Belajar Arti Mencintai di Hari Ulang Tahun Abah Saya

by - May 09, 2015

hari ini, tepat tanggal 9 Mei 1964, 51 tahun yang lalu abah (panggilan ayah untuk etnis banjar) saya dilahirkan. bagi saya beliau adalah segalanya. atasan, tenaga ahli utama bidang jalan dan jembatan, general superintendent, presiden direktur, komisaris utama, dan yang terpenting, beliau adalah laki laki pertama yang mencintai saya setulus hati, cinta seorang ayah pada anak perempuannya.




kemarin, satu hari sebelum ulang tahun abah saya. saya iseng tanya ke umi (ibu) saya.

Rifa : mi, umi ngasih hadiah apa di HUT abah ?

umi : hidupku

TRUS SAYA NYA BINGUNG AJA DONG

Rifa : mi maksudnya gimana....

umi : yang menggerakkan hidup adalah jiwa/hati
apapun yang bikin senang, semuanya untuk abah
karena hanya beliau yang memiliki ketulusan malaikat sandaran jiwa umi
satu-satunya makhluk di muka bumi yang Allah setiakan di sisi umi

Rifa : banyak suami istri lain yang semakin merasa bosan satu sama lain seiring usia,
apakah umi juga merasa seperti itu ?

umi : rasa hari ini lebih baik dari rasa pertama saat jatuh cinta

mungkin percakapan diatas kelewat sedikit, but its mean a lot for me. saya memang belum pernah menikah, dan juga tidak berencana menikah dalam waktu dekat. namun apa yang ibu saya sampaikan diatas cukup membuat saya tercenung.

ternyata, cinta sejati itu ada.

saya adalah mahasiswa di jurusan yang sangat mengedepankan logika dan memiliki hobi menonton serial melodrama korea. kontradiktif. namun sukses membuat saya (sedikit) apatis tentang apa itu cinta.

namun sedikit penjelasan dari ibu saya tadi membuka mata saya, bahwa mencintai itu tidak pernah salah. meskipun pada akhirnya juga akan terluka. karena perjalanan cinta sejati selalu menuntut luka dan air mata sebagai harga.

 berikut ucapan selamat ulang tahun dari umi saya untuk abah hari ini

selamat tanggal kelahiran
tetaplah menjadi yang terbaik di hatiku
duhai matahari
kekurangan abah sangat banyak tak terhitung seperti bintang di langit
jika abah salah dan hendak minta maaf
umi pasti maklum
duhai sebagian pemilik hati
tabungan maafku sudah tidak terhingga
dari binar matamu
duhai matahati
semakin menyilaukan setiap aku membuka mata di shubuh hari,
menatap wajahmu yang tanpa dosa, sepolos bayi yang baru lahir
sampean di hari ini
seperti hari kemaren
kalau daku bisa memaafkan
itu karena dikau telah mengajarkan kesabaran atas setiap sikapku
jika aku bisa berlapang dada, itu karena aku belajar dari caramu menahan diri atas sikapku yang tidak menyenangkanmu
jika aku bisa mencintai,itu karena engkau telah mengambil tempat di sisiku dengan hidupmu
aku hanya berjalan di koridor terang yang kau semburkan dalam setiap api cinta yang membara
tanpa dikau merasa pernah memberi
aku sudah cukup puas menutup mata di akhir hari dengan hanya mengingat segalanya, dan itu tentang kita
selamat ulang tahun ke-51
dari tulang rusukmu aku diciptakan
untuk Tuhanku dan dirimu aku mengabdi

Selamat Ulang Tahun ke-51 Abah. dari anak sulungmu.


Surabaya, 9 Mei 2015




Rifa Akhsan

You May Also Like

2 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.