Jalan Kaki Muterin Malang Kota Tua

by - April 23, 2016


"mas Naufal, ayo kita jalan jalan ke daerah gereja kayutangan"

"ayo"

Belanja menjajah negeri ini selama berabad - abad, tidak heran mengapa kini kota tua Indonesia didominasi oleh bangunan bangunan ala negeri pecinta emas ini yang masih berdiri kokoh di umurnya yang sudah ratusan tahun.



kalau Surabaya kita bisa menyusuri daerah kota tua ini mulai dari daerah House of Sampoerna, jembatan merah, polrestabes Surabaya, terus sampai tugu pahlawan.

Malang memiliki kawasan kota tua yang terpusat di sekitar alun alun, dilengkapi trotoar yang "cukup" nyaman, saya Rusma dan mas Naufal memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri kota tua sembari menyerap energi yang Malang miliki untuk kebutuhan jiwa kami yang perlu rehat.



dimulai dari Bank Indonesia kemudian gereja Kayutangan, kami menyeberang ke arah pasar besar, terus melewati wisma Tumapel, kemudian tembus balai kota, berbelok melewati hotel tugu, java dancer (the best coffe house in town), pasar bunga dan pasar hewan, kemudian berakhir di alun alun.

 
sebenarnya kota tua merupakan salah satu wisata andalan Kota Malang, sayang tidak ada satupun warga negara Indonesia yang kami temui selama acara jalan kaki kami tengah hari itu. kami hanya berpapasan dengan beberapa warga negara asing yang sudah berumur senja dengan memanggul carrier besar dan tampak bahagia mengambil gambar arsitektur neo gothic bangunan bangunan lama di sekitar kota tua dari berbagai angle.

bank Indonesia yang bersebelahan dengan kantor pajak Malang Selatan berdiri megah dengan cat dan pagar putihnya, terlihat beberapa petugas keamanan berjaga di hari Sabtu yang seharusnya sih nggak lembur untuk para pegawainya.



di depan kantor pajak terdapat halte dan jembatan penyeberangan menuju alun alun, satu langkah yang bagus mengingat traffic jalan yang cukup ramai (namun tidak bisa dibilang padat juga).

sampai di gereja Kayutangan, sebuah gereja katolik megah yang sayangnya berbau pesing di beberapa sudut trotoar. kami sempat ditawari masuk ke dalam kompleks gereja agar lebih leluasa berfoto yang kami tolak dengan halus. cukup foto dari trotoar saja.


kami sedikit kesulitan menyeberang dari depan gereja Kayutangan menuju pasar besar. aneh, di perimpangan yang cukup ramai tersebut kenapa tidak ada zebra cross atau rambu sama sekali ? hanya ada satu polisi cepek yang berusaha mengatur arus.

jam 12 siang merupakan waktu aneh untuk berjalan kaki, tapi Malang dengan suhu udara dingin dingin AC mampu membuat acara jalan kaki kami menyenangkan.

sampailah kami di depan wisma tumapel, wisma ini tergolong horror site yang lagi hits di kalangan anak muda Malang. setelah sekian lama ditutup, wisma yang merupakan bangunan lama yang tak terurus kini menjadi aset universitas negeri Malang.

saran saya, nggak usah main main atau foto foto lah di wisma itu. "yang disana" nggak suka dan terganggu dengan kehadiran kalian...


wisma tumapel - balai Kota - hotel tugu adalah segitiga dingin mencekam yang saya hindari untuk berjalan jalan. apa daya, kota tua selalu sepaket dengan tempat tempat dengan aura mistis.

pasar bunga dan pasar hewan cukup mencairkan suasana dingin mencekam yang dipancarkan oleh tempat tempat yang sebenarnya-saya-nggak-mau-kesana dengan suasana pasarnya yang cukup menyenangkan.

java dancer dengan kopinya nggak boleh dilewatkan untumu pecinta kopi, di dekat hotel tugu ada toko oleh oleh dengan sign "ice cream" besar di depannya. sayang waktu saya mau beli ternyata yang dijual bukan es krim, tapi es puter :(

jalan kaki saya berakhir di Alun Alun, di seberang Alun Alun kamu bisa ke toko oen (tapi saya nggak kesana) dan ke hotel di sebelahnya. bagus buat foto foto.

sedikit berjalanan kamu bisa ke Masjid Agung Malang yang bersebelahan dengan gereja besar juga. pokoknya kawasan kota tua malang ini terpusat di sekitar alun alun kok sehingga cara paling asyik menikmatinya adalah dengan berjalan kaki.

untuk kamu yang menyukai wisata kota tua, Malang kota tua boleh banget masuk list kamu karena keunikan arsitekturnya yang berbeda dengan kota tua Jakarta dan Surabaya.

selamat jalan kaki :)





Surabaya, 23 April 2016



Riffat Akhsan  
 

You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.