Surat Untuk Pemilik Istana Pikiran

by - February 21, 2015

selamat pagi, kamu.

aku hanya ingin menyapa. nggak papa kan ?

iya aku tau kamu hanya akan menjawab "humm" dalam setiap tanyaku.

hai, kamu. pemilik istana pikiran. yang karenanya kamu selalu bilang padaku "life is so much more interesting inside my head" iya, aku tau kamu begitu luar biasa dengan segala kerumitan isi kepalamu.



bagaimana tidurmu ? masihkan kamu mengalami insomnia dan lebih memilih untuk terus berpikir dibanding memejam ?

hai kamu. pemilik istana pikiran yang selalu menjawab "iya" dengan senyum tertahan setiap aku cerewet karena hal hal kecil yang kamu lupakan.

bagaimana pekerjaanmu ? masih sering lembur ? masih sering rapat berjam jam hanya untuk finalisasi gambar ?

jangan kecapekan ya, jangan lupa makan. aku tau kamu susah makan. paling tidak sempatkanlah makan nasi goreng ujung gang kesukaanmu itu.

hai kamu, pemilik istana pikiran. yang memiliki dunia sendiri ketika sudah berhadapan dengan laptop. sempatkanlah menggambar, aku ingat kamu pernah menolak mentah mentah saranku untuk menuliskan apa yang ada dalam kepalamu. katamu, kamu sudah pernah mencoba dan aneh ketika kamu membaca tulisan itu sehingga kamu lebih memilih untuk menggambarkannya saja dalam bentuk yang hanya kamu sendiri yang tau. disempatkan ya biar kamu tidak terlalu pusing.

hai kamu. pemilik istana pikiran dengan headset selalu terpasang di telinga. katamu, semakin banyak orang semakin banyak suara, dan kamu hanya ingin mendengar suara yang hanya ingin kamu dengar. dan menutup telingamu untuk suara yang tidak ingin kamu dengar. masihkah kamu nonton anime ? memperhatikan dan memikirkan jalan cerita kartun tersebut dengan begitu serius. tertawa lepas karena tingkah konyol tokoh tokoh dalam cerita tersebut.dan tersenyum karena pesan mereka yang sampai di kamu.

hai kamu. pemilik istana pikiran yang sangat membenci materi integral dalam mata kuliah kalkulus, katamu kamu tidak butuh materi sulit dan rumit seperti kalkulus dalam perhitungan struktur dan bersedia mencari alternatif lain dalam perhitungan struktur statis tak tentu selain dengan metode integral. bagaimana keadaanmu ? sehatkah ? aku tau kamu rawan batuk dengan kecerobohanmu selalu meminum minuman kemasan dengan kandungan sakarin yang membuatku cemberut.

hai. pemilik istana pikiran. yang selalu punya cara untuk mengalihkan perhatianku bahkan ketika aku sibuk tenggelam dalam novel favoritku. bagaimana hobi futsalmu ? masihkah kamu rutin futsal dengan teman teman kantormu setiap hari sabtu pagi ?

hai. kamu pemilik istana pikiran. seorang adrenaline junkies. bagaimana harimu ? menyenangkan ? atau "biasa aja" seperti yang selalu kamu jawab bila aku menanyakannya ?

hai. kamu, pemilik istana pikiran. manusia dingin, pendiam, penyendiri yang sempurna yang parahnya saya cinta. terima kasih, telah mencintai saya lebih dari diri saya sendiri.

hai. kamu, pemilik istana pikiran. hmmm saya cuma mau bilang. saya.... kangen kamu.






Surabaya, 21 Februari 2015




Rifa Akhsan

You May Also Like

20 comments

  1. Berharap dia merindukan juga :) *entahlah

    ReplyDelete
  2. hmm, siapa kah pangeran pemilik pikiran itu...

    ReplyDelete
  3. Jadi sedih, itu surat buat aku kan ? *eh

    ReplyDelete
  4. istana pikiran :) sound's interesting :)

    ReplyDelete
  5. Pemilik istana pikiran ternyata seorang arsitek ya. salam

    ReplyDelete
  6. waah keren bange nih tulisan-tulisa mbak. MiQHNuR suka...
    salam kenal yo, mbak. hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah terima kasih yaa sudah mau berkunjung ke sini. salam kenal :))

      Delete
  7. saya juga gak suka materi kalkulus lho mabk? *gakadaygtanya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha separo dunia kayaknya juga nggak suka deh sama materi kalkulus

      Delete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.