Stop Kekerasan Pada Keyakinan

by - June 26, 2015

bertahun tahun yang lalu, ada seorang anak muda dengan perjalanan takdir akhirnya menerima kenyataan bahwa dirinya adalah seorang pewaris sebuah perusahaan dibidang konstruksi. si anak muda mulai mengidentifikasi masalah yang terjadi di perusahaannya adalah tentang tenaga ahli. ia pun mulai bermimpi untuk menjadi seorang tenaga ahli agar perusahaannya mengerjakan proyek proyek besar skala provinsi sampai nasional dengan berdoa agar diberi jalan untuk menjadi magister teknik dibidang manajemen konstruksi. tapi sebelum itu ia bermimpi untuk memiliki jaringan tenaga ahli di semua bidang konstruksi. mimpi ini ia mulai dari awal kuliah dan terus hidup dalam hatinya.

ayah dan beberapa rekan senior di kantornya menertawakan mimpinya dan berusaha untuk mengintervensi keyakinan si anak muda, si anak muda menangis ke ibunya kenapa kenyataan tidak mendukungnya padahal yang ia inginkan adalah kebaikan bagi perusahaan. ibunya menjelaskan bahwa rekan senior kantor hanya tidak bisa menerjemahkan mimpinya.



hari demi hari dijalani oleh si anak muda dengan terus memelihara mimpi besar itu di dalam hatinya. realita dan kenyataan kantor terus memberitahunya bahwa mimpinya terlalu tinggi, karena jangankan proyek skala provinsi hingga nasional. proyek kelas kabupaten dan kotamadya saja kantornya sudah kewalahan untuk mengerjakan. tidak usah muluk muluk, ini saja yang dijalani. begitu kata rekan rekan satu kantornya.

waktu berlalu, seingat saya dua tahun yang lalu si anak muda mulai membangun mimpi. dan sekarang si anak muda sudah memiliki jaringan tenaga ahli seperti mimpinya, kini ia hanya perlu memencet sederet nomor untuk menghubungi para tenaga ahlinya untuk kebutuhan proyek provinsi dan nasional yang dikerjakan oleh kantornya.

kini si ayah telah memberikan kepercayaan penuh karena si anak muda bisa melakukan hal yang sangat luar biasa, membangun jaringan tenaga ahli di berbagai bidang di usia yang sangat belia, 22 tahun.

kini rekan kantornya hanya bisa terdiam, melihat si anak muda yang bahkan masih belum lulus kuliah strata satu berhasil memenangkan tender milyaran rupiah karena ketepatan dan kecerdasan metode pelaksanaan. dan tentunya, jaringan tenaga ahli yang dimilikinya.

si anak muda sudah berjalan jauh, sementara rekan rekan kantornya masih disitu situ saja tanpa perubahan.

kini si anak muda menapaki hidup berdasarkan mimpi dan apa yang dia yakini, dan saya yakin si anak muda hanya akan memberikan kejutan kejutan kesuksesan yang lebih luar biasa lagi di masa depan.

kadang kita tidak sadar telah melakukan kekerasan pada keyakinan seseorang dengan menertawakannya sembari bercerita tentang realita dan kenyataan.

mungkin saya, juga anda. sering berkata "ah mau jadi apa kamu kuliah di jurusan anu" ketika adik atau teman kita mengambil jurusan kuliah yang masih asing dalam pandangan kita. atau ketika ada mereka yang memulai untuk merintis usaha kemudian dicibir "ngapain usaha itu, mending cari yang pasti pasti aja. jadi karyawan" atau ketika ada yang bermimpi diterima di perguruan tinggi tertentu kemudian dicibir "itu kampus grade nya tinggi, nilaimu lho segitu. apa ya mungkin"

kata kata diatas sebenarnya adalah bentuk nyata kekerasan pada keyakinan, kita tidak pernah tau apa yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpi dengan mimpinya. mencoba mengajak si pemimpi untuk menghadapi kenyataan dan realistis sama sekali tidak akan menyurutkan langkah si pemimpi untuk berhenti, apa yang bisa kalian lakukan selain hanya membuat hatinya sedih dan menangis.

seorang pemimpi, selalu memiliki langkah yang spesifik dalam perjalanan mewujudkan mimpinya.

kenyataan memang sering membuat langkah itu terhenti, tapi mereka yang teguh bermimpi tidak akan putar balik hanya karena kenyataan. otaknya akan bekerja untuk menyesuaikan mimpinya menjadi kenyataan.

anda tidak akan pernah memegang product apple bila saja Steve Jobs menghentikan mimpinya, anda tidak akan bisa membeli barang bekas secara aman di bukalapak.com jika saja Achmad Zaky menyerah untuk mimpinya atas kekerasan yang dilakukan oleh teman teman kuliahnya yang berkata lebih baik menjadi karyawan di perusahaan asing ketimbang membuka usaha dibidang start up.

semua karena mimpi, yang sayangnya seringkali terlukai oleh kekerasan pada keyakinan.

mungkin maksud mereka yang berusaha memaparkan realita itu baik........ adalah kata kata pembelaan untuk mereka pelaku kekerasan pada keyakinan, jujur saja saya tidak melihat baiknya itu dimana. jujur saja saya sedih dengan mereka yang menangis karena mimpinya tidak didukung oleh orangtua dan lingkungan. kadang saya suka bertanya, sebegitu susah-nya kah untuk mengaminkan sebuah mimpi ?

saya ini pemimpi, dan saya yakin para pembaca saya juga pasti memiliki mimpi.

yuk, kita stop menjadi pelaku kekerasan pada keyakinan orang lain yang berusaha mewujudkan mimpinya.

anak muda yang saya ceritakan tadi bisa, saya juga pasti bisa, kamu bisa, kalian juga pasti bisa.


Sumber Gambar


"anak muda tidak boleh dihentikan mimpinya oleh realita, biarkan ia sendiri yang mengarifi realita dengan mimpinya"


Surabaya, 26 Juni 2015







Rifa Akhsan

You May Also Like

8 comments

  1. Di awal saat baca judul saya kira keyakinan beragama, ternyata salah... Hehe
    Setuju keyakinan dan mimpi akan jadi pasangan yang klop

    ReplyDelete
  2. @Catcilku:Keyakinan beragama yang sudah diterjemahan.
    Tinggal baca dan nikmati. #salam kenal.

    Faizah: teruslah bangun mimpimu!

    ReplyDelete
  3. @Catcilku:Keyakinan beragama yang sudah diterjemahan.
    Tinggal baca dan nikmati. #salam kenal.

    Faizah: teruslah bangun mimpimu!

    ReplyDelete
  4. Keyakinan beragama yang sudah diterjemahkan. Teruslah bangun mimpimu!.

    ReplyDelete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.