Pembangunan Selalu Menuntut Pengorbanan

by - April 14, 2015

beberapa waktu yang lalu, mungkin masih segar di ingatan anda, kasus pembangunan pabrik semen di Jawa Tengah yang menuai kicauan sumbang di twitter. intinya adalah tidak seharusnya pabrik semen dibangun, karena mengancam kelangsungan hidup para petani. serta menyebabkan kerusakan lingkungan.

ketika issue tersebut sedang ramai diperbincangkan, saya memilih diam dan menyimpan opini saya. pun ketika ada mention masuk ke twitter saya bertanya seputar issue pembangunan pabrik semen yang sedang bergulir saya tetap memilih diam dan tidak menanggapi.



sekarang ketika hingar bingar itu reda, saya akan bercerita tentang pendapat saya.

saya sangat setuju dengan pembangunan pabrik semen tersebut, kenapa ? karena saya ingin Indonesia sejahtera. kok bisa ?

dalam dunia teknik sipil, tolak ukur kemajuan sebuah negara diukur dari tinggi rendahnya penjualan semen di negara tersebut. karena penjualan semen yang tinggi menunjukkan pesatnya pembangunan infrastruktur yang dimaksudkan memudahkan proses pertukaran barang dan jasa sehingga masyarakat menjadi lebih sejahtera.

tapi kita harus paham, pasti ada pengorbanan dalam sebuah proses pembangunan. dalam hal ini kita (para pelaku konstruksi) terpaksa mengorbankan para petani demi produksi semen yang harus memenuhi kebutuhan semen nasional. menurut saya ini sama saja dengan kasus menganggurnya para pedagang di pelabuhan ujung Surabaya dan pelabuhan kamal Madura. karena dibangunnya Jembatan Suramadu, pengguna jasa angkutan kapal Ferry menjadi berkurang dan penghasilan pedagang di pelabuhan tersebut jadi menurun drastis dan akhirnya banyak dari para pedagang ini memilih menjadi begal dan pelaku kriminal lain.

menyedihkan memang, karena Suramadu mereka kehilangan pekerjaan. tapi ketika kami (para pelaku konstruksi) dihadapkan pada pertanyaan : apakah tega demi mempertahankan kesejahteraan segelintir pedagang di pelabuhan ujung dan kamal kami harus membiarkan Madura terus tertinggal dari daerah lain seperti yang sudah terjadi puluhan tahun ini ? jawabannya tentu tidak.

kembali ke pabrik semen, jika para pembaca melihat substansi pembangunan infrastruktur berkelanjutan untuk negara Indonesia di masa depan. niscaya para pembaca akan sepandangan dengan saya, pemerintah, dan para pelaku konstruksi lain, juga mereka yang ingin Indonesia lebih sejahtera.

bijaklah sebelum berpendapat, pahami substansi. bukan emosi.



Surabaya, 14 April 2015



Rifa Akhsan

You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.