Us and Them : Persembahan Terbaik untuk Kisah Cinta yang Kandas

by - December 08, 2018

gambar diambil via firstpost
Hou Lai De Wo Men

sebuah film yang membingkai perpisahan dengan sempurna.

adalah kesan pertama saya setelah menonton film ini. bercerita tentang Xiao Xiao dan Jin Qiang. sepasang perantau Beijing yang bertemu di kereta dalam perjalanan pulang ke kampung halaman di akhir tahun. Jin Qiang, seorang sarjana IT yang terobsesi dengan Game. sementara Xiao Xiao perempuan manis yang mengadu nasib di perantauan tanpa pendidikan tinggi.

film dengan pace lambat ini memecahkan rekor sebagai film yang saya nikmati sampai after credit. sebuah capaian mengagumkan mengingat saya adalah pembenci film dengan pace lambat. Fantastic Beast and Where to Find Them sudah membuktikan. saya hempas di menit awal film karena saya tidak mampu menahan kantuk akibat pace lambatnya.

kembali ke kisah cinta Xiao - Xiao dan Jin Qiang.

alur cerita terasa menyesakkan, namun manis dan mengharukan dalam waktu yang sama. menyaksikan mereka hidup susah di kontrakan sempit, segala hal tentang finansial dikonversi kedalam analogi makanan. Xiao Xiao yang menolak untuk naik taksi karena mengingat harganya yang setara tiga kali makan mereka berdua, misalnya.

kisah cinta mereka juga sebenarnya nggak mulus mulus banget pada awalnya. berawal dari teman baik, pernyataan Xiao Xiao bahwa Jin Qiang bukan tipenya karena ia bercita - cita untuk menikahi laki - laki kaya yang merupakan warga lokal Beijing. Xiao - Xiao yang naif gonta ganti pacar, mulai dari laki - laki culun pegawai kantor pemerintah, sampai suami orang. sampai akhirnya ia sadar bahwa ia hanya merasa nyaman dengan Jin Qiang.

mereka berjuang, dengan mimpi Jin Qiang pada game. sebuah game petualangan dengan tokoh utama Ian, yang mencari pujaan hatinya yang bernama Kelly. Ian terus mencari. agar dunianya menjadi berwarna.

tapi Xiao - Xiao menyerah, ia meninggalkan Jin Qiang yang masih berjuang. Jin Qiang juga menyerah, kalau saja ia mengejar Xiao Xiao di kereta. mungkin cerita akan berbeda.

setelah kepergian Xiao Xiao, game rancangan Jin Qiang meledak di pasaran. dalam sekejab Jin Qiang kaya mendadak. mereka kemudian balikan. tapi cerita tidak berhenti. Xiao Xiao yang agen perumahan marah pada Jin Qiang yang membeli rumah atas rekomendasi orang lain. Xiao Xiao merasa tidak dihargai, pun Jin Qiang yang mengalami perubahan mindset. hanya melihat sesuatu berdasarkan uang.

di suatu malam di musim salju akhir tahun. kisah cinta Xiao - Xiao dan Jin Qiang kandas. karena mereka berdua bukan lagi orang yang sama.

sepuluh tahun kemudian, di penerbangan yang batal akibat badai salju mereka bertemu.

gambar diambil via pinterest

Jin Qiang sudah menikah dan memiliki seorang anak, dan Xiao - Xiao masih sendiri dengan profesinya sebagai agen perumahan. Jin Qiang sudah menjadi laki-laki sukses dan mapan di kalangan masyarakat Beijing.

pembatalan penerbangan itu memberikan mereka quality time. there's so much fun.

sampai akhirnya, terungkap bahwa Xiao - Xiao selalu mencintai Jin Qiang. Jin Qiang lah alasan ia terus berada di Beijing.

sementara Jin Qiang ? dari dia saya belajar bahwa mencintai itu pasti, memiliki dalam ikatan pernikahan belum tentu. 


Jin Qiang juga selalu mencintai Xiao Xiao, endlessly.

akhir dari perjalanan reuni itu, di depan rumah Xiao - Xiao mereka berpisah secara baik - baik. bahwa kisah mereka sudah selesai. meskipun tidak berakhir bahagia. Xiao Xiao kemudian memutuskan untuk pindah ke kampung halamannya. karena alasan ia untuk berada di Beijing sudah tiada. sementara Jin Qiang terus melanjutkan hidup dengan istri dan anaknya.

kisah cinta yang kandas, tapi kita semua akan baik - baik saja.




beberapa dari kita saya yakin punya yang namanya mantan terindah. kisah cinta dengan seseorang di masa lalu. dimana hubungan kalian harus berakhir karena memang tidak bisa diperjuangkan. saya rasa, film ini dipersembahkan untuk mereka. mungkin juga termasuk saya di dalamnya.

kalau saja aku lebih bersabar, mungkin saat ini aku menjadi istri.

adalah salah satu dialog pilu yang terucap dari seorang Xiao Xiao sambil tertawa. kegetiran nan legowo dari sebuah penerimaan. bahwa takdir punya jalan ceritanya sendiri.

Xiao - Xiao dan Jin Qiang baik - baik saja. kita semua juga akan baik - baik saja. hidup terus berjalan, rasa cinta itu pasti menempati ruang kosong di pojok hati. dari film ini saya belajar, bahwa masa lalu bisa dilewatkan layaknya matahari. kembali pada tujuan hidup. live your life. raih mimpimu, dan jalani apa yang kamu mau.

sesuai surat mengharukan ayah Jin Qiang untuk Xiao - Xiao.

akhir kata, persembahan terbaik untuk kisah cinta yang kandas tersaji sempurna di film ini. bahwa kisah cinta tidak harus berakhir bahagia. ia bisa mewujud pada akhir yang berbeda. namun, pada akhirnya kita semua akan baik - baik saja.


gambar diambil via South China Morning Post


Samarinda, 8 Desember 2018




Riffat Akhsan, ---- yang teringat kepada seseorang di masa lalu, ia yang menyebut tuhan dengan nama berbeda.

You May Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke www.riffatakhsan.com silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Copyright By Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan. Powered by Blogger.