[Repost] Ketika Aku Tertunduk

by - October 29, 2013

tulisan ini saya buat di note facebook waktu saya masih SMA kelas satu (mohon dimaklumi kalau ada kalimat kaimat alay)



Ketika seseorang berkata kepadaku, sudah sempunakah shalat mu ?? sudah istiqomahkah tahajudmu ? sudah disiplinkah puasamu ?? aku hanya tertunduk, tak mampu menjawab apapun, lalu orang itu bertanya lagi, apa yang bisa kamu persembahkan kepada orang tuamu ?? kepada tuhan mu di akhirat kelak ?? aku pun semakin tetunduk, tanpa terasa ada bulir bulir hangat jatuh menetes dipipiku.
Apa yang bisa aku persembahkan untuk orang tuaku ?? apa yang bisa aku lakukan ketika pelan pelan ruh meninggalkan raga ini, menyisakan jasad yang terbujur kaku, yang pasrah tak bisa melawan ketika diri ini ditutup oleh kain putih, ketika semua kolega, kerabat menangisi kepergianku, ketika pelan pelan diri ini dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan pelan pelan diarak menuju liang lahat, di mana aku akan dimakamkan, menyatu dengan tanah dan binatang binatang pengurai, cacing, kalajengking,bahkan ular yang siap memakan jasadku yang tak berharga ini…..
Kematian adalah sebuah tidur panjang, penantian menunggu panggilan tuhan melalui malaikat untuk penghitungan amal perbuatan yang aku lakukan di dunia fana ini, pemberian azab untuk semua maksiat yang tanpa terasa terus aku lakukan, dan ketika itu, aku hanya bisa tertunduk, menyesal atas apa yang telah aku lakukan, terlena oleh silaunya dunia ini, terlalu mengejar dunia dengan ambisi semu…

You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.