Riffat Menulis Untuk Apa ?

by - September 16, 2015

Sumber Gambar

karena menulis adalah tentang merangkai rasa dalam kata
adalah quote ciptaan saya sendiri ketika saya memutuskan bersih bersih blog dan diminta untuk mengisi kolom deskripsi blog.




dulu waktu saya SMP kelas 1, saya sering menangis diam diam karena berbagai kejadian yang harus saya hadapi sendiri. ya, saya bersekolah di Jombang sementara orang tua saya di Bontang. sungkan rasanya menelpon orangtua hanya untuk mengabarkan perlakuan diskriminatif para guru dan teman teman hanya karena pemikiran saya yang berbeda.

akibatnya saya sering sakit dada dan asma saya juga sering kumat,  para orang orang alim di Darul Ulum yang omongan beliau "mandi" dan selalu dekat dengan saya mengatakan saya harus melampiaskan apa yang saya rasakan kedalam media tertentu, bukan dalam media air mata.

saya mencoba menulis buku harian, tapi karena akan lain hal, saya ditertawakan tentang apa yang saya tulis. kemudian beralih pada membuat kliping, dan akhirnya saya berhenti karena merasa media kliping tidak bisa menggambarkan secara persis tentang apa yang saya rasakan.

kemudian di tahun 2007 internet mulai masuk di Darul Ulum, mereka yang mengetahui "akses" bisa bercengkrama dengan internet lewat prosedur prosedur tertentu.

beruntung saya diberkahi tuhan oleh kemampuan lobbying mumpuni plus nyali berani mati, beruntung pula orangtua saya memberkahi saya dengan finansial diatas rata - rata anak seusia saya. akhirnya setiap kamis dan jum'at saya menghabiskan masing masing 8 jam di depan komputer di pusat komputer UNIPDU, tentunya dengan biaya setiap jamnya.

saya mulai mengenal apa itu internet, blog dan kode HTML. ya, saya ini bisa ngoding meskipun nggak ahli. saya mulai mengenal blog dan mempelajari fiturnya, waktu itu masih booming boomingnya friendster, MIRC, dan MySpace. blogger baru ramai digunakan di negara uwak sam sana, belum di negaranya Faizah Riffat Ma'rifah.

saya mulai mengerti bahwa blog adalah sarana menulis secara independen yang bertanggungjawab, saya boleh menuliskan apa saja yang saya rasa selama masih dalam batas etika berbahasa tulisan, saya juga sudah mulai menarik garis antara tulisan tulisan di blog dan pengaruhnya terhadap personal branding si penulis. you are what you write.

dari sana saya mulai menulis, saya menulis apapun yang mau saya tulis, tidak ada yang marah, protes, kritik, dll tentang tulisan saya, ya mungkin saja waktu itu blog saya nggak punya pembaca hehehehe.

waktu berlalu, saya berganti ganti blog, karena anak labil sampai akhirnya di tahun 2012, waktu itu saya SMA kelas 3. saya menulis tulisan selamat ulang tahun untuk wali kelas saya, di blog ini. besoknya wali kelas saya berterima kasih dengan tulus tentang tulisan saya dan bangga dengan saya yang seorang blogger (seingat saya waktu itu di angkatan saya yang blogger cuma saya dan Afia Hidayati).

dari sana saya mulai melihat menulis bukan hanya tentang mencurahkan apa yang saya rasa, tapi tentang bermanfaat untuk orang lain. bahagia rasanya ketika ada seseorang yang sengaja mengirimi saya email dan berterima kasih karena dia kembali ceria setelah membaca tulisan saya. kebahagiaan itu begitu tulus dan... murni.

mungkin banyak diluar sana mereka yang sinis dengan apa yang saya tulis, kok ya isinya melulu ngomongin orang, iklan, nulis nulis hal nggak penting, nyebarin nyebarin quotes nggak terlalu mutiara, dll

semua orang berhak suka atau nggak suka, senang atau sedih, tersindir atau termotivasi atas tulisan saya, itu hak asasi. saya tidak peduli tentang tanggapan, saya nulis nggak untuk cari pembaca, saya hanya mau berbagi dan mencoba untuk memberikan sesuatu yang (mudah - mudahan ) bermanfaat. itu saja.

menulis adalah tanda hidup
adalah quote bikinan umi saya. saya pikir itu sangat benar.

kini setelah bisa berdamai dengan diri sendiri atas apapun yang terjadi di hidup saya, menulis sudah bergeser dari media mencurahkan rasa dalam kata menjadi media yang membuat saya tetap "waras"

semakin kesini tuhan memberikan amanah yang semakin "wow" pada saya, tentunya itu dibarengi dengan resiko dan konsekuensi. menulis kini menjadi dopping saya ditengah kesibukan, tanda bahwa saya masih bisa merasakan nikmat tuhan, berupa ujian maupun pujian.

mengenai rejeki yang saya dapatkan dari blog ini juga sebenarnya saya nggak ngejar kesana ya, karena saya menulis bukan untuk cari uang. memang ada bloger diluar sana yang "piring nasi" nya memang dari sini, tapi itu bukan saya. kalaupun ada, saya anggap itu hadiah hiburan lah untuk saya.

blog ini bagi saya bukan hanya tentang menulis, saya dapat teman, dapat jaringan, dapat aktualisasi diri, dapat hikmah, dapat pacar aja sih yang belum   , yah pokoknya saya bersyukur tulisan saya terarsip sempurna di blog ini. meskipun tulisan yang keleleran sebelum tahun 2012 dan tulisan tulisan yang saya hapus dengan alasan emosional tidak terselamatkan. tapi saya anggap itu sebagai trial untuk saya menulis lebih baik. mungkin juga tulisan tulisan yang nggak sempat terarsip di blog ini karena masih belum layak upload.

menulislah, jangan harapkan pembaca. mungkin angka page viewers membuat seorang blogger semakin percaya diri untuk menulis, tapi dengan sering menulis kita akan mendapatkan pengunjung secara sendirinya, bisa dari teman, keluarga, rekanan, dll

menyenangkan rasanya ketika bertemu seseorang di event dan dia bilang "aku tau kamu dari blog kamu" atau "eh aku selalu jadi pembaca setia blog kamu, gila ya kamu bisa menulis sebagus itu" dari orang orang yang saya nggak sangka bisa jadi pembaca blog saya.

menulis membuat saya menjadi lebih stabil, karena saya memiliki cermin pemikiran, saya ya apa yang saya tulis. saya susah mau bohong sama tulisan sendiri, buat apa, capek dua kali. dengan membaca apa yang saya tulis, saya jadi introspeksi dengan diri sendiri. menulis bagi saya seperti berdialog dengan diri saya sendiri. saya sering terkagum kagum dengan tulisan saya sendiri, bukan artinya sombong, saya kagum aja ternyata diri ini punya sisi "itu" toh, sisi yang saya sendiri nggak tau. tapi menulis membukakan mata saya bahwa banyak hal yang belum saya kenal dari diri saya, padahal tuhan berjanji barang siapa yang mengenal dirinya maka ia mengenal tuhannya.

duh cambukan untuk terus belajar nih, saya aja sering nggak mengenal diri saya sendiri. berarti masih jauh perjalanan saya mengenal tuhan. subhanallah, ternyata saya emang nggak sempat ngurusin urusan orang :D

tentang pindah "rumah" menulis....

saya pernah diiming imingi oleh public relation dari media online terbesar di Indonesia, saya akan diberi "sesuatu" jika saya mau pindah menulis dari blog ini ke blog komunitas mereka. dan saya tidak menyanggupi.

kenapa ? karena rasa nyaman itu tuhan yang kasih, saya sudah sangat nyaman akan independensi menulis di blog ini. bukan, ini bukan tentang terlena comfort zone dan tidak mau ke growth zone. saya tidak mau bertumbuh layaknya karier dalam soal menulis. saya hanya mau semua mengalir seperti ini, saya mau saya tulis, saya malas ya saya nggak nulis. sesederhana itu.

saya kadang diketawain sama yang bukan penulis dan merasa menulis itu tidak penting, kata dia bloger adalah orang yang dengan sengaja mengumumkan aib hidupnya pada orang lain. terserahlah, yang jelas saya juga bukan peserta audisi pencarian bakat yang setiap apapun yang saya lakukan dijuri dan ditonton oleh orang lain. saya ya saya, ini keputusan saya. saya tahu batas bagaimana harus membagi sesuatu ( baca : curhat ) dengan tetap memiliki harga diri. setiap penulis dibekali naluri oleh tuhan untuk tidak mempermalukan dirinya sendiri dengan tulisannya.

saya lupa kapan blog ini ulang tahun. yang saya ingat saya mulai menulis di blog ini di tahun 2012. itu saja. yah biarlah tidak ada anniversary ala ala di blog ini. yang penting saya tetap bisa terus menulis.

kalau kamu, menulis untuk apa ?





Surabaya, 16 September 2015





Riffat Akhsan







You May Also Like

4 comments

  1. Aku suka kata temanmu bahwa 'Bloger adalah orang yang dengan sengaja mengumumkan aib hidupnya pada orang lain.' Bener banget. Tapi tentunya aib yang diumbar itu bukan untuk blame ourselves, kan.

    Tulisannya bagus banget, terharu bacanya. Aku merasa senasib waktu baca pengalamanmu di masa lalu. Dan ya, aku pun kembali waras dan stabil karena menulis. Semoga kedepannya tulisan kita makin bermanfaat untuk siapa saja, ya :')


    Ah, satu lagi. Kalimat "setiap penulis dibekali naluri oleh tuhan untuk tidak mempermalukan dirinya sendiri dengan tulisannya." ini aku suka banget!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah terima kasih banyak uni. aku banyak belajar dan sering dapat inspirasi nulis dari tulisan tulisan uni.

      semoga kedepannya kita menjai blogger yang lebih baik lagi ya. :))

      Delete
  2. blog memang merupakan salah satu media terbaik buat menuangkan rasa dalam tulisan. semoga bisa menjaga konsistensi dalam menulis ya mbak! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin. terima kasih mas Jefri sudah mau mampir di blog ini

      Delete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.