Hadiah untuk Kak Ai : Percakapan Sore Itu

by - April 20, 2016



saya adalah anak perempuan pertama di keluarga saya, sebagai anak pertama pasti pengen banget punya kakak dong. nah, saya tuh selalu bermimpi untuk punya kakak laki laki. kekuatan mimpi membawa saya punya banyak "kakak laki laki" :))) sehingga saya tidak pernah terpikir bagaimana rasanya memiliki kakak perempuan.

kemudian kak ai dikirim tuhan hari itu, dari pertemanan via twitter kami akhirnya dipertemukan di Malang. calon dokter gigi yang cerdas dan sama hebohnya dengan saya, serta kedewasaannya yang diatas saya praktis membuat saya mengerti begini rasanya memiliki kakak perempuan.

tuntutan pekerjaannya sebagai dokter muda membuat kak ai bertemu beragam jenis karakter manusia, oh iya kak ai juga punya bisnis kosmetik handmade hasil joinan dengan rekan sesama dokternya. kak ai juga punya bisnis craft handmade berupa tas batik dengan kulit asli yang harga sebiji tasnya minimal seharga gaji PNS golongan III A.

pribadi kak ai yang berwawasan luas membawa pembicaraan kami tiada habisnya, mulai dari skandal rombongan twitter, gossip artis, kearifan kehidupan, kehidupan profesional, intrik bisnis di kalangan pengusaha muda, hingga masalah per ghoib an bisa menjadi topik seru obrolan kami.



"fat, kedepan aku mau investasi sawah, dalam sepuluhan tahun kedepan bisnis yang paling menjanjikan ada di sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan"

saya tertegun.

pertanian, investasi sawah.

sebelumnya saya pernah menulis betapa saya mengagumi filosofi sawah tapi cuma sebatas itu, tapi dokter muda yang juga pengusaha ini menjelaskan ke saya fakta yang saya tidak pernah lihat.

selama ini kita selalu menganggap pekerjaan tani adalah pekerjaan "ndeso atau "kampungan" padahal petani sekarang sudah open minded lho, mereka sudah mengerti cara penjadwalan pembibitan dengan software, perhitungan kadar air dengan aplikasi, mereka sudah mengerti investasi ini itu dengan teknologi.

dan benar kata kak ai, sampai kapanpun indonesia butuh padi sebagai ujung tombak ketahanan pangan. bukan keju, dimsum atau roti gandum, tapi nasi. dan kita sering terjebak dengan stigma rendah pekerjaan tani.

sekarang emang lagi hype semua semua yang berbau IT. tapi sayang banget kalau peruntukannya hanya untuk warga kota yang hp nya smartphone dan jaringan 4G LTE.  rugi banget kalau hanya menembak pasar eksekutif muda perkotaan yang "katanya" segmen paling gurih itu...

saya kasih gambaran, harga jual sapi tuh sekarang tembus angka 30 an juta per ekor (hasil ngobrol sama peternak). kalau saja lebih banyak mereka yang mau garap sektor perkebunan, pertanian, kelautan dan peternakan, saya yakin indonesia bakal lebih cepet jadi negara dengan ekonomi kuat.

teknologi untuk semua, adalah cita cita kak ai dengan investasi sawahnya.

kak ai mau petani lebih open minded lagi, sehingga mereka mapan dan kita nggak perlu impor.

sebuah pandangan berbeda dari seseorang yang tidak perlu intimidasi berlebihan, tapi mampu membungkam saya.

selamat ulang tahun kak ai, cepetan sumpah dokter, sukses buat masker kefir dan yourstyleindonesia, cepetan nikah....

barakallah fii umrik, amin untuk semua doa baik yang ditujukan ke kak ai.

kapan kapan, ayo kita rumpik lagi :*






Surabaya, 20 April 2016




Riffat Akhsan

nb : photo by @lalasati

You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.