Library Eatery By Uranus, Cafe Tenang dengan Aroma Literasi yang Kuat.

by - June 12, 2015



sabtu malam, masnya lagi lembur. masnya Rusma juga ada acara hangout sama cowok cowok. saya dan Rusma juga lagi banyak tugas dan kerjaan.

YA TAPI MASA MALAM MINGGUAN KITA CUMA DIRUMAH AJA SIK

ikut rame rame nya malam minggu lah, tiap malam kita udah sibuk di kampus kan.... pikir saya.

"rus kerjaan sama tugas ini dibawa. kita kemana gitu, ganti suasana lah"

ajak saya yang dijawab Rusma dengan

"tapi ini kan malam minggu ?"

"kita cari tempat yang super segmented, pasti ada tempat kosong. kita hindari mall, pasti penuh orang. cafe dengan konsep general juga jangan, kecil kemungkinan ada tempat kosong."

"hmm, kalau kamu ada saran nggak ?"

tanya Rusma balik

"kalau aku mikirnya kita cari Librarian Cafe aja Rus"

"ayo"



Librarian Cafe adalah istilah bagi saya untuk cafe atau tempat makan yang terletak berdekatan dengan toko buku, dibangun sebagai salah satu fasilitas literasi. tempatnya biasanya tenang, bukan terletak di basement atau parkiran, dan segmentasinya cenderung sangat spesifik, untuk mereka mereka yang menginginkan suasana lain terhadap kecintaan pada buku namun masih terasa kental nuansa literasinya.

Librarian Cafe yang Saya tau di Surabaya hanya ada 3 : Library Cafe di Gramedia Expo Basuki Rahmat, Helick Gelato Perpustakaan Bank Indonesia Mayangkara, dan Lybrary Eatery di sebelah toko buku Uranus Jl. Ngagel Jaya.

malam itu mood saya menuntun untuk ke Library Eatery Uranus.

begitu membuka pintu cafe ini saya dan Rusma disambut oleh para mbak mbak pelayan yang sangat ramah, kami lalu langsung memesan Green Tea Frappe di kasir. disana kami diberitahu bahwa ada beberapa tempat kosong di lantai 2 dan mbak mbak nya memberikan beberapa rekomendasi tempat pada kami yang nyari tempat dekat colokan.

aroma literasi sangat kuat bahkan hanya beberapa detik setelah saya masuk, dengan pencahayaan yang temaram namun cukup terang untuk membaca, mereka yang hadir disini cenderung berbicara lirih sehingga tidak menganggu ketenangan pengunjung lain.

di sebelah kiri, sebelum saya dan Rusma naik ke tangga menuju lantai 2 terdapat rak buku berisi textbook dari beberapa disiplin ilmu (yang sayangnya nggak ada textbook teknik sipil) majalah, novel, dan beberapa buku bacaan non fiksi yang cukup langka. ditata dengan penataan yang cukup unik, membuat yang melihat merasakan magnet literasinya.



saya adalah seorang cucu dari pedagang buku. kai (kakek) sering mengajak saya ke toko beliau. mungkin itu yang membentuk alam bawah sadar saya menjadikan seseorang yang sangat produktif jika dikelilingi oleh buku buku. ada ketenangan tersendiri rasanya bekerja di ruang baca yang menjanjikan ketenangan yang tidak menakutkan.

cafe ini terbagi menjadi dua bagian, indoor dan outdoor. kebetulan saya memilih bagian outdoor, memang sedikit panas karena tidak ada pendingin udara. namun menikmati pemandangan jalan pucang anom timur yang padatdi malam minggu dalam suasana balkon yang nyaman memberikan suatu nuansa baru di malam minggu.

menyenangkan rasanya bisa bekerja dengan suasana lain yang memberikan suatu pengalaman baru.



pekerjaan bukan lagi jadi penghalang malam mingguan kan ?






Surabaya, 12 Juni 2015





Rifa Akhsan


You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.