#MeluPatroli, Rek Polisi Itu Baik Ternyata

by - January 21, 2016


hubungan saya dengan pak polisi nggak baik baik amat, biasanya saya dicegat di jalan perempatan jagir wonokromo karena melanggar rambu puter balik atau sebelum floy over ahmad yani karena nggak nyalain lampu.

hubungan sama pak polisi sebatas yang kena tilang dan yang dikenain tilang. setelah itu kelar, udah putus gitu aja.

sebelumnya saya minta maaf baru bisa ngeblog sekarang SALAHKAN KANTOR SAYA YANG MENGGANGGU KEMESRAAN SAYA DENGAN BLOG TERCINTA INI *drama*

jadi saya mau cerita pengalaman 11 jam ikutan kegiatan polrestabes Surabaya dan Polda Jatim di malam tahun baru...


sebentar sebentar, apa ? tulisan saya nggak legendaris, nggak cetar membahana ? nggak banget dari sisi jurnalisme ? ya nggak papa, yang penting saya punya kesempatan foto bareng kapolrestabes dan nongski asyik habisin malam tahun baru di polda Jatim. bwek.

dimulai dari kumpul di hoofdbureau Surabaya jam 2 siang buat ikutan apel persiapan pengamanan malam tahun baru, jadi itu jalan veteran mulai dari pertigaan jembatan merah sampe perempatan bank Indonesia ditutup dan dipenuhi peserta apel dari berbagai kalangan, mulai dari polisi, TNI, PNS polrestabes, pramuka peduli, sampe komunitas komunitas plus mobil mobil polisi mulai dari garnisun, patwal, tank, semua kumpul di jalan untuk mendengar arahan koordinasi dari Bapak Kapolrestabes Surabaya yang waktu itu dijabat Pak Yan Fitri Halimansyah (informasi yang terakhir saya terima beliau sekarang dimutasi menjadi wakapolda Riau).


kelar apel kita nunggu di Lobby Mapolrestabes sambil nontonin persiapan kegiatan pengamanan. saya baru tau kalau malam tahun baru yang on fire nya sekitar jam sepuluhan malam itu dipersiapkan pengamanannya bahkan ketika jam pulang kantor belum usai.

pengamanan secara resmi dimulai pukul 7 malam, tapi sebelum itu saya beryukur bertemu dan mendapat banyak ilmu di mapolrestabes ini.

pertama saya ketemu dengan anggota brimob, tim khusus gegana. tim ini hanya memiliki personel 120 orang, mereka adalah tim khusus penanganan terorisme, anarkisme, penjinak bom, intelejen, dan KBR (kimia, biologi, dan Radio aktif) tim ini juga yang berhasil menangkap teroris di Mojokerto di akhir 2015.



"brimob adalah polisi, polisi belum tentu brimob. seragam brimob aja beda mbak, kita pake hitam" ucap kepala tim gegana yang ngobrol dengan saya. oh iya dari beliau juga saya paham cara kerja intel, ternyata seorang intel memiliki totalitas yang mengagumkan versi saya. bagaimana tidak, salah satu dari mereka menyamar menjadi penjual soto pinggir jalan selama tiga tahun untuk berbaur demi tugas. sementara yang lain menjadi tukang becak. ya nggak nyangka aja sih intelejen di film film yang nyamar sampe segitunya benar adanya di kehidupan nyata.

kelar ngobrol sama tim gegana, apa yang saya lakukan ? yak betul foto. kapan lagi coba foto foto lucu di mapolrestabes ?



kelar mati gaya, saya ngobrol dengan founder komunitas blogger perempuan terbesar di Indonesia, KEB (kumpulan emak blogger) kak Mira Sahid. kami berbicara banyak, mulai dari klien yang ngehek (karena kak Mira juga kerja di Agensi) sampe suka duka membangun KEB.


KEB berdiri di jakarta, sederhana pada awalnya : perempuan, teknologi, dan perubahan. kak Mira percaya bahwa perempuan juga bisa mengawal perubahan di era industri digital ini dengan power yang mereka punya.


lebih jauh berbicara tentang komunitas, kak Mira bercerita selalu ada yang berusaha membuat rusuh komunitas baik dari dalam maupun luar komunitas, maklum perempuan semua. kuncinya sih satu, kata kak Mira : rem ego.


kelar ngobrol saya lalu shalat ke masjid, ada hal yang membuat saya tertegun. kelar shalat berjamaah dan wirid banyak polisi polisi (dengan seragamnya yang slim fit itu) tadarus Al-qur'an. ketika saya tanya ke salah satu bu polwan beliau bilang itu (tadarus Al-qur'an) adalah hal yang biasa ditemui di setiap waktu shalat.


saya bukan tipe tipe naksir mas mas perwira, karena lebih naksir kokoh kontraktor. tapi ya gimana ya, adem aja gitu liatnya....

mendekati pukul 7, kami sudah mendapat informasi rute rute simpul besar mana yang akan kami lewati, dimana ada pengalihan arus, dan kita akan lewat mana menuju polda jatim.


saya dan Rusma naik di mobil satlantas regional tunjungan, jadi kami lewat sana. sedikit ambil alternatif lewat raden shaleh. sepanjang jalan banyak banget sepeda motor knalpot brong yang kucing kucingan dengan kami, ada pula mereka yang bonceng 3 (cenglu) dan mereka yang nggak pake helm ikutan kucing kucingan begitu liat mobil polisi yang saya naiki lewat.

epicnya di jalan Ahmad Yani ada bis kota yang kami buru karena secara terang terangan menurunkan penumpang di rambu yang terlarang. langsung aja tuh si bus jalannya ugal ugalan karena tau dibelakangnya ada kami. ya nggak sedramatis film action kejar kejarannya. tapi kalau saya ingat cukup bikin saya ketawa.

ketika saya tanya kenapa kok nggak ditilang pak ? pak polisi yang bersama kami bercerita bahwa sebelum ada penindakan, polisi harus menghitung keselamatan korban maupun petugas kepolisian. jika misal, kami mengejar mereka yang pake knalpot brong (dan biasanya mereka dibawah umur dan masih belum punya sim) trus di depan mereka kecelakaan, itu berarti tindakan petugas tidak tepat. biasanya pola tindakannya adalah menghubungi pos terdekat untuk pengepungan atau pencegatan.

pemahaman ini yang membuat saya cuma bisa ketawa liat provokator di facebook yang mengkritisi peristiwa bom sarinah kenapa ketika ada polisi yang ditembak polisi lainnya tampak tenang tenang saja ? berdasarkan pemahanan yang diberikan jajaran polisi di polrestabes Surabaya sih asumsi saya bilang kalau polisi lain juga bereaksi maka pelaku akan melukai lebih banyak orang lagi, pelaku akan merasa terancam sehingga akan semakin membabi buta...

sampe di Polda Jatim, bersama teman teman Netizen Polda Jatim. kami disuguhi tumpeng sebagai menu makan malam. acara ini berlangsung di halaman ditreskrimum Polda Jatim.


kelar makan kami nerbangin lampion sebagai simbol harapan di tahun baru KAPAN LAGI BROH NERBANGIN LAMPION BARENG PAK POLISI, KAN SAYA KETEMUNYA CUMA PAS KENA TILANG AJA






kami nerbangin lampion di lapangan mapolda jatim, ssst ternyata mapolda jatim pelihara rusa lhoo. malam itu, para rusa merumput dengan santai di lapangan apel mapolda jatim.


kelar nerbangin lampion kami ngobrol ngobrol lucu dengan pak polisi tentang banyak hal, tak terasa jarum jam menunjukkan pukul dua belas yang artinya kami sudah memasuki tahun baru. kami kemudian saling bersalaman dan mengucapkan selamat tahun baru.



polisi itu baik, itu yang saya lihat malam itu. polisi juga manusia, sisi humanis itu yang mereka tunjukkan pada kami, mereka juga suka nyanyi, suka ngobrol, suka selfie, suka makan, suka ketawa, dan hal hal humanis lainnya.

polisi harus berwibawa, itu yang menjelaskan sikap mereka yang menuai permusuhan. mereka dituntut untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat. nah, kadang kadang strategi dan cara mereka yang kita tidak paham. memang ada oknum yang kadang kadang membuat citra kepolisian buruk, tapi tidak semua polisi itu buruk...


terima kasih jajaran Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim untuk kesempatan memasuki hari pertama di tahun 2016 membuka mata saya bahwa kadang kami masyarakat awam begitu terkungkung dengan prasangka sendiri dalam memandang kepolisian....






Surabaya, 21 Januari 2016




Riffat Akhsan, member of Netizen Van Hoofdbureau Surabaya


You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.