Gonggongan yang Mengganggu

by - June 03, 2015

beberapa hari yang lalu, frame kacamata Rusma pecah, dan kami memutuskan untuk membeli frame baru di lapak langganan kami yang terletak di Pusat Grosir Surabaya.

sebelum sampai di PGS, saya dan Rusma kesasar di salah satu jalan paving di daerah Dupak, pikir kami sederhana, biasanya jalan kampung ini pasti ada tembusannya menuju jalan besar. kami terus menyusuri jalan tersebut dan...... buntu.

bukan buntu yang menjadi sumber kepanikan, tapi lima ekor anjing yang terus menggonggong mendekati kami yang waktu itu berboncengan mengendarai sepeda motor.

itu anjing kurang piknik ya ? galak bener.



tidak ada yang bisa saya lakukan, dalam posisi sepeda motor masih menyala, kaki saya kiri kanan menahan sepeda motor. lutut saya gemetar saking takutnya, namun saya yakin gerakan sekecil apapun dari saya pasti akan semakin memancing si anjing.

pikiran saya waktu itu cuma satu, gimana caranya si anjing nggak gigit kaki saya. karena saya harus mandi tujuh kali dengan satunya dengan air yang dicampur tanah liat karena air liur anjing merupakan najis besar dalam agama saya, selain itu JEANS KESAYANGAN SAYA JADI NGGAK BISA DIPAKE LAGI DONG.

iya, waktu itu saya berangkat memakai jeans biru kesayangan yang nyari warnanya susah setengah mampus dan saya yakin kalau sampai digigit anjing lebih baik jeans nya dibuang daripada resiko shalat saya nggak sah karena nggak suci secara pakaian.

sedih hati adek, mz.

dengan lutut yang masih gemetar, dan lima ekor anjing yang masih semangat menggonggong. saya hanya bisa diam sambil terus melantunkan ayat Al-Qur'an yang saya ingat memiliki fadilah sebagai penolong dari binatang buas. ajaibnya, setelah ayat tersebut saya baca, si anjing langsung seperti kesetrum lantas berlari menjauh dari saya, sampai sekitar dua meter. tapi masih terus menggonggong pada saya, yang anehnya tidak lagi mendekat.

ada kali sepuluh menit saya dalam posisi tersebut. sampai akhirnya pembantu tetangga pemilik anjing tanya ke saya "mbak, mau kemana ?" yang saya jawab dengan "saya salah jalan mas, ini mau puter balik trus saya takut."

"owalah mbak, yawes sampean puter balik pelan pelan, anjingnya biar saya yang halau"

dengan masih gemetar pelan pelan saya puter balik, disana pun saya masih takjub karena si anjing tetap tidak berani mendekati saya.

sebuah pengalaman yang sulit dilupakan.

setelah itu saya berpikir, kejadian anjing ini merupakan ikhtibar (petunjuk dari tuhan berupa isyarat kejadian) karena beberapa hari terakhir saya upset karena banyak rumor jelek yang jauh dari kebenaran menerpa saya.

mungkin saya dan pembaca sedang mengalami kejadian seperti saya, "digonggongi" terus menerus dengan harapan si "anjing" dapat "menggigit" kita.

hidup memang penuh cerita, pun ketika kita bertemu dengan mereka mereka yang tidak sadar sudah melupakan etika dan moral sehingga bersikap layaknya binatang untuk satu tujuan tertentu.

kejadian digonggongi anjing ini memberi pelajaran besar bagi saya, lebih baik diam tenang dan terus berpegang pada tuhan dibanding terus strict to the plan untuk ngotot mengeksekusi rencana.

saya tidak bilang peribahasa "anjing menggonggong kafilah tetap berlalu" itu salah, namun berdasarkan pengalaman digonggong anjing beneran, saya rasa ungkapan "anjing menggonggong, mbak Rifa duduk diam tenang, berpegang pada tuhan. setelah keadaan lebih kondusif baru berlalu" itu lebih cocok untuk saya.

"digonggongi" anjing merupakan masalah yang mungkin menghentikan langkah untuk sementara, namun kita tidak boleh hancur hanya karena "gonggongan" si "anjing". mengganggu memang, namun itu bukan akhir dari dunia.

duduk diam tenang dan berpegang pada tuhan memang bukan hal mudah, butuh stock yakin dan sabar yang cukup untuk bisa bertahan sampai keadaan menjadi lebih kondusif.

pertolongan pasti datang kepada mereka yang tulus meminta.

btw ini ayat yang saya baca waktu kejadian digonggongi anjing itu


Sumber Gambar
Al-Baqarah Ayat 18







Surabaya, 3 Juni 2015






Rifa Akhsan

You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.