Hal - Hal yang Cuma Dialami Mahasiswa Teknik Sipil

by - July 11, 2015

pengumuman ujian masuk perguruan tinggi udah kelar. untuk adek adek yang diterima, selamat ya. untuk yang tidak diterima, kuliah di swasta juga nggak buruk kok.

saya yakin pasti ada dari kalian kalian yang diterima kuliah di jurusan teknik sipil. WELCOME TO THE JUNGLE DEK.

kalau adek adek masih belum sepenuhnya sadar jurusan teknik sipil itu kayak apa bisa dibaca di sini beserta mitos mitos yang menyertai dunia teknik sipil  

kalau adek adek kebetulan diterima kuliah di Surabaya dan masih regional Surabaya timur trus bingung mau makan dimana juga bisa liat tulisan saya yang ini 

kamu cewek dan diterima di teknik sipil ? selamat dek ini hal hal yang bakal sering kamu alami. atau ternyata cowok kamu yang diterima di jurusan teknik sipil ? mungkin tulisan ini bisa membuka mata kamu.



di postingan ini saya kasih spoiler buat adek adek yang akan berkuliah di teknik sipil tentang hal hal apa aja yang bakal kamu alamin di jurusan ini, kalau bukan kamu yang alamin minimal temen kamu lah yang ngalamin. apa saja itu ?

1. Gagal Ngecor
seriusan ini, di praktikum struktur beton kamu bakal ngalamin. semua udah sesuai prosedur buku panduan praktikum eh pas betonnya kering gagal aja dong. alhasil kamu harus ngecor ulang di hari libur yang seharusnya dihabiskan di kosan dengan makan dan nonton drama Korea. belum lagi kalau usia beton udah 28 hari dan kuat tekan beton kamu nggak memenuhi syarat ? siap siap aja cari argumen di depan dosen pembimbing yah.

2. Mabok Hitungan
lah gimana hampir semua mata kuliah selalu mengandung angka, rumus dan persamaan. semua semua ngitung, kayanya kalau sehari aja nggak ketemu sama hitungan ada yang kurang. tapi bahagianya, ngerjain soal anak SMA jadi terasa mudah asal tau polanya.

3. Ngebor Panas Panas Plus Kotor Kotor Mainan Tanah
di praktikum mekanika tanah, kalian akan bertemu dengan test boring dan soundir, dimana kalian harus ambil sampel tanah di kedalaman tertentu dan melakukan uji lab. alatnya manual bro, kebayang soundir seberat 2 ton dipake di lapangan jam 2 siang DEMI secuil tanah berwarna kecoklatan yang dikehendaki oleh buku panduan praktikum. kalau tukang mah udah terlatih tenaganya, lah kita mahasiswa alias tukang tukang amatir karbitan yang terpaksa melakukan praktikum demi lulusnya , kita kita di praktikum ini, gempor Bung.

4. Sering Dipikir Lulus Bakal Jadi Tukang.
perlu diketahui, emang sih sarjana teknik sipil ini lulus kerjanya bakal sama tukang, TAPI KITA BUKAN TUKANG. kita ini bos dari bos bos bosnya tukang. kita ini tenaga ahli yang bertanggung jawab atas hasil kerja tukang tukang itu. kita bukan tukang.

5. Suka Disalah-Kaprah-in Nggak Ada Bedanya Sama Arsitek
suatu kali, saya terlibat pembicaraan dengan bapak bapak korporat di bidang industri bahan kimia. si bapak kita anggap B dan saya adalah Me.

B : Mbak Rifa, saya mau bangun rumah dengan konsep go green, tapi yang elegan minimalis dan kalau bisa minim budget. gitu gimana ya ?

Me : wah pak, kalau gitu saran saya bapak lebih baik ngobrol sama Arsitek aja ya pak

B : bukannya mbak Rifa ini kuliah jurusan bangunan ya ?

Me : iya pak, saya kuliah di jurusan teknik sipil.

B : mestinya teknik sipil itu lulusnya jadi arsitek kan ?

Me : *dalam hati* BUMI TOLONG TELAN AKU TOLONG AKU UDAH NGGAK KUAT DENGAN SEMUA KEFANAAN DUNIA INIIIII


6. Terbiasa dengan Istilah Infrastruktur
percayalah, teknik sipil berhasil membawa kamu pada hal hal yang sebenarnya berat dan kompleks menjadi sebuah candaan ringan atau obrolan sambil lalu. misalnya

- loh kamu sekelas sama aku di pelabuhannya pak Mul kan, masa kamu nggak tau aku ? akuuuu yang sering telat...
atau
- Rifa, jembatan kamu gimana ? lancar ? jembatanku kayaknya gelagarnya mau aku gedein deh dimensinya, takut ambruk aku. soalnya bebannya kemarin aku lupa masukin gempa...
atau
- aku sebel, lapangan terbangku revisi, run away nya kurang panjang, apron nya juga kurang luas padahal perencanaan aku Airbus A320 sama Boeing 737 - 900ER bisa mendarat di sana ....

yah obrolan obrolan semacam diatas bakal biasa banget terdengar di kalangan mahasiswa teknik sipil.

7. Sering Jadi Analis Struktur Bangunan Dadakan

anak kalau kuliah di teknik sipil selain dipandang nggak ada bedanya sama tukang, juga sering banget dipikir ahli parah soal bangunan, seperti pembicaraan dibawah ini. si bapak dan saya, si bapak B dan saya Me.

B : mbak Rifa tau nggak di Jalan Belanak itu ada loh parit cuma 300 meter tapi anggarannya 2 milyar, itu apa ya nggak boros.

Me : pak kan ada hitungannya, kalau saya jelasin bakal panjang banget, biasanya sih hubungannya sama analisa struktur sama alatnya...

B : lha tapi ya masa' cuma parit gitu aja sampe sebegitu besarnya dananya ? apa ya nggak pemborosan anggaran ? pantes negara ini nggak maju maju bla bla bla

Me : *dalam hati* UMI TOLONG MAAFKAN ANAKMU INI KOK YA BISA BISANYA KETEMU SAMA ORANG SOK NGERTI SIPIL TAPI OMONGANNYA NGAWUUUR

yak, kejadian diatas adalah satu dari berbagai kejadian absurd karena prasangka mahasiswa teknik sipil adalah ahli struktur bangunan, ahli sih ahli tapi ya nggak segitunya juga...



jadi, apa lagi hal hal yang cuma dialami sama mahasiswa teknik sipil ? share yah di komentar




Bontang, 11 Juli 2015





Rifa Akhsan



<span data-sociabuzz-verification="9f213b8f" style="display: none;"></span>

You May Also Like

1 comments

  1. Nice Mbak !!! itu menggambarkan cerminan & realita yg sering terjadi di dunia teknik sipil.. Tetap semangat ya Mbak sesama anak sipil.. !!!!!!!!!!!!!!!!!

    ReplyDelete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.