Suramadu, Jembatan Kekaguman Dunia Atas Kearifan Budaya Surabaya Madura

by - November 29, 2014


sebagai seseorang yang tinggal di wilayah kenjeran, setiap ada yang tanya tentang Suramadu pasti saya jawab  "oh itu deket sama rumah saya"

ya, semenjak peresmiannya di tahun 2009, Jembatan Suramadu menjadi sangat booming. jembatan eksotis bentang panjang yang menghubungkan antara wilayah Surabaya dengan Pulau Madura menjadi salah satu spot fotografi baru di daerah Surabaya dan Bangkalan karena keberadaannya yang kini menjadi icon.

namun apakah tidak sayang jembatan Suramadu hanya digunakan sebagai spot fotografi saja ?

ada harapan besar bagi saya ketika Suramadu resmi dibuka sebagai alternatif transportasi murah dan mudah untuk memudahkan pasokan barang dan jasa sehingga masyarakat di Surabaya dan Madura menjadi lebih sejahtera.



berbicara tentang kesejahteraan, hal yang paling dekat kita soroti adalah dari aspek pariwisata.

Surabaya dan Madura memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar, dan harapan saya adalah jembatan Suramadu bisa memfasilitasi dan mengumumkan pariwisata itu pada dunia.

Surabaya dan Madura memang memiliki pantai yang cantik, namun masih kurang bisa bersaing dengan pantai pantai di Jawa Timur lainnya. untuk itu saya rasa mengekspos alam Surabaya dan Madura secara besar besaran masih kurang bisa mendongkrak angka kedatangan wisatawan ke daerah ini.

salah satu yang dimiliki oleh Surabaya dan Madura yang tidak dimiliki oleh daerah lain adalah kearifan budayanya. sadar atau tidak masih banyak pertanyaan tentang "aslinya orang Surabaya itu yang bagaimana sih ?" atau "katanya orang Madura itu patuh sekali dengan pemuka agama, apa iya ?"

nah pertanyaan pertanyaan itu yang harus kita berikan jawabannya melalui wisata kampung. ajak para wisatawan untuk masuk ke kampung kampung di Surabaya dan Madura untuk melihat langsung kearifan budayanya. buat mereka berinteraksi dan tertarik dengan karakter asli orang Madura dan Surabaya tanpa harus karena ada event (karapan sapi, peringatan hari pahlawan, dll)

ada banyak hal yang bisa digali dari masyarakat Surabaya dan Madura, Madura yang berbeda antara Madura Sampang, Madura Bangkalan, dan Madura Sumenep, Surabaya dengan cara mereka mempertahankan kearifan lokal ditengah derasnya arus pluralisme. hal-hal itu sangat menarik dan hanya bisa didapatkan melalui wisata kampung.

dalam hal wisata kampung, Surabaya sudah memulai dengan Kampung Bangkingan sebagai salah satu kekayaan budaya Surabaya seperti yang ditulis oleh Dhahana Adi dalam bukunya yang berjudul Surabaya Punya Cerita.

saya yakin sampai hari ini masih ada kampung di Madura dengan rumah asli Madura dan tradisi tradisi unik yang tidak banyak diketahui masyarakat luar secara luas. selama ini kita hanya tahu Madura memiliki Karapan Sapi. padahal Madura memiliki lebih dari sekedar Karapan Sapi, Madura juga memiliki Keraton di Sumenep. selama ini publik (termasuk saya) hanya tau Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.

layaknya Bali yang tidak hanya didatangi karena alamnya, tapi karena budayanya. Surabaya dan Madura juga bisa seperti Bali. dengan branding yang kuat tentang kearifan lokal masyarakat Surabaya dan Madura.

tentu ide wisata kampung ini tidak mudah tanpa dukungan pihak pihak terkait, namun sebenarnya hanya ada tiga kunci utama peningkatan potensi pariwisata di Surabaya dan Madura agar wisatawan ketagihan untuk kembali berkunjung, yaitu :


1. perbaiki "behaviour" masyarakatnya.

ini penting, kita harus kembali pada fitrah orang Indonesia yang ramah, bukan orang Indonesia yang sinis atau orang Indonesia yang mata duitan. beri pelatihan kepada masyarakat kampung yang akan dibidik menjadi kampung wisata bagaimana bersikap terbuka kepada wisatawan. dan terpenting, sentuh nurani mereka untuk bisa memberikan senyuman tulus.

2. perbaiki infrastruktur kampung wisata.

memperbaiki infrastruktur wisata kampung dalam hal ini tidak semudah infrastruktur wisata alam yang sebatas jalan, kamar mandi, dan fasilitas pendukung lain. tapi lebih ke SDM terdidik yang mampu berbicara bahasa daerah (Surabaya dan Madura) dengan dialek asli sekaligus menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar. syukur syukur juga menguasai bahasa asing. selain itu, SDM ini juga harus mampu berinteraksi dua arah, artinya masyarakat kampung dan wisatawan sama sama bisa merasa akrab dengan "guide" ini.

3. buat kesan mendalam dan "never ending to explore" dalam setiap kunjungan.

dalam setiap kunjungan wisatawan. beri informasi tentang apa apa yang mereka belum saksikan mengenai budaya masyarakat Surabaya dan Madura. misalnya "kalau bulan ____ di daerah ___ ada tradisi ____" atau "tradisi ____ di daerah ___ kan begini, tapi kalau di daerah ____ itu beda, begini ____"
buat para wisatawan paham bahwa Surabaya dan Madura kaya akan kearifan lokalnya, dan mereka harus kembali berkunjung ke sana lagi. selain itu jadilah promotor yang aktif, jangan hanya sekedar menaruh booth di pameran pariwisata internasional saja, tapi blow up testimoni testimoni baik yang membangkitkan rasa penasaran wisatawan untuk berkunjung.


dengan tiga kunci utama tadi, saya yakin cita cita bahwa Suramadu akan menjadi jembatan kekaguman dunia atas kearifan budaya Surabaya Madura akan tercapai.





Surabaya, 29 November 2014




Rifa Akhsan


NB : Photos By Rusma Akhsan


You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.