Kuliah Teknik Sipil, Apa Tanggapan Orangtua ?

by - July 14, 2015

Teknik Sipil, Jurusan dimana Aku dan Kamu Menjadi Satu

"cewek kok ya kuliah di teknik sipil, cewek itu jadi guru, kuliah ekonomi. enak, adem kerjanya di kantor, gajinya tinggi. lah ini kerja panas panas sama cowok cowok. cewek macam apa itu keganjenan kuliah di jurusan nggak jelas"

adalah ucapan paling sinis yang pernah saya dengar dari mulut seorang ibu, mendengar itu saya luar biasa sedih. inilah, fakta ironi bahwa ungkapan jangan asal menjustifikasi kalau kita nggak tau tau banget itu benar adanya.

si ibu tidak salah dengan tidak tahu apa itu jurusan teknik sipil, tapi dia tanpa sadar telah menoreh luka pada yang mendengar, terlebih yang mendengar tau persis maksud perkataan si ibu.

banyak teman teman saya yang tanya bagaimana tanggapan orang tua saya memiliki anak kembar perempuan yang semuanya berkuliah di jurusan teknik sipil.

kalau di keluarga saya sih berkuliah di jurusan teknik sipil adalah harga mati. kami memiliki beberapa perusahaan konsultansi yang harus diteruskan ekspansi dan eksistensinya.

ya kalau kamu pewaris seperti saya, lebih baik baik tidak usah diteruskan membaca postingan ini

kalau kamu bergelar sarjana teknik sipil, tidak mungkin kamu hanya dipekerjakan sebagai drafter atau estimator. karena untuk menjadi drafter, estimator, admin proyek atau pelaksana lapangan lulusan SMK saja sudah cukup.

menjadi sarana teknik sipil artinya siap untuk menjadi seorang analis atau penanggung jawab proyek.

saran saya kalau bertentangan dengan orang tua, janganlah kuliah di teknik sipil daripada ntar ilmunya nggak kepake. saya misalnya, begitu lulus diberi tawaran kiranya saya mau mempertimbangkan untuk ditempatkan sebagai direktur kantor cabang di Kutai Timur.

Kutai Timur memiliki luas hampir sama dengan Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yang digabung. akses teknologi masih sangat terbatas, praktisnya daerah ini adalah pedalaman kalimantan. terbayang jika proyek perencanaan saya harus menempuh jarak ratusan kilo dengan medan yang sangat sulit demi mengambil data bersama surveyor. belum lagi kalau pengawasan, saya harus mengunjungi kawasan proyek secara berkala demi tercapainya target report. tapi daerah ini adalah daerah tambang dan perkebunan kelapa sawit yang sangat kaya, dan pemerintahnya terus berusaha melakukan pembangunan berkelanjutan. proyek proyek infrastruktur disana didanai dengan angka yang sangat fantastis, saya mengkalkulasi untuk tiga buah proyek perencanaan saja nilai kontrak yang diberikan kepada penyedia jasa cukup untuk membeli sebuah pesawat jet pribadi berkapasitas empat belas orang.

sebuah peluang bisnis yang akan mengantarkan para pemimpi seperti saya mencapai kebebasan finansial.

karena menikah dengan kontraktor adalah solusi masa depan Rifa Akhsan.. 

untuk yang berminat menjadi praktisi atau tenaga ahli di daerah, mungkin seperti itu gambarannya. kalau rencana kuliah teknik sipil mau jadi dosen ya nggak akan nemu gambaran yang saya ceritakan. ada juga alternatif lain, menjadi karyawan perusahaan konstruksi di kota besar yang hanya mengerjakan proyek di kota besar dan kebanyakan berbentuk gedung berlantai banyak. tapi yang namanya proyek ya pasti ada kalanya ditaruh di luar kota untuk mengerjakan proyek disana.

untuk yang mau aman banget, kerjalah di bank, karena kemampuan logika matematika kalian pasti terpakai jika ada pengajuan pembiayaan proyek.

teknik sipil memang bukan jurusan ramah untuk perempuan, jika kamu adalah calon mahasiswa baru yang nggak tau tau banget prospek jurusan teknik sipil, pertimbangkan pandangan orangtua kalian tentang teknik sipil, siapa tau orangtua kalian tipikal ibu ibu yang saya ceritakan diawal postingan ini.

tapi kan banyak mbak Rifa cewek cewek lulusan teknik sipil settle kerja kantoran di bidang konstruksi ? di pabrik baja misalnya.

ya pilihan karier itu beda beda sih, nasib orang juga beda beda. kalau kamu mau jadi tenaga ahli cetar membahana yang dikagumi seantero pejabat Kementerian Pekerjaan Umum, mobilnya Honda HR-V, membeli tas dan sepatu branded  semudah membeli minum di minimarket pinggir jalan, menjadwalkan liburan keluar negeri setahun sekali, umrah setiap dua tahun sekali, dan escape escape lucu ke wisata nusantara demi melepas penat dan memiliki rupiah serta dollar tak berseri niscaya kalian akan mempertimbangkan gambaran yang saya ceritakan secara serius.

intinya adalah, choose your major wisely. ibu ibu yang saya ceritakan diatas masih merepresentasikan pandangan sebagian besar orangtua untuk anak anak perempuan mereka mengambil jurusan teknik sipil.

diskusikan jurusan yang akan kamu ambil di perkuliahan, dan diskusikan tawaran kerja beserta prospek kesejahteraannya bagi hidupmu, kalau mau kaya dari teknik sipil ya jalannya pasti dari proyek. tapi resiko selalu berbanding lurus dengan keuntungan.

karena pada akhirnya, doa orang tua yang paling menentukan kesuksesan hidupmu.










Kubikel Kantor PT Borneo Sentra Teknik Consultant,
Bontang, 14 Juli 2015





Rifa Akhsan






You May Also Like

2 comments

  1. mama saya teknik sipil ...
    malah ikutan demo 66 ...
    anaknya cowok - cewek teknik

    ReplyDelete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.