Renungan Awal Minggu

by - December 08, 2015

Sumber Gambar

kemarin, di acara kantor saya bertemu dengan seorang teman yang sangat luar biasa. si teman ini adalah seorang internet marketer berpenghasilan ratusan ribu dollar dari internet maketing and advertising. karena posisi rupiah yang megap megap, penghasilan si teman makin fantastis.

yah, ada banyak sekali profesi di jagat dunia digital yang membuat profesi blogger dan pendiri startup bagaikan titik kecil di luasnya galaksi bimasakti. sungkan rasanya sombong hanya karena menjadi blogger yang sering dapat undangan atau amplopan. malu pula rasanya merasa diri bisa menggenggam dunia hanya karena menjadi pendiri sebuah startup yang bahkan marketing aja baru jalan.

kami berdiskusi banyak hal, tentang iklim dunia digital di masa depan, tentang era masyarakat ekonomi asean (yang berakhir dengan tawa meledak karena para internet marketer sudah bersaing dengan warga internasional demi sesuap nasi dari jaman dahulu kala) sampai pada mereka mereka yang nyinyir dengan apa apa yang ia punya.

saya tau era kejatuhan si teman, ketika untuk makan sekali saja susahnya minta ampun hingga ia mampu bangkit dan menjadi milyuner muda di umur yang hanya terpaut empat tahun di atas saya.

ada satu perkataan dia yang membuat saya tercenung dan kemudian kembali termotivasi untuk tidak peduli dengan semua komentar nyinyir mereka yang iri dan dengki dengan hidup saya.

si teman berkata kadang mereka yang nyinyir tuh lupa bahwa mereka hanya tidak tau apa yang sudah tuhan ambil dari hidup kita. kamu (maksudnya saya) misalnya, di umur 22 tahun sudah harus berjibaku dengan para kompetitor, internal perusahaan, bahkan dengan waktu demi tambahan uang agar bisa membayar kuliah. ketika mereka marah dengan apa yang kamu capai, mereka lupa bahwa tuhan mengambil masa mudamu. masa muda menjadi mahasiswa yang harusnya penuh tawa, kerja kelompok dilanjut jalan jalan ke mall, dan kesulitan hidup hanya sebatas berhadapan dengan dosen killer atau kiriman uang yang telat. tuhan ambil itu dari hidup kamu....


jangan pernah marah dengan apa yang tuhan kasih ke salah satu hambanya, karena kamu tidak tau apa yang sudah tuhan ambil darinya. ingat, tuhan tidak pernah salah dalam menaruh keadilan....

sedikit renungan di awal minggu,





Surabaya, 8 Desember 2015




Riffat Akhsan

You May Also Like

2 comments

  1. Sik tho, blogger amplopan? Aku jugak mau dong kalok ada pembagian amplop..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, gabung sama komunitas sana... Pasti nanti sering dapat amplop sebagai imbalan menulis

      Delete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.