Ayo Berkenalan dengan Reksadana

by - November 30, 2013

lupa saya tambahkan dalam daftar prestasi, bahwa seorang mahasiswa memiliki penghasilan (aktif maupun pasif) sebelum wisuda adalah salah satu bentuk prestasi. mengapa ? karena masih banyak teman teman kita para mahasiswa, (termasuk saya) yang berpikir mencari penghasilan sendiri itu dimulai ketika mendapat ijazah dari perguruan tinggi, ternyata itu anggapan yang kurang open minded jenderal :)



sebagai mahasiswa rantau, sudah sewajarnya seorang mahasiswa seperti saya setiap mendapat kiriman dari orang tua berpikir "ini duit harus berkembang". saya bukan mahasiswa ekonomi, saya seorang mahasiswa teknik sipil, tapi saya yakin semua mahasiswa berpikir ketika mereka lulus kuliah nanti, mereka mendapat penghasilan yang setara atau lebih dari penghasilan sebelumnya, yaitu penghasilan dari yayasan ayah bunda (baca : orang tua)

tapi rezeki kan bukan kita yang atur, iya rezeki tuhan yang atur tapi ikhtiar kita yang tentukan....

saya lalu berpikir, ketika saya lulus kuliah nanti, pasti ada semacam rasa sungkan dengan orang tua ketika sudah lulus tapi ga kunjung dipanggil oleh perusahaan yang aplikasi nya sudah saya kirimkan, maksudnya gini, lulusnya udah. kerjanya yang belum, otomatis di sana kita sadar sudah bukan waktunya lagi dapat penghasilan dari yayasan ayah-bunda, tapi kan aku belum keterima kerja di mana mana nih ?

nah disini saya mulai terpikir untuk investasi, investasi ada bermacam macam :

ada tabungan. tapi saya sadar saya bukan seorang yang bisa disiplin dengan menyimpan uang dalam jangka waktu yang lama, yang ada banyakan ngambil uangnya daripada nabungnya, karena tabungan sangat mudah dicairkan.

ada deposito. deposito memang jauh lebih "sangar" dari tabungan, tapi biasanya deposito harus memiliki dana yang besar untuk ditanam, sebagai mahasiswa saya tidak punya dana sebesar itu.

ada emas. yang saya maksud di sini adalah emas batangan, bukan emas perhiasan. saya ga terbiasa jual beli emas, yang saya tau kalo kita ga biasa dalam bidang itu, memang sih dalam segi ROI (maksudnya keuntungan) emas memang paling tinggi dibandingkan instrumen investasi yang lain. tapi ketika kita mau menjual emas kita terkadang ada banyak alasan si empunya toko emas beralasan untuk "menawar" emas kita, di sini saya susah buat ikhlas.

ada saham. nah saham ini menurut saya adalah instrumen investasi paling keren :) yang dengan pikiran cetek mahasiswa seperti saya, saya adalah mahasiswa yang sangat suka dengan dunia pasar modal atau Bursa Efek. menurut saya dunia pasar modal penuh dengan orang orang pintar dan modis (halah) apalagi setelah ada film film seperti Sang Pialang, Wallstreet, Margin Call, dll wuih makin jatuh cinta saja saya dengan dunia ini walaupun sekali lagi, saya bukan mahasiswa ekonomi :)

tapi kembali lagi, saham menuntut waktu, dana yang sangat besar untuk seorang mahasiswa, dan pengetahuan yang cukup untuk terjun ke dunia pasar modal, seperti saya sebutkan tadi, saya tidak bisa memenuhi tuntutan yang diberikan jenis investasi saham ini, saya mahasiswa otomatis ga ada waktu, saya ga punya dana besar, saya bukan mahasiswa ekonomi atau seseorang yang sangat mengerti ekonomi.

trus aku kudu piye ?

di sini reksadana berperan.

reksadana, seperti yang dikutip melalui wikipedia adalah wadah dan pola pengelolaan dana atau modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam partofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang, ataupun efek atau sekuriti lain nya.

simpelnya gini : kita patungan, trus dananya dikelola oleh seorang yang ahli dalam bidang reksadana (yang disebut Manajer Investasi) trus dana ini yang dipakai untuk membeli partofolio efek atau partofolio investasi.

partofolio efek itu apa sih ? yah jenis-jenis efek yang bisa kita beli untuk mendapat keuntungan di kemudian hari, seperti disebutkan tadi, ada saham, obligasi, pasar uang, dll

Saham
saya sudah cerita ya kalo saya cinta sama dunia pasar modal, nah pasar modal atau bursa efek, itu memperjual belikan saham, saham adalah surat berharga kepemilikan perusahaan. kalo kita beli saham suatu perusahaan artinya kita ikut memiliki perusahaan tersebut. bayangin bro kalian adalah salah satu pemilik saham Bank BCA hanya dengan membeli sahamnya beberapa lot saja.

Obligasi
obligasi adalah surat utang dalam bentuk sekuriti. surat utang dengan tujuan memperoleh pembiayaan investasi, simpelnya gini, sebuah perusahaan butuh dana, tapi gamau jual sahamnya. nah kita sebagai pemilik dana lebih membantu perusahaan tersebut dengan memberi sejumlah dana (sesuai prosedur yang berlaku) nah, bukti kalau kita memberi bantuan ke perusahaan tersebut adalah dengan kita memiliki obligasi yang diterbitkan perusahaan tersebut, yang ada jatuh temponya. pada saat jatuh tempo itu perusahaan akan mengembalikan dana beserta bunganya

Pasar Uang
pasar uang disini bukan jual beli uang loh ya, pasar uang disini adalah pinjaman yang bersifat jangka pendek, dibawah satu tahun. yah sama kita kasih pinjeman ke suatu perusahaan atau pemerintah, dll untuk jangka pengembalian dibawah satu tahun dengan tingkat suku bunga rendah.

jadi, reksadana itu mudah, murah, efisien hehe.

kita sebagai mahasiswa bisa menginvestasikan sejumlah dana, ratusan ribu aja ke agen penjual reksadana (bank) atau ke perusahaan manajemen investasi langsung. perlu diketahui reksadana ini adalah investasi jangka menengah sampai panjang, biasanya sebelum membuka reksadana kalian akan ditanya target yang mau dicapai untuk apa, bisa untuk beli rumah, mobil, kuliah S2, umroh, dll dan jangka waktunya kita yang tentukan, misalnya sampai saya lulus kuliah (4 tahun ke depan) dengan begitu Manajer Investasi akan lebih mudah untuk mengelola dana yang kita berikan.

oyah, setiap bulan kita akan dikirimi rekening koran, yang salah satunya berisi Nilai Aktiva Bersih (nanti saya jelaskan di postingan yang lain) yah kayak laporan keuangan gitu. kalian bisa terus berkonsultasi tentang reksadana ini, tanya aja terus, itu sudah menjadi hak kita sebagai nasabah untuk mengetahui segala sesuatu berkaitan dengan investasi reksadana. kalo saya sih lebih menyarankan lewat bank aja ya, bank pemerintah justru lebih mudah. tapi perlu diketahui ga semua cabang bank punya layanan untuk reksadana, tapi tanya ya gapapalah.

berinvestasi di reksadana bagi saya adalah salah satu media pembelajaran tentang ekonomi makro, kita berasa memiliki andil dalam dunia ekonomi indonesia.

kalo tertarik dengan reksadana dan mau lebih jauh bisa buka bapepam.go.id/reksadana atau tanya sama financial planner seperti pak aidil akbar @AidilAkbar atau teknikal analys kak Billy @BillyBudiman atau kak letti @LetticiaSunarto

segini dulu ya perkenalan dengan reksadana, hope you get some enlightment

sampai ketemu di postingan tentang reksadana selanjutnya yah :)


Surabaya, 30 November 2013




F.R.Ma'rifah Akhsan

You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.