Meredam Khawatir dengan Percaya

by - September 06, 2014


saya yakin seluruh perempuan di dunia ini setuju dengan saya : kami (kaum hawa) memiliki tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi. oleh karena itu tidak heran kami (kaum hawa) bertindak sangat hati hati berdasarkan kekhawatiran itu.



tapi parahnya, terkadang kami sering memiliki kekhawatiran-kekhawatiran tak mendasar, ini cukup menyebalkan bagi sebagian orang. kenapa menyebalkan ? karena tidak semua orang menganggap apa yang kita khawatirkan itu penting. terkadang banyak yang menganggap kami (kaum hawa) lebay dengan mengkhawatirkan hal-hal yang tidak penting.

sayapun sama, seringkali saya mengkhawatirkan hal-hal sepele yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. tapi dasar cewek, selalu menganggap semua hal penting.

apa salah kami memiliki kekhawatiran ?

saya jawab tidak.

kenapa ?

karena khawatir itu perlu, sebagai bagian dari proses berpikir antisipatif. khawatir mendorong kita untuk siap dengan segala kemungkinan, kemungkinan terburuk sekalipun.

lantas bagaimana memanage kekhawatiran agar tidak mengganggu atau menyebalkan bagi orang lain ?

jawabannya simple : PERCAYA

banyak yang menertawakan saya ketika mereka bertanya bagaimana cara menghentikan kekhawatiran dan saya jawab dengan percaya, awalnya mereka memandang sebelah mata. tapi kenyataan berbicara bahwa cara terbaik meredam khawatir adalah dengan percaya.

nah, berbicara tentang percaya, muncul pertanyaan baru. "gimana caranya bisa percaya ?"

percaya = yakin

selama kamu yakin maka kamu akan percaya.

sulit memang untuk percaya disaat krisis kepercayaan menjadi isu sensitif di masa masa seperti ini.

tapi, sudahkah kamu mencoba untuk percaya ?





Surabaya, 22 Maret 2014



Rifa Akhsan

#RePost

You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.