Hada Labo Gokujyun Ultimate : Akhir Penantian Panjang

By Riffat Akhsan - December 08, 2020


sebelumnya, tahukah kamu kalau Hada Labo adalah produk Jepang alih - alih Korea ? kalau kamu tahu, selamat. setidaknya kamu lebih beruntung dari saya. selama ini saya amat sangat kecele dengan mengira Hada Labo asli Korea. fufufu. 😌😌😌

oke, persepsi kita sudah sama ya. kalau begitu, mari berbicara tentang petualangan saya mencari kitab suci toner. khususnya hydrating toner.

dalam kancah dunia perskin care an, saya ini termasuk telat. baru mengenal 10 step skin care sekitar setahun lalu. telat banget ya. sebelumnya skin care saya selalu diresepkan dokter selama bertahun - tahun sejak saya lulus SMA. ya gapapa lah ya telat urusan skin care. nggak dihakimi agama dan negara juga.

Perkenalan dan Perjalanan Menemukan Toner 


bagi saya dari sepuluh step skin care, toner adalah salah satu produk yang susah banget nemu yang cocok.

petualangan saya urusan toner ini dimulai dari saya yang nggak ngerti bedanya exfoliating toner dan hydrating toner. pernah saya pakai hanya exfoliating toner aja, pernah hydrating toner aja, pernah dua - dua nya, pernah pula essence saya masukkan ke slot hydrating toner (yang kemudian rekening saya menangys karena jajan gadget saya sedikit terganggu karena harga toner yang overbudget 😭😭😭)

pertama kali saya pakai toner itu adalah cuka apel. kebayang kan ceu bau - bau semriwing mirip sampah basi si cuka apel ditemplokin ke muka saya. trus lama - lama saya nggak tahan dong. mungkin bagi kamu yang kuat skin care dengan bahan super alami this is not a big problem ya. tapi saya yang lebih memilih mencium wangi aspal yang baru dihampar dibanding mencium wangi putih telur mentah, jelas nggak tahan sama si cuka apel ini.

merk toner pertama yang saya beli waktu itu Laneige, trus emosi sama botolnya yang menurut saya sangat fragile. kemudian saya pindah ke Some by Mi yang varian Tea Tree. 

makin saya pakai skin care, makin saya mementingkan aksesibilitas kemudahan untuk beli skin care ini. saya menyadari bahwa bersikap ekslusif dengan beli skin care merk rare apalagi yang nggak punya official store dan beli nya harus online beneran bikin hidup saya makin susah aja.

ngerti kan perasaan lagi ngawas proyek Jalan Nasional nun jauh di perbatasan sana, pas nyampe kost baru tau kalau paket skin care dibalikin ke alamat asal karena nggak ada penerima. atau nyampe kost patah hati serum shiseido dua juta setengah pecah karena kurirnya asal taro, mungkin beliau kesel kali ya. saya ditelpon nggak bisa, sementara mungkin paket yang harus diantar masih banyak 😭😭😭   

di titik itu saya paham bahwa saya lebih butuh hydrating toner dibandingkan exfoliating toner. pemakaian exfoliating toner saya hentikan karena saya merasa cukup dengan physical exfoliating scrub. pilihan untuk memakai exfoliating toner berlayer dengan hydrating toner juga tidak saya ambil karena otak insinyur ini mikir Exfoliating + Hydrating = Netral = Nggak Ngefek = Buang Duit. (tapi trus saya salah, ternyata fungsi mereka tidak tumpang tindih)

pilihan untuk pemakaian selang seling antara Exfoliating dan Hydrating Toner juga saya rasa kurang tepat untuk saya karena saya merasa kebutuhan hidrasi kulit saya tinggi sekali. akhirnya semenjak sadar akan hal tersebut saya pakai Hydrating Toner merk lokal N Pure seri Centella Asiatica. saya repurchase dan habis berbotol botol untuk produk ini. bukan karena saya cocok, tapi karena fungsinya tepat dan mudah didapatkan waktu saya masih di Samarinda.

kemudian saya pakai Secret Key varian Tea Tree. Brand ini setau saya Dupe nya SK II. tapi bukan itu saudara - saudara yang bikin saya beli sebotol toner seratus ribu ukuran 248 ml ini. alasan utamanya karena barang ini ada di Farmer's Market ! 

waktu saya beli ini, posisi saya sudah ditugaskan di Balikpapan. cukup mudah rasanya belanja produk ini di Farmer's Market Balikpapan, begitu pikir saya yang membeli produk ini di Farmer's Market Samarinda. turns out ternyata produk skin care di Farmer's Market Samarinda jauh lebih lengkap daripada di Balikpapan. well, dan toner ini nggak saya temukan di Farmer's Market Balikpapan. 

fyi, Farmer's Market di Samarinda dan Balikpapan masing - masing hanya ada satu gerai. beda kayak Surabaya yang ada di beberapa titik. sempat kecewa sih karena nggak bisa repurchase Toner ini. tapi nggak yang kecewa banget karena saya sadar saya butuh hydrating toner yang lebih menghidrasi lagi. 

tapi karena Toner ini tempat jajan skin care saya jadi pindah ke Farmer's Market. karena saya merasa lebih nyaman belanja di sini dibanding dua gerai skin care yang sudah sangat terkenal. simpelnya karena saya bisa menemukan produk yang sama di sini. overall dari jaman di Surabaya dulu saya memang sudah keep in believe sama semua produk Ranch Market / Farmer's Market. karena mereka ini kurasi barang - barangnya oke oke banget. 

please jadikan aku Duta Farmer's Market.

oke, oke balik ke urusan toner. 

saya suka banget belanja skin care di Farmer's Market karena lorong Skin Care nya sepi, lebar, dan lengang (nggak kayak toko sebelah yang biasanya kalau kita agak lama liat - liat langsung disamperin trus ditanya tanya atau ditawarin promo ini itu). 

saya  suka berlama - lama di rak skin care. memindai satu - satu product yang saya sudah tau, saya sudah lama tau tapi belum pernah liat, atau produk yang malah saya belum pernah liat sama sekali. baca - baca product knowledge di kemasan Skin Care, belajar ingredients penyusun sebuah produk, sambil menimbang - nimbang beli apa nggak, trus kalau misalnya agak - agak tertarik langsung seacrh review nya di Female Daily dan ketika banyak yang review bagus seringkali berakhir khilaf masukin ke keranjang apalagi liat tulisan diskon dan promo but 1 get 1 (kayak kejadian saya borong sabun muka merk Klinsen tepat ketika saya bosen sama Senka saya. si Klinsen ngasih bundling promo yang bikin otak matematika saya memvalidasi satu buah sabun muka mereka harganya nggak sampai dua puluh ribu).

tolonglah, saya ini kan manusia biasa. the perks of excitement is real. ku bahagya. 

Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizer Light Lotion as My Hydrating Toner


sesuai judul blog ini Glance of Destiny. adaaa aja, harapan yang saya tulis di blog ini berbuah takdir di kemudian hari. seperti ketika menulis tulisan ini di bulan mei (masih di tahun ini, 2020). saya menulis  kalau saya lagi minat nyobain Hada Labo yang Gokujyun Premium Toner untuk mengisi slot Hydrating Toner. 

entah kenapa, hati saya pivot untuk memilih toner ini alih - alih mengambil Skinlife Acne Care Toner. padahal aslinya mau beli yang itu karena penasaran. posisi Skinlife tuh di rak sebelah atas, terang benderang dan display nya ciamik. ada diskon pula. si Hada Labo malah di bawah, gelap, udah sisa dikit, nggak ada diskon.

tapi yah, namanya juga takdirnya sama Hada Labo. mungkin di Arasy malaikat udah bikin DIPA Anggaran kali ya sejak saya nulis condong hati mau coba toner Hada Labo tujuh bulan lalu. jadinya saya langsung khilaf dong, beli dua botol sekaligus dengan risiko kalau nggak cocok rugi bandar luar biasa.
 
*silahkan googling sendiri apa itu DIPA Anggaran 😚😚😚😚


baik, mari kita lanjut bahas si Bintang Utama yang menjadi alasan saya nulis postingan ini namun sayangnya kemunculannya dihalangi terus oleh prolog yang kepanjangan.

disclaimer : tipe kulit saya normal to oily. tapi saya takut banget jerawatan. jadi seringkali saya mensugesti diri saya memiliki tipe kulit oily to acne prone. kesan atas sebuah produk yang saya buat bukanlah review pro tentang bagus tidaknya sebuah produk. ini adalah pandangan personal saya atas sebuah produk skin care. yang menurut saya cocok di saya dan saya suka.

kesan pertama kali pake : wow, lebih dingin dari air wudhu. muka saya yang terpapar debu debu proyek dan harapan harapan palsu dari tenaga ahli ini langsung berasa dikasih minum. 

segar.

untuk tugas hidrasi, toner ini melakukan tugasnya dengan sangat baik. sejauh ini, ini yang paling terasa ngasih "minum" kulit saya dengan proper. apalagi kalau habis itu pakai Mediheal Hydro Gel Aloe Vera 92% sambil nyalain AC, wah kepala saya langsung dingin. karena jujur aja, skin care an salah satu bentuk self reward sekaligus self therapy saya ke diri sendiri. biar muka dan kepala saya dingin, setelah dipakai kerja otak seharian.

tapi tolong turunkan ekspektasi, efek dingin yang saya maksud disini hanya sampai untuk bikin rileks. kalau untuk bikin ngantuk, sleeping mask Some By Mi Yuja Niacin masih belum ada lawan.

balik ke Toner ini ya, saya pikir yaudahlah ya dia beneran the best so far for my hydrating toner. sampai beberapa hari lalu, saya ngaca pas mau wudhu shalat dzuhur....... 

lho - lho, kok glowing ? 

whoaaa. ternyata selama ini saya hanya fokus ke tugas hidrasi nya aja. saya lupa kalau toner ini juga bikin glowing. sampai kaget sendiri.

aku kaget, tapi senang πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


dari segi tekstur, dia nih "air banget" jadinya saya pakai ini menggunakan kapas premium (yang kalau di Farmer's Market harganya 16.500 isi 175 pcs). kapas ini beda sama kapas 6.500 an yang saya pakai double cleansing. ukurannya lebih tipis dan lebih lambat dalam menyerap skin care sehingga penggunaan skin care bisa lebih hemat. 

sebuah bentuk penghematan mbak - mbak proyek yang mau ke Toraja akhir tahun ini.

kemasannya kecil, bentuk tutupnya flip top (kek tutup botol minyak kayu putih). untuk urusan bentuk botol ini ngasih ketenangan di hati saya. untuk aroma, menurut saya nggak ada wanginya sama sekali. bagi saya ini memang Toner yang saya mau. bagi yang lain bisa jadi ini jadi bahan pertimbangan.

after all, saya cinta banget sama produk ini dan brand Hada Labo secara keseluruhan. saya baru tau kalau produk Hada Labo yang masuk slot Toner *kode* nya adalah Lotion, sementara produk Hada Labo yang masuk slot Moisturizer *kode* nya adalah Milk.

kedepan saya mau cobain facial wash seri Tamagohada dan Moisturizer Milk nya.

ada amin ?





Balikpapan, 8 Desember 2020




Riffat Akhsan -- yang baru sadar besok libur.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)