu sendiri. kamu ga bisa salah-salahin dia kalo masa depanmu hancur, karena pada dasarnya dia ga bertanggung jawab atas masa depanmu.

so, tata ulang perjalanan karier mu dengan mindset "masa depanku adalah milikku sendiri, tuhan akan tuntun aku menuju dia yang tepat"

dengan begitu, saya yakin kamu akan menjadi lebih stabil, apapaun kondisi emosi yang kamu alami, karena "dia" bukan poros motivasimu, dan kamu juga akan lebih mudah untuk mengatasi gejolak itu.

pada waktunya nanti, tuhan akan tunjukkan siapa yang tepat, pacarmu yang sekarang, atau orang lain yang lebih baik.

Persiapkan masa depanmu, tak usah pedulikan nantinya dengannya atau bukan

be independent, whoever beside you now


Surabaya, 23 Oktober 2013
Hope You Get Enlightment,



Riffat Akhsan


PS : tulisan ini saya tujukan khusus untuk salah satu rekan saya yang lagi patah hati di bulan oktober, this is my advice bro :)  stand up, you have a great people around you that always support you whatever will be :)

You May Also Like

4 comments

  1. wah setuju nih, banyak diantara teman saya jg sering memikirkan rencena kaya gitu,
    nice advice! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. vika : iya, kalo mulus sih gapapa. kalo putus di tengah jalan itu loh yang sering bikin sedih, kayaknya udah ga ada semangat lagi, dan upaya orang" terdekat buat kasih semangat ga dihargai sama sekali :(

      Delete
  2. aiikkk aku sedang mengalaminya saat ini ahahaha :) :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. akupun -___-" padahal saya nulis ini oktober 2013 dan kejadian di saya april 2014

      Delete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.