Review Drama Korea On The Way To The Airport

by - September 27, 2016


salah satu ahjussi di drama korea "Another Oh Hae Young" pernah berkata "saat kau menghargai sesuatu yang sementara, kau tidak melakukan hal yang sia sia"

ya drama korea adalah sesuatu yang sementara, untuk itu saya suka sekali membahas tentang drama korea ini di blog saya.

kali ini saya mau bahas drama korea overage yang berjudul "On The Way To The Airport".

sejauh ini sih On The Way To The Airport merupakan drama korea overage kedua yang saya tonton setelah "The Good Wife" ya

sinopsis cerita
okeh, drama ini bercerita tentang seorang pramugari Choi Soo Ah (diperankan oleh Kim Ha Neul) yang bersuamikan pilot. suami istri ini memiliki seorang anak perempuan berusia 12 tahun.

karena suami istri ini mengalami masalah ekonomi (tidak bisa mengandalkan pendapatan tunggal saja) maka si pramugari dan suaminya lebih sering terbang dibandingkan dengan bersama anak mereka.

sementara mereka tidak memiliki pos keuangan untuk membayar penjaga. meminta tolong kepada adik si pramugari untuk menjaga anak mereka juga bukan solusi. ditambah dengan ibu sang pilot yang kekeuh tidak ingin membantu menjaga si cucu karena berkeyakinan ia adalah wanita lajang yang tidak ingin bersentuhan dengan perkara anak dan rumah tangga, plus nilai si anak yang jeblok sehingga ia gagal melanjutkan sekolah ke New Zealand akhirnya pasangan ini memutuskan untuk menyekolahkan anaknya ke Malaysia.

sebenarnya disini saya agak bingung. di awal cerita kalau mereka ada issu keuangan, lah kenapa mau sekolahin anak ke New Zealand sih yang biaya hidup dan sekolahnya selangit ?

trus juga disini dijelaskan si anak sekolah SD. mana ada sih anak SD sekarang umur 12 tahun ? lah anak seumur gitu kan udah lulus SD atau masuk SMP :))))

tapi gapapa, poin itu nggak mengganggu cerita. cuma mengganggu logika pikir saya saja.

nah anak si pramugari ini punya teman sekamar yang merupakan anak seorang arsitek Suh Do Woo (Diperankan oleh Lee Sang Yoon) dan seniman benang.

nah, ayah si arsitek ini adalah seorang seniman funiture barang antik berbahan kayu kenamaan, dan ibunya adalah seorang seniman benang kenamaan.

saking terkenalnya, si ibu sering banget diminta membuat karya untuk dipamerkan dalam rangka Korean Folks Exhibition di luar negeri. rumah orangtua si arsitek pun (yang memang korea banget) sering menjadi venue workshop kreasi benang maupun souvenir berbahan kayu bagi para istri duta besar yang berkunjung maupun socialite yang selevel dengan itu.

balik ke cerita rumah tangga Suh Do Woo (si arsitek) dengan istrinya yang seniman benang.

anak pasangan suami istri ini yang merupakan teman sekamar anak pramugari - pilot (yang saya ceritain sebelumnya) berangkat dari keluarga yang lebih mapan, tidak ada issue keuangan di dalam rumah tangga orangtuanya (pasangan suami istri arsitek - seniman benang)

tapi ada issue rendah diri dari si mama

jadi si anak memutuskan sendiri untuk sekolah di Malaysia (dan langsung di oke kan sama orangtuanya) dengan alasan mau jadi lebih mandiri.

nah karena saking mandiri nya si anak, dia jadi malas pulang ke Korea, hal ini dimanfaatkan oleh sang mama untuk melarang si anak pulang.

aneh ya ? iya saya juga bingung kok ada ibu macam itu.

si mama yang merupakan mantu dari keluarga seniman kenamaan merasa cemburu, merasa kemampuannya tidak dihargai oleh sang mertua. karena setiap event si nenek selalu cerita bahwa cucu nya mampu membuat lebih baik dari dirinya.

misal di episode 2 : ada workshop membuat kerajinan dari benang, si mantu (mama nya si anak) memperagakan cara membuat simpul benang menjadi bentuk kupu kupu. audiens males, minta langsung si nenek aja yang show. eh pas waktu si nenek tampil si nenek malah bilang sebelum memulai workshop "saya sangat merindukan cucu saya yang mampu membuat simpul kupu kupu lebih baik dari saya"

lah kan secara nggak langsung si mantu nggak dianggep dong :)))

karena merasa tidak dihargai dan passionate si istri yang berlebihan, akhirnya hubungan perkawinan antara si arsitek dengan si seniman benang menjadi dingin.

si arsitek begitu mencintai anaknya, sementara si seniman terkesan seperti sangat membenci sang anak.

kemudian terjadi insiden si anak arsitek meninggal tertabrak mobil, akibat tidak fokus karena menangis sehabis ditelpon oleh mama nya dilarang pulang ke Korea padahal ia sudah berjanji pada si nenek untuk pulang dan hadir pada ulang tahun si nenek.

bahkan saking bencinya, si mama melarang suaminya untuk memulangkan abu si anak dan meminta membuang semua barang si anak dengan alasan ia akan makin sedih.

berbeda dengan si ayah (si arsitek) dan si kakek nenek yang begitu mencintai si anak dan memutuskan untuk diam diam memulangkan si anak tanpa sepengetahuan si mama.

miris, banget....

dalam perjalanan pulang ke Korea ternyata si arsitek satu pesawat dengan si pramugari. ngobrollah mereka karena si pramugari juga dalam rangka memulangkan anaknya yang trauma dan begitu menyayangi teman sekamarnya.

dengan pribadi pramugari yang kalem tapi hangat, ada di sisi arsitek ketika si arsitek begitu berduka karena anak semata wayangnya pergi, singkat cerita selingkuh lah mereka berdua.....

kesan



drama overage korea yang saya tonton selalu bertemakan marriage reality sebagai penyeimbang manis gula gula drama korea segmentasi umur saya semacam "Healer" "Pinoccio" "W Two Worlds" "Descendants of The Sun" dan lain sebagainya.

drama ini bagus ditonton buat saya yang masih dicekoki pertanyaan "kapan nikah ?" "nunggu apalagi sih ?" (nunggu move on malih, ngana pikir move on gampang ? ya kalau situ bisa ketemu kokoh ganteng pinter fokus kontraktor dan cinta mati sama urang sih oke, tapi ya belum tentu juga urang cinta sama deseu) ataupun pernyataan "nikah itu enak lho" "nikah itu menyempurnakan separuh agama"

nah drama ini pas banget untuk marital education kamu kamu yang dicekoki fakta berat sebelah bahwa menikah itu enak selamanya. drama ini memberikan pandangan untuh tentang apa itu pernikahan.

kalau drama drama metropop yang biasa saya dan kamu kamu yang seumur saya tonton kan sebatas the journey to meet the ones yang episode terakhirnya biasanya adalah menikah atau akan menikah.

nah drama ini menjelaskan setelah menikah dan memiliki anak, lalu apa ?

di drama ini digambarkan, kalau saling cinta aja nggak cukup. harus ada toleransi, kompromi, maaf seluas semesta, sabar, dan mau mengalah.

selain itu ada issue ekonomi, kejenuhan, godaan dari luar (seperti rekan kerja junior yang naksir padahal udah tau kalau yang ditaksir sudah menikah), pencitraan keluarga harmonis nan bahagia, serta issue godaan untuk selingkuh karena stress dan nggak tahan dengan keadaan.

kalau tensi tinggi tuh, semua bisa jadi sebab tengkar bahkan sesimple cara minta tolong (episode 3).

tapi manisnya pernikahan, memiliki seseorang yang menjadi "rumah" untuk kita pulang juga digambarkan dengan apik di drama ini.

instead of ceritanya, sepertinya drama korea ini disponsori maskapai Low Cost Carrier milik negeri jiran tentang visit Malaysia with Air Asia gitu jadi jangan kaget kalau ada scene di Putrajaya dan seragam serta prosedur tetap penerbangan sipil nya pake maskapai ini.

karena saya emang suka dengan seluk beluk penerbangan - dan berharap suatu saat bakal dilibatkan dalam proyek pembangunan airport jadi saya oke oke aja sih sama sponsor drama ini yang mencolok mata.

drama ini juga banyak menggambarkan apa aja yang dilakukan pramugari selain berdiri di pintu pesawat menyapa kita sebelum dan setelah penerbangan.

termasuk peristiwa peristiwa astronomi yang pastinya cuma dialami sama mereka mereka yang bekerja di bidang penerbangan.

singkatnya drama ini memberikan wawasan baru tentang dunia penerbangan yang sering tidak diketahui orang awam.

kesimpulan
akting pemain nya standar aja, tapi menurut saya cukup menjiwai. sinematografi nya (sedikit) di atas rata rata dengan penerapan angle yang unik. alur cerita menarik dan mudah dipahami. konflik logis dan nggak lebay. kebudayaan Korea serta kesenian benang dan barang antik dengan ornamen khas membuat drama ini menjadi ciamik untuk ditonton.

rekomendasi saya drama korea ini menempati skor 7/10 karena di beberapa bagian terasa lambat dan ada adegan adegan nggak penting yang lebih baik dihilangkan.

overall drama korea ini worth to wait and worth to watch kok.

saya aja nungguin drama nya muncul tiap jum'at sabtu ~


Samarinda, 27 September 2016




Riffat Akhsan

You May Also Like

1 comments

  1. Aq bimgumg kenapa istrinya si arsitek benc8 banget sama anaknya. normalnya seorng ibu.. sebencinya . Gk gitu bangetttt kan ????

    ReplyDelete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.