Loh, Riffat Ganti Profesi ?

by - October 04, 2015

ID Card nya masih atas nama craftinasia, belum berubah jadi craftincraft
"loh Riffat ganti profesi ya ?"

adalah pertanyaan paling wow semester ini, gimana enggak. hampir setiap hari saya disodori pertanyaan yang kurang lebih sama oleh orang yang berbeda. rasanya pengen ngebroadcast message aja ke whatsapp mereka menjelaskan cerita sebenarnya dan nggak terima pertanyaan setelahnya.




jadi gini, saya kan hobinya nulis nulis nggak jelas yess di blog. nah terkenal lah saya sebagai seorang blogger diantara rekanan saya. ya nggak heran juga sih soalnya di jagat konstruksi jarang ada yang bisa ngeblog, apalagi sampe jadi selebblogger kayak saya ini.

terus tawaran datang dari the-fastest-tukang-ngoding-in-the-world yang saya kenal, Yahya. (selanjutnya kita sebut "Bos Y).

jadi Bos Y ini adalah seorang web developer yang kebetulan juga seorang founder sebuah marketplace ternama di negeri ini. sengaja nggak saya sebut, saya nggak mau iklan dan bikin dia jadi tambah terkenal.

nah sama Bos Y saya diajak untuk gabung di perusahaan dia yang paling baru, berupa portal media online yang khusus membahas tentang pengrajin dan kerajinan. karena Bos Y nggak bisa bikin konten, lalu dia menawarkan posisi Chief Editor pada saya untuk perusahaan media ini.

"wah asyik nih, saya ditawari posisi jadi BOS"


seru hati saya girang, kemudian saya nya galau aja dong. secara kan ya dunia kerajinan yang super rajin ini dunia baru banget buat saya. trus gimana proyek proyek kontruksi, tender tender, dan kuliah saya ??.

menulis adalah hobi saya, posisi pucuk dalam konten tidak masalah untuk saya, tapi saya punya tanggung jawab sama perusahaan di bidang konstruksi juga kuliah teknik sipil saya. yang lebih bikin galau lagi saya tuh udah manunggaling banget  gitu loh sama dunia konstruksi. dunia konstruksi adalah saya, saya adalah dunia konstruksi. apakah media online ini akan menghalangi mimpi saya untuk konstruksi ? wah saya galau banget deh pokoknya.

kemudian saya izin ke orang tua saya, umi saya mengizinkan karena menurut beliau posisi yang ditawarkan Bos Y ini adalah hobi yang dibayar, trus abah saya yang sudah mempelajari garis besar dari perusahaannya Bos Y ini juga mengizinkan dan mendukung. untuk dunia konstruksi, toh saya kan tenaga ahli. saya harus hadir dalam situasi situasi penting saja. tidak harus selalu ada di proyek. begitu kata abah saya.

kuliah gimana dong ? karena saya kuliah malam, dan saya adalah Bu Bosnya Konten. oleh bos Y saya diizinkan tetap menjalani kuliah saya sesuai jadwal. saya juga nggak harus setiap hari di kantor. yang penting kalau meeting harus hadir dan artikel harus diupload tepat waktu.

kami menempati kantor di sebuah coworking space di lantai 7 salah satu gedung perkantoran paling heits di wilayah Surabaya barat yang di lantai basementnya ada minimarket dimana saya bisa beli matcha green tea tiap hari hanya dengan enam ribu rupiah dan kantin kantor yang udah bisa nyaingin food court mal.

Pemandangan kantor malam hari, saya ambil waktu lembur

enak fat ?

tunggu dulu, hari pertama saya ngantor rasanya pengen resign. suasana kantor nggak bersahabat banget, saya yang kagok kagok dengan media online ini dipaksa untuk taat pada jadwal upload artikel. saya yang rajin ngeblog mendadak melihat menulis tidak semenyenangkan dulu. tiap pulang kantor nangis sambil teriak dalam hati "ini bukan aku, duniaku tuh proyek konstruksi, bukan kerja di gedung tinggi berAC kayak gini"

tapi saya nggak tega sih minta resign ke Bos Y.

bekerja di gedung tinggi, menempati posisi wow di usia yang terbilang muda atau yang biasa disebut sebagai eksekutif muda itu nggak seperti di sinetron. dih kata siapa pulang kantor bisa ngongkrong lucu ? yang ada mendingan lembur buat bisa beli mobil. kata siapa tiap hari makan di restoran wow dengan dalih lunch meeting ? di tanggal muda sih iya, tapi di tanggal tua mah beli minum aja trus kelar meeting langsung lari ke kantin kantor buat makan. kata siapa bisa beli barang branded tiap bulan, yang ada mendingan disimpan buat bayar SPP. kata siapa pasangan ideal buat jadi suami/istri ? yang ada nangis malam malam nggak punya sandaran karena beratnya tekanan pekerjaan.

pemandangan kantor waktu siang
waktu tempuh dai rumah saya di Kenjeran sampe kantor itu 1 jam, lanjut pulang kantor ke kampus yang di daerah sukolilo 1 jam. sudah include macet, padat merambat, cuaca panasnya minta ampun, plus saingan jalan sama truk kontainer dan truk gandeng.

hidup itu keras.

udahan curhatnya.

banyak pelajaran hidup yang saya dapat dari takdir baru ini. bahwa saya ternyata bisa lebih dari yang saya pikir, ternyata sampai saat ini saya masih bisa kuliah plus mengerjakan tugas dengan baik, masih sibuk ngatur proyek ini itu, dan dapat rekanan baru di bidang kerajinan. jangan salah, Indonesia termasuk eksportir kerajinan tangan bernilai tinggi lho...

dari PT Craftincraft Media saya makin cinta dengan negeri ini, bahwa Indonesia itu diberkahi tuhan dengan kemampuan membuat kerajinan berbasis kearifan lokal. songket, batik, tenun, ikat, dan banyak craft nusantara lain yang begitu bernilai tinggi karena barang barang tersebut adalah refleksi nyata akan kearifan budaya yang mengakar kuat dalam kehidupan bermasyarakat bangsa Indonesia. kita adalah bangsa yang berbudaya, bukan bangsa yang bingung tentang jati dirinya karena tidak ada akar budaya. kita adalah bangsa yang terstruktur kehidupan sosialnya karena semua telah tercermin sempurna pada makna filosofis kerajinan di masing masing daerah di Nusantara ini.

pemandangan siang dari kantor

karena itu saya disabar sabarin banget sama Bos Y buat mulai menikmati amanah yang sudah saya ambil ini. Bos Y percaya saya kompeten di bidang ini layaknya saya kompeten di bidang konstruksi. Bos Y juga baik banget sih ke saya, mau saya japri malam malam cuma buat saya curhatin tentang kerjaan copywriter yang nggak jelas, dll dan dengan sabar dianya ladenin saya. YAIYALAH YA KAN DESE BINGUNG CYN KALAU SAYA RESIGN HARUS HIRE SIAPA HAHAHAHA.

pemandangan senja dari kantor saya

sudah hampir tiga bulan saya di media ini, dan semakin hari saya semakin percaya bahwa tuhan maha asyik. bagaimana tidak, konstruksi adalah hidup saya, saya lahir untuk konstruksi. dan tuhan memberikan bukti nyata bahwa menulis pun adalah hidup saya. saya bisa begini karena menulis. intinya konstruksi maupun media bisa nganter saya menuju pundi pundi dollar yang akan menyokong saya keliling dunia dan menjalani hidup bahagia dunia akherat.

ah saya ini kan hanya menjalani apa yang tuhan gariskan untuk saya jalani.

uang kan bukan segalanya fat ? ya uang bukan segalanya tapi kalo nggak ada uang sayanya sakit kepala ampun ampunan.

saya ini hobinya kerja, dan tuhan maksimalkan hari hari saya untuk kerja. dulu waktu saya jenuh di kosntruksi saya pernah berdoa untuk bisa dapat uang dari internet. ya pikiran saya sih sederhana, keren aja gitu kerja di perusahaan IT dan berkantor di gedung tinggi. dan Craftincraft Media adalah jawaban tuhan untuk saya.

jangan takut untuk "menyebrang" ke dunia yang sama sekali tidak linier dengan basic pendidikanmu. percayalah tuhan hanya ingin memberikan pandangan baru untuk duniamu. pada akhirnya tuhan pula yang akan bertanggungjawab atas semua pilihan yang kamu ambil. asal kamu percaya.

Craftincraft Media Team
Surabaya, 4 Oktober 2015





Riffat Akhsan

You May Also Like

2 comments

  1. cara lain riffat becanda...asyik juga. menulis dan konstruksi itulah kalian satu dalam dua. kekuatan yang kalian raup sepenuhnya ketika kami hanya memiliki sebagiannya.

    ReplyDelete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.