No Mention dan Segala Dramanya

by - March 18, 2015

DISCLAIMER : TULISAN INI TIDAK MENUDING SIAPAPUN, INI MURNI OKNUM. TULISAN INI DIBUAT SERAPI MUNGKIN SEHINGGA DIMUNGKINKAN TIDAK ADA YANG MERASA DIRUGIKAN MAUPUN DITUDING. PENULIS TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEKECEWAAN DAN SEGALA SANGKAAN BURUK YANG DITIMBULKAN OLEH PIHAK PIHAK YANG MERASA KEGEERAN ATAU TERTUDING.

sudah baca disclaimer diatas ? kalau sudah dan setuju boleh melanjutkan membaca, kalau tidak lebih baik segera menutup halaman ini.



postingan kali ini membahas tentang lingkup social media, lebih spesifik lagi, twitter.

saya adalah pengguna twitter sejak oktober 2010. praktis sampai saat ini sudah hampir 5 tahun saya mengikuti perubahan twitter dari waktu ke waktu. di awal saya punya akun twitter, saya tidak mengerti apa bedanya twitter dengan facebook sehingga saya merasa twitter dan facebook sama saja.

waktu berlalu, di 2011 saya akhirnya sadar bahwa twitter menghadirkan sebuah pola kesederhanaan bersocial media, sayapun menjadi terasah dengan keterbatasan 140 karakter dalam membagi apa - apa saja yang mau saya bagi.

di 2012 mulai muncul demam follow back, yang membuat saya kesel dan menuliskan tentang fenomena ini di sini.

2013 saya bergabung dengan komunitas blogger terbesar di Indonesia, Warung Blogger dan berkenalan dengan Ka Dewi dan Uni . mereka inilah yang banyak memberi ilmu blogging pada saya dari seorang blogger cupu sampai sekarang, saya jadi tau segmentasi blog, cara menulis yang baik, cara meramu emosi, dll. di tahun ini saya sangat berterima kasih pada twitter yang memfasilitasi kami untuk bertemu, berbagi ilmu, dan berinteraksi.

2014 twitter semakin memanas dengan banyaknya buzzer capres gratisan setelah sebelumnya di 2013 sudah diawali dengan pemilihan gubernur DKI yang dramah banget itu....

di tahun ini saya mengunfollow following saya secara besar besaran karena (maaf) ke-sok-tau-an mereka tentang dunia politik dan hobi sekali mengajak twitwar yang cuma bikin kepala saya pusing dan mata saya sakit.

sampai hari ini, satu hari di tahun 2015.

dari awal saya memakai platform social media ini, saya membagi pertemanan saya menjadi 3, yaitu :

1. personal life, ini meliputi semua yang saya share tentang kehidupan SMA saya (2010 - 2012), perkuliahan saya (2013 sampai sekarang) dan pekerjaan saya (2014 sampai sekarang, iya saya diterima di perusahaan itu terhitung Januari 2014 ) kehidupan kantor dan kuliah ini yang banyak menginspirasi tweet dan postingan blog saya. (sekarang tau kan kenapa tagline blog saya "construction and life story" )

2. teman teman. ini meliputi mereka semua yang berteman dengan saya di dunia maya dan nyata. termasuk teman kuliah, teman kantor, teman jaman SD, dll

3. Komunitas, mereka mereka inilah sumber tawa saya setiap buka timeline. mereka adalah warga warga Warung Blogger, saya merasa diberkahi sekali bisa bertemu dengan mereka mereka ini.

gaya ngetwit saya dari dulu sampe sekarang sama, saya membagi apa yang mau saya bagi. saya di kampus mata kuliah apa, ada kejadian apa di proyek, gimana kondisi jalanan Surabaya, dll yah sewajarnya orang ngetwit gimana sih.

kemudian di awal 2015 saya dihadapkan pada sebuah kejadian menarik.

saya dimention dengan kasar oleh sebuah akun, yang saya pikir itu adalah bot. jadi mbak ini adalah pacar dari partner saya di kantor yang cemburu karena twit twit saya yang membahas kerjaan saya bareng si pacar.

mbaknya juga menuding semua no mention saya yang (katanya) ditujukan ke dia dan menuduh si pacar bercerita banyak tentang hubungan mereka ke saya.

mbaknya lalu meminta sama saya supaya jangan dekat dekat dengan pacarnya kalau nggak mau menerima kemarahannya. kata si mbak, "tolong kamu biarin pacar saya kerja sendirian aja, biar dia fokus dengan kariernya"

LAH GIMANA ORANG KITA SEDIVISI, SEKUBIKEL PULA *sigh*

saya perhatikan akun yang awalnya saya pikir bot ini, dan membuka buka twit saya kalau kalau ada yang sesuai dengan yang mbaknya tuduhkan ke saya.

setelah saya cek, ada banyak twit saya yang membahas kerjaan saya sama hampir semua anak kantor, ada juga yang membahas saya sama partner kuliah saya yang kesemuanya berpacar.

saya perhatikan, tidak ada twit saya yang bermaksud "nyolot" sama siapapun pacar partner saya maupun teman kuliah saya.

dari 2010, sudah puluhan ribu twit mention maupun no mention yang saya bagi di timeline dan tidak pernah ada kejadian begini.

dimata saya, twitter ini menyenangkan, saya banyak menemukan hal baru. sayapun awal awal sama mas patjar juga deket karena sering mention mentionan di twitter *tolong jangan dilacak*

kesel, saya cerita sama anak kantor. tentang kejadian ini. dan anak kantor cuma bilang "biasa itu mbak, memang mbak itu kayak gitu. agak alien emang" (((agak alien)))

semua pacar anak kantor tau saya, kenal saya dan kami berteman baik. ya selayaknya hubungan professional kerja gimana sih ?

setelah diskusi sama rusma dan anak anak kantor, saya berkesimpulan bahwa saya nggak salah. karena dari semua pacar anak kantor. cuma mbak ini yang kelakuannya kayak gini, lagipula saya juga nggak segitunya deket kok sama partner kerja yang diklaim pacar mbaknya ituh.

EH TRUS SI MBAK KIRIM EMAIL AJA DONG.

si mbak marah marah karena kata dia saya cuekin mention dia dan dia BELUM melihat ada progress saya menjauh dari pacarnya dan dia juga MASIH merasa saya selalu no mention-in dia.

DIH SI MBAK KEGEERAN BANGET YA TUHAN, KENAL SAYA AJA KAGAK

banyak pelajaran yang saya ambil dari kejadian mbak mbak yang sampai saat ini masih anteng stalking twitter saya meskipun sudah saya block.

pertama si mbak nggak kenal saya, ini yang membedakan dia dengan pacar anak anak kantor yang lain. si mbak terkungkung dengan pikirannya sendiri dan meyakini itu. padahal kejadiannya jauh dari itu. MENYEDIHKAN BANGET.

kedua, kalau saja si mbak menyampaikan dengan baik dan kita bertemu atau si mbak main ke kantor. mungkin tanpa saya menjelaskan si mbak udah paham.

ketiga, jangan kegeeran dan gampang menjustifikasi. ada banyak perspektif di luar kita, yang (sebenarnya) membuka cakrawala pikir sehingga kita menjadi arif.

keempat, jadilah dewasa dan belajar percaya dengan pasangan, apapun issue yang terderngar.

kalau saya jadi mbaknya nih ya, KALAU SAYA. saya akan tanya sama pacar saya bagaimana dia di kantor, saya jujur dengan kecurigaan saya dan membiarkan jawaban keluar dari mulut pacar saya, kemudian baru sama sama mendiskusikan gimana enaknya saya dan dia harus bersikap....

twitter sekarang sudah berubah, nggak seperti jaman awal awal saya punya twitter dulu. semua orang jadi hakim, semua orang jadi gampang geer, semua orang jadi sok idealis, sok pinter, dan sok - sok yang lain. simpelnya sekarang twitter penuh dengan orang orang dengan ego trap. kalau nggak tau apa itu ego trap, saya persilahkan anda membuka halaman mesin pencari.

begitu juga dengan kejadian no mention. dulu follower saya menganggap no mention saya lucu dan mengamini, meskipun saya tidak menuding siapapun. tapi sekarang, ibarat kita no mention gajah, eh yang ngerasa satu kebun binatang KAN KZL.

jadi, sekali lagi. SAYA TIDAK MENUDING SIAPAPUN. karena kejadian yang menimpa saya ini sudah terjadi berkali kali DAN DENGAN PELAKU YANG BERBEDA BEDA.

kalau ada yang pernah di posisi si mbak, atau sekarang lagi di posisi itu. saya sarankan lebih baik kenal secara real saja dengan yang anda curigai. atau sapa dengan baik dan bertemanlah sebelum anda mengintegorasi yang bersangkutan. JANGAN DRAMA PUHLEASE.


jadi, ada yang pernah mengalami kejadian diseruduk banteng kayak saya ? share yah di komentar :))




Surabaya, 18 Maret 2015




Rifa Akhsan

You May Also Like

8 comments

  1. wahaha, kayaknya saya gak pernah "diseruduk banteng" :)

    twitter memang enak waktu lagi jaman-jamannya,
    tahun lalu mulai sepi nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha jangan sampe deh :)

      twitter itu selalu mengikuti tren issue yg beredar :(

      Delete
  2. Bisa kali tulis nama si mbaknya biar kesannya gak nomention haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. si mbak ada lebih dari satu mas. bisa bisa saya dibully sama mereka -___-

      Delete
  3. Pernah juga nih ngalamin kaya gini. Tapi pacar saya yang marah ke temen se komunitas yang sering saya mention. Kayanya perlu pendewasaan dalam bersosmed deh, syukur sekarang sudah putus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. dewasa dalam bersocial media itu penting. jangan sampai malah malu maluin :))

      Delete
  4. Hai..halo..aku baru mampir ke blogmu adik kembar..kita pernah berjumpa di Sunday sharing Surabaya 3 ..aku yg lake kaacamata itu log...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya aku inget. sampai ketemu di Sunday Sharing berikutnya yah :)

      Delete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.