Pulau Sempu, Perbedaan yang Berdampingan dalam Harmoni

by - September 06, 2014


"rifa ikut ke Sempu yuk"

bbm Angga masuk ke hape saya, disaat saya dikebut proposal administrasi tender dan pematangan perencanaan manajemen konstruksi sebuah proyek pembangunan-yang-sebaiknya-tidak-usah-saya-jelaskan-disini.


hmm Sempu, setau saya Pulau Sempu yang terletak di selatan Malang itu adalah kawasan konservasi yang tidak memungkinkan untuk saya dan teman teman yang tidak berkepentingan masuk kesana. tapi setelah browsing sana sini saya berkesimpulan bahwa ternyata ada jalan damai untuk bisa masuk ke Sempu, artinya kita bisa memasuki kawasan tersebut dengan prosedur prosedur tertentu.

berbekal keberanian dan pekerjaan yang sudah saya selesaikan jauh sebelum dateline pamitlah saya kepada bos dirut untuk meminta supaya saya diberangkatkan ke kantor cabang Surabaya dua minggu lebih cepat untuk mengurus KRS kuliah dan bisa ikutan camping ke Sempu plus cepetan ketemu pacar

sepertinya keberuntungan berpihak pada saya setelah saya tunjukkan jadwal Her-Registrasi saya untuk semester berikutnya bos saya langsung mempersiapkan keberangkatan saya ke Surabaya.

sampai di Surabaya saya iyakan ajakan Angga untuk ikut ke Sempu setelah selesai dengan semua urusan Kartu Rencana Studi dan  mulai mempersiapkan peralatan camping pribadi. ini adalah pengalaman pertama saya camping.

jadilah hari itu, Jum'at 29 Agustus 2014 saya dan tiga belas teman yang lain berangkat untuk camping di Sempu. rute perjalanan kami adalah Surabaya-Pantai Sendang Biru (Malang Selatan)-Menyeberang ke Pulau Sempu.

di Sendang biru kami terlebih dahulu mengurus izin masuk kawasan konservasi di kantor Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) disana kami ditanya tujuan ke Sempu mau kemana yang kami jawab ke SEGARA ANAKAN, yah memang ada beberapa titik di Sempu yang menjadi daya tarik wisata, salah satunya adalah Segara Anakan. kami diberitahu tentang larangan apa saja yang harus kami patuhi selama berada di kawasan konservasi Pulau Sempu, seperti tidak boleh mengambil kayu sekecil apapun, tidak boleh membuang sampah, tidak boleh menyalakan api, tidak boleh membunuh binatang, dll

kelar urusan perizinan menyeberanglah kami dengan menggunakan kapal tradisional nelayan menuju pulau tak berpenghuni tersebut, perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit sampai akhirnya kami diberhentikan sepuluh meter dari bibir pantai karena kapal tidak bisa bersandar dan kami harus nyebur ke laut dengan air sedalam 80 cm untuk mencapai bibir pantai yaiyalah harus nyebur, di kawasan konservasi mana ada dermaga.

perjalanan menuju segara anakan dilanjutkan dengan trekking sejauh 2,5 km menebus hutan yang konturnya berbukit bukit. 

dan sampailah kami di Segara Anakan. disana kami langsung mendirikan tenda, dan menikmati pemadangan. karena Sempu adalah kawasan Konservasi, tidak ada satu fasilitas pun yang dibangun, jadi kami seperti kembali ke jaman primitif untuk urusan MCK. 

segara anakan adalah air laut dari Samudera Hindia yang masuk melalui karang bolong berdiameter satu meter dan terkurung oleh tebing batu membetuk segara dengan dasar pasir putih yang sangat halus dan air berwarna hijau toska, simpelnya segara anakan adalah pantai perawan berpasir putih tanpa ombak.

sebagai pecinta laut, sejujurnya saya tidak begitu terkesan dengan keindahan segara anakan, entah kenapa. tapi saya berusaha menikmati pemandangan langka yang terhampar di depan mata saya, dan berusaha menyerap energi kebahagiaan dari kebersamaan kami berempat belas.

tiba-tiba masnya, sebut saja begitu, datang menghampiri saya dan bilang "coba kamu naik ke atas tebing itu deh. sapa tau kamu suka sama lautnya"

dengan setengah hati saya mengikuti apa kata dia, karena saya tau dia tau kekecewaan saya dan dia hanya berusaha untuk menghibur saya.

dan ketika sampai di atas tebing menghadap ke Samudera Hindia hati saya terpekik THIS IS AWESOME.

  
trekking 2,5 km yang saya pikir sia sia terbayar untuk ini, hamparan laut tak bertepi sejauh mata memandang dengan deburan ombak keras menghantam karang terdengar setiap detik memberikan kesyukuran yang meningkat lagi kepada sang pencipta.

malam pun tiba, dengan udara yang tidak terlalu dingin, langit Sempu memberikan pemandangan spektakuler dengan bintang yang luar biasa banyak dan langit malam yang berwarna kemerahan yang kalau kata Rusma "galaxy milky way nya kelihatan sempurna fa"

Pulau Sempu sukses menancapkan kebahagiaan di hati saya, bahkan hanya dengan mengingatnya, ombak yang menghantam karang, air asin berwarna hijau toska, fajar yang hangat, sunset berwarna ungu, langit malam kemerahan dengan bintang yang penuh sinar dan kebersamaan dengan teman teman terdekat di alam liar yang mengingatkan saya tentang arti dari kesempurnaan.

sebelum meningalkan segara anakan, saya menyempatkan untuk berdiri di atas tebing dengan sebelah kanan laut lepas dan sebelah kiri segara anakan.

tiba tiba saya terpekur, samudera dan segara anakan. perbedaan yang membentuk harmoni.

ombak yang keras menghantam karang berdampingan dengan segara tenang tanpa ombak hanya dipisahkan oleh daratan dengan jarak kurang dari tiga ratus meter membuat saya sadar, perbedaan itu indah.

alam melalui Sempu mengajarkan pada saya bahwa tidak seharusnya perbedaan menciptakan perpecahan padahal seharusnya bisa bersama, dunia ini memang diciptakan dengan segala perbedaan dan karakteristiknya masing masing yang dimaksudkan untuk membuat kita, para manusia untuk menjadi arif dan bijaksana dalam melihat perbedaan.

jadi, kenapa masih ada pertengkaran karena perbedaan ? 


Surabaya, 6 September 2014



Rifa Akhsan 

PS : tulisan di blog ini tidak dimaksudkan untuk promosi kawasan konservasi Pulau Sempu, tetapi hanya untuk berbagi catatan perjalanan

You May Also Like

5 comments

  1. Pulau Sempu....apakah pulau itu berpenghuni Mbak? Alangkah baiknya bila Pemda setempat mengelola dan menjadikan pulau ini sebagai tujuan wisata... Kayaknya potensial sekali bila dijadikan tujuan wisata mengingat letaknya yang berada di lautan yang menghadap Samudera Hindia... Pastilah wisatawan akan disajikan pemandangan indah dan sensasi unik menarik saat mengelilingi dan menjelajahi Pulau Sambu... Daya tarik alamnya menjadikan point untuk pengembangan pariwisata daerah setempat... Tentu saja bila kawasan ini sudah dikembangkan menjadi tujuan wisata akan berdampak positif bagi perkembangan ekonomi rakyat di sekitarnya.. Nice post...

    ReplyDelete
    Replies
    1. pulau sempu pulau tanpa penghuni mbak, karena masuk dalam wilayah konservasi. di dalam sana banyak sekali flora dan fauna langka yang harus dilestarikan dari kepunahan, sebenarnya menjadikan segara anakan sebagai kawasan wisata terbatas sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar pantai sendang biru, minimal penghasilan mereka yang hanya nelayan meningkat karena tingginya wisatawan yang berkunjung. terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :)

      Delete
  2. Artikel yang sangat menarik untuk dibaca, ditunggu postingan selanjutnya.

    Dari Wisnu Transport, http://travelmalangindo.blogdetik.com/, Flexi 0341 542 1672

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar

      Delete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.