Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

by - March 11, 2014

Rifa-Rusma

Dek Fuad-Rusma-Rifa

Rusma-Mom-Rifa

Rifa-Rusma

Rifa-Dad-Rusma
Rifa-Rusma-Mom
Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.



menjadi anak kembar, artinya memiliki sahabat seumur hidup, anugerah dan petaka sekaligus.

kembar = bermuka sama = berkepribadian berbeda = serupa tapi tak sama

ya, itu adalah kenyataan, saya dan Rusma menyukai hal yang sama, tapi dengan alasan yang berbeda. namun seringkali kami justru sering berbeda pendapat dibandingkan sependapat.

lucunya, ada beberapa orang yang dianugerahi kemampuan tidak pernah salah membedakan kami diantaranya Yudha (sahabat setia kami) Anggra (teman dekat kami selama kuliah) Mom, Dad, Adek, dan ....

pasangan kami

ketika saya tanya kepada mereka, apa yang membuat mereka tidak pernah salah dalam membedakan kami, jawaban mereka simple "karena kalian berbeda" hmmm jawaban ini simple tapi penuh makna :)

segala sesuatu pasti memiliki dua sisi, begitupun dengan menjadi anak kembar. ada suka dukanya, saya tidak bisa mengidentifikasikan dengan pasti yang mana suka yang mana duka, karena kesukaan kadang berubah menjadi kedukaan, begitupun sebaliknya. tapi saya coba untuk berbagi, diantaranya..

kami mampu bertelepati satu sama lain
kemampuan ini menguntungkan ketika kami terpisah jarak, tapi merugikan ketika masing masing sibuk dengan pekerjaan. perasaan ini begitu kuat merasuk, bahkan tidak jarang mengganggu aktifitas kami.

ketika salah satu dari kami sakit, maka beberapa hari kemudian yang satunya ikut sakit
saya dan Rusma tidak jarang opname satu kamar. dengan penyakit yang sama. hal ini menyenangkan ketika kami berada di rumah, karena hari hari menjalani rawat inap menjadi tidak membosankan karena memiliki teman ngobrol tanpa batas, kita bisa ngerumpi hal apapun, menembus ruang dan waktu. dan ada yang menjaga dan mebawakan semua kebutuhan kami. tapi hal ini menjadi menyedihkan ketika kami di perantauan, dimana ketika salah satu sakit, yang satunya harus merawat padahal dalam keadaan sama sama sakit.

ketika salah satu disakiti, yang marah justru yang satunya.
ini sangat sering terjadi selama hidup kita, mulai dari teman yang menjahili saya tapi saya tidak melawan. dan Rusma yang marah sehingga mereka bertengkar. Rusma yang diolok-olok teman SMP dan saya marah sehingga kami semua kena guru BP, sampai ketika Rusma disakiti oleh pacarnya (yang sekarang sudah jadi mantan) yang membuat saya betul betul marah sehingga saya melakukan hal yang membuat kaget semua orang. keadaan ini sangat sulit karena kita harus bisa meredam kemarahan kembaran kita, kalau kita tidak bisa meredam, maka nama kita berdua yang jelek.

harus menjaga nama baik satu sama lain
apapun yang saya lakukan, baik atau buruk. orang orang akan bilang "si Rifa, yang kembaran nya Rusma itu loh" sehingga seakan akan saya dan Rusma berjalan dengan membawa nama baik dua orang sekaligus.

bertengkar
hidup bersama tidak selamanya rukun, saya dan rusma pun begitu. parahnya kami adalah kembar identik, yang seakan seperti fotocopy. sifat kita nyaris sama, dan ketika bertengkar, kami sama sama pintar berargumen, kami sama sama keras kepala, kami sama sama jago strategi. hal ini yang membuat pertengkaran kami menjadi sulit. tapi lucunya, sebentar kami bertengkar, lalu kemudian mendiamkan satu sama lain, tidak lama kemuadian kami tertawa bersama seakan hal itu tidak pernah terjadi.


"bagaimana sih anak kembar itu". pada dasarnya adalah

anak kembar adalah dua kekuatan (atau lebih) yang ketika salah satu dalam posisi lemah, maka yang lain akan maju untuk memback up

ini hal yang nyata, pernah suatu kali dalam keadaan darurat saya sama Rusma harus pergi ke suatu tempat dan saya lupa membawa dompet, posisi kebetulan saya yang nyetir.di tengah jalan ada pemeriksaan polisi dan Rusma menyerahkan SIM nya, Alhamdulillahi Rabbil alamin, polisi tidak sadar kalau kita kembar. dan benar benar percaya bahwa Identitas Rusma adalah identitas saya. ketika itu saya bersyukur sekali bahwa dengan menjadi anak kembar itu.... MUKJIZAT

kami, selalu membagi apapun. termasuk rahasia, bullshit kalau ada anak kembar yang bisa menjaga rahasia dari kembarannya, kami hidup saling ketergantungan satu sama lain, walaupun tidak selalu bersama. sehingga ada seorang teman yang bilang "kalau kamu suka sama anak kembar, ambil hati kembaran nya. kalau kembarannya sreg sama kamu, kamu bisa lanjutkan perjuanganmu" this is totally true, karena kami (anak kembar) punya bahasa bahasa yang hanya kami berdua yang tau artinya.

termasuk soal pasangan, selama ini ketika Rusma menjalin hubungan dengan seseorang dan saya ga "sreg" maka hubungan itu tidak bertahan lama, begitupun sebaliknya. begitulah anak kembar, serupa tapi tak sama. oleh karena itu kami tidak pernah menyukai seseorang yang sama, karena percaya atau tidak. laki laki yang bisa mendampingi Rusma adalah laki-laki yang kepribadian dan sifatnya seperti saya, dan laki-laki yang bisa mendampingi saya adalah laki laki yang sifatnya seperti Rusma. semirip apa ? nah kalo soal itu hanya kita yang tau, karena ada banyak hal tentang perasaan anak kembar yang tidak bisa dibahasakan lewat kata kata.

kalau ada yang berkata ke saya "tolak ukur berhasil dalam menjalin hubungan dengan anak kembar adalah ketika kamu bisa membuat pasanganmu (yang anak kembar ini) tidak memikirkan kembarannya selama dia bersama kamu" itu benar, karena ketika kami (anak kembar) terpisah jarak, maka kami tidak bisa berhenti memikirkan satu sama lain.

terlepas dari itu semua, berteman dengan anak kembar itu menyenangkan kok. i wish :))


Surabaya, 11 Maret 2014




Rifa Akhsan

You May Also Like

14 comments

  1. Saya.tertawa di bagian polisi periksa SIM
    Kocak sungguh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, saya gatau gimana kejadiannya kalau aja si polisi sadar kita anak kembar dan identitas kami berdua diminta. anyway terima kasih banyak telah berkunjung :))

      Delete
  2. Duh jadi mau punya kembaran, terasa seperti punya teman yag tak bisa dipisahkan :D

    btw, tulisannya sangat bagus sekali kak. Aku suka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha jadi anak kembar juga tidak selamanya menyenangkan, well it is fun :)) terima kasih banyak telah berkunjung

      Delete
  3. Tulisan ttg anak kembar menurut sudut pandang pelaku baru satu ini saya baca. Menarik dan menambah pelajaran baru bagi saya.

    Saya punya ponakan laki2 kembar, baru kelas 5 MI. Saya rasa, info begini sangat berguna bagi saya untuk berinteraksi dg mereka. Nice post :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha kebanyakan anak kembar menang cenderung hanya mau berbagi dengan kembarannya. wah saya senang sekali kalau tulisan saya bisa membantu interaksi dengan anak kembar. terima kasih banyak telah mau berkunjung :))

      Delete
  4. hehehe, mirip sekali :)

    intinya harus selalu mendukung satu sama yang lain dan saling melindungi ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa kita kembar identik, beda 5 menit.. sepertinya kami ditakdirkan untuk begitu seumur hidup. terima kasih banyak titis setlalu berkunjung ke sini :))

      Delete
  5. Ah finaly we meet again :))

    ntah kenapa saya mesti iri liat orang yg kembar, atau punya kakak perempuan. Maklumlah saya anak sulung^^

    and the biggest envious I ever had ya bisa telepatian itu, enak aja. Bisa saling peka.
    hehehe

    ReplyDelete
  6. wahhhhh mirip bgt!iyalah ya kn kembar identik...:).btw,seru yah pya kembaran,sayang'y di kel sy ga ada yg kembar.... salam hangat dari jakarta :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam hangat dari Bontang yang sekarang tinggal sementara di Surabaya. saya kembar karena kakek saya kembar :)

      Delete
  7. Setelah baca postinigan ini, sekali lagi saya merasa tertarik sama anak kembar. Pengen deh punya temen kembar:)) Awesome post, Mbak! Saya jadi banyak tahu tentang anak kembar:) (ini kunjungan balik dari magicalsalma.blogspot.com)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih banyak salma atas kunjungan dan komentarnya :) really appreciate it :))

      Delete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.