Mengkaji Arti Filosofis Mental Baja Berdasarkan Analisa Struktur Baja

by - June 06, 2015

"milikilah mental setangguh baja, jangan bermental lembek layaknya tempe. kita butuh manusia manusia bermental baja untuk menghadapi tantangan global"

adalah salah satu ungkapan ala ala motivator dalam beberapa materi pendidikan karakter yang membakar semangat para pesertanya untuk tidak mudah putus asa dan tetap semangat.

memangnya baja itu setangguh apa ?

pertanyaan bodoh saya setiap menghadiri atau membaca tulisan tulisan tentang pembentukan mental dan pendidikan karakter. ya, mungkin saya dan para pembaca seringkali tidak dijelaskan sebenarnya seberapa hebat sih material baja itu sampai dianalogikan untuk perumpamaan pembakar semangat ?





hampir dua tahun saya bergelut di dunia teknik sipil sebagai seorang akademisi, mahasiswa maksudnya. dan ada beberapa sifat dan perilaku baja yang membuat saya takjub dengan ketangguhan material ini. semakin saya belajar, semakin saya takjub.

saya jadi berpikir apa jangan jangan pencetus ungkapan "milikilah mental setangguh baja" adalah seorang insinyur teknik sipil dengan spesialisasi kontruksi baja.

ada beberapa catatan saya tentang baja, yang kalau dimaknai lebih dalam mungkin pembaca bisa paham kenapa saya begitu mengagumi material ini

sebelumnya saya pernah menulis tentang proses fabrikasi baja yang melibatkan proses panjang nan mahal dengan selalu melibatkan api, las, dan alat alat potong yang pastinya tajam, dari sana saya harapkan sudah ada gambaran betapa tangguh baja itu. namun di postingan kali ini saya mencoba memahami karakter baja dengan sudut pandang filosofis seorang mahasiswa semester 4 teknik sipil.

1. baja itu keras, tapi lentur.


Sumber Gambar
nggak, saya nggak mau share teori tegangan regangan baja kok. tapi saya cuma mau ngasih tau. sebelum baja mencapai titik fy. maka perilakunya lentur (elastis) meskipun sifatnya keras. artinya mental baja itu harus punya pendirian yang kuat. namun fleksibel dalam perbuatan.

2. jika diperhitungkan dengan benar. dalam kasus hubungan balok kolom. baja dalam balok dan baja dalam kolom tidak akan pernah lepas.

artinya bahwa, seorang bermental baja, tidak mudah melepaskan sebuah ikatan (pertemanan, rekanan, persahabatan, dll) kecuali karena sebab sebab yang tidak bisa ditoleransi.

3. baja memiliki sifat daktail, meskipun dia terpaksa harus meleleh dia masih kuat menahan beban.

secara teori tegangan regangan, baja mungkin saja berada dalam posisi fy, dimana wujudnya sudah tidak seperti asalnya, sudah meleleh karena beban yang harus ditanggung. namun meskipun sudah leleh baja masih kuat menahan beban bahkan dalam beberapa kasus sifatnya menjadi plastis, dimana ketika ada beban baru yang ditambahpun baja masih kuat menanggung beban. 

orang yang bermental baja bukan orang yang selalu kuat, pasti bisa juga goyah dan roboh. namun ketika sudah goyah dan roboh sekalipun dia bisa tetap berjuang dan menjadi lebih kuat.

4.  dalam kasus komposit baja dengan beton pada bangunan portal, baja harus berada di dalam, dibungkus beton dan tidak terlihat. sepintas kekuatannya berasal dari beton padahal sejatinya penyumbang kekuatan tahan tarik pada struktur ini adalah baja.

orang bermental baja tidak harus selalu show on, pamer bahwa dia adalah yang paling berjasa. ketika dia memutuskan berada "di belakang layar" semua orang tetap bisa melihat dan mengakui kekuatannya.

5. baja mampu menerima tekanan dari segala arah (pada bangunan Truss)

orang bermental baja mampu bertahan meskipun serangan masalah datang bertubi tubi dalam segala aspek kehidupan

6. harga baja mahal

dengan segala yang ada dalam baja, pantaskah kita "menghargai" orang bermental baja dengan murah ?



saya bukan seseorang bermental baja, saya hanya berusaha memiliki mental setangguh baja.






Surabaya, 6 Juni 2015




Rifa Akhsan




You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.