Review Novel "I Owe You Love" Karya Sarah Dezaky

by - December 21, 2014

Sumber Gambar

Pernikahan Sassy dan Luthfi terancam bubar.

Semua orang memuji Luthfi Syahbana pria yang cerdas, hebat, dan jago komputer. Semua orang juga selalu bilang Sassy sangat beruntung bisa mendapatkannya. Tapi bagi Sassy, menikah dengan Luthfi adalah kerja keras untuk beradaptasi menerima segala hal menyebalkan dalam diri pria itu. Meski genius, Luthfi sangat cuek, berantakan, dan tidak romantis. Pria itu lebih senang bermain game hingga lupa waktu, lupa menjemput Sassy, bahkan lupa hari ulang tahunnya.

Bagi Luthfi, sejak awal, pernikahan mereka adalah kesalahan besar. Meski berhasil mempersunting Sassy yang dipujanya sejak lama, ia tahu hati perempuan itu tidak pernah utuh untuknya.

Benarkah pernikahan mampu menyatukan dua insan yang sangat bertolak belakang? Jika tidak, haruskah Sassy menerima Adit, pria yang pernah membatalkan pernikahan mereka, atau tetap bertahan untuk membayar lunas utang cintanya pada Luthfi?



====================================================


ADUH MAS LUTHFI AKU PADAMU MAS AKU PADAMUUUU


itulah kalimat pertama saya setelah selesai membaca buku ini.

novel ini sangat mainstream, tentang kehidupan rumah tangga yang goncang karena barisan para mantan.

novel ini membuat saya tertawa pada sekian halaman, dan menangis untuk halaman halaman selanjutnya, sukses membuat emosi saya terkuras.

seorang Luthfi, dari mas Luthfi ini saya tau tentang bisnis game adalah bisnis dengan pesaing yang cenderung jarang, karyawan yang nggak terlalu banyak. namun profitnya wow banget sampe bisa bikin mas Luthfi bisa beli Civic, rumah sendiri plus kantor di daerah prestise.

mbak Sassy, seorang bankir cantik yang bekerja untuk aktualisasi diri dan sangat freak dengan sepatu. saya jadi tau tips and trik memilih sepatu :D

novel ini mengajarkan saya, tentang kehidupan pernikahan yang tidak se wow apa kata fairy tale. jarang sekali ada novel Indonesia yang mengangkat cerita newly weds, itu juga yang membuat saya sangat menyukai novel ini. sekedar informasi, novel ini adalah sedikit dari novel yang saya baca lebih dari sekali dan lagi lagi membuat emosi saya terkuras.

Adit juga, aduuuuh. ngapain sih pake ganggu istri orang dengan alasan bla bla bla, lha kan elu yang ninggalin mbak Sassy demi mengejar karier padahal elu sama mbak Sassy udah siap nikah tinggal ijab doang. undangan udah disebar, dan lain lain, dan lain lain.

tapi ada kalimat yang saya ska banget, dan secara tersirat menunjukkan kalau mbak Sassy cintanya cuma sama Mas Lutfi. bukan sama si Adit itu.

"Luthfi bukan Adit. Adit bukan Luthfi. mereka berbeda. mereka tidak bisa disamakan dan tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Adit ganteng, humoris, cerdas, dan penuh perhatian. sedangkan Luthfi genius, tidak humoris, tidak perhatian, dan terkesan misterius. saat Luthfi sedih, marah, bahagia, mimik wajahnya tidak banyak berubah. banyak orang tidak memahami itu. tapi Sassy paham. dia tau kapan Luthfi sedang sedih bete, bahagia, dan marah. ketika sedih dan marah, Luthfi lebih banyak menyendiri"
duh duh mas Luthfi... misterius banget sih *melting*

endingnya mungkin bagi reviewer lain terhitung "biasa banget" karena mas Lutfi cuma bilang "aku minta maaf" dan dijawab sama mbak Sassy "aku juga minta maaf". tapi bagi saya, yang sangat memahami sosok jenis mas Lutfi ini, meminta maaf bagi makhluk jenis ini adalah sesuatu yang sangat langka dan sulit, karena begitu egois dan gengsinya mereka.

tapi nggak se-biasa-banget gitu juga sih, kalau mau ditelisik lagi apa apa aja pembenahan yang dilakukan mas Luthfi buat care apa kata mbak Sassy -____-

mas Luthfi dan mbak Sassy memberikan pemahaman pada saya, bahwa dalam pernikahan dibutuhkan kerjasama dan kerja keras dua orang. ketika kita memutuskan menikah dengan siapa, kita harus siap dengan apapun tentangnya. mulai dari hal yang paling membanggakan sampai yang paling remeh dan menyebalkan.

perhatian mas Luthfi (yang terkesan nggak perhatian bagi mbak Sassy) membuat saya belajar, di pernikahan justru perhatian pada hal hal kecil yang lebih merekatkan sebuah pernikahan. bukan pernikahan wow-romantis-banget kayak di film film drama itu.

ya tapi memang sih, moral dari cerita ini bener bener saya tangkap banget. mantan, sebaik apapun dia. dia tetap mantan, lebih baik untuk membuat jarak yang cukup dengan mantan biar pasangan kita nggak salah paham, se nice apapun tanggapan pasangan kita tentang kehadiran mantan, tetap saja kita yang harus menghargai perasaan dia. walau bagaimanapun si mantan pernah menempati posisi pasangan kita, di masa lalu.

Good Job untuk mbak Sarah Dezaky untuk Novel Debutnya ini. saya kasih nilai 8 dari 10 lah. kan ada typo disana sini plus penjabaran yang terlalu detail. salut untuk diksi dan gaya bercerita mbak Sarah, sukses untuk menggambaran newly weds yang juicy (walaupun saya berharap cara Mas Luthfi minta maaf kalau bisa keluar dari comfort zone nya yang dingin bak manusia es itu biar mbak Sassy dan saya sebagai pembaca makin melting dan deras aliran air matanya ).

setiap reviewer pasti punya review yang berbeda beda, jangan menggenalisir satu review saja.





Surabaya, 21 Desember 2014




Rifa Akhsan

You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.