Bermimpi Untuk Menikah ; dan Segala Detail Tentangnya

By Riffat Akhsan - June 30, 2021


terakhir saya menulis di blog ini februari. dan ini sudah juni. tiga bulan saya hiatus mengisi blog ini. menulis di paradase sih jalan terus ya (yang sebenarnya untuk membuat diri saya merasa lebih baik saja). namun tidak untuk menulis di sini. ketika saya memutuskan untuk menulis di sini, bersiaplah untuk tulisan panjang karena saya dan tangan saya menari untuk setiap tulisan di sini bagai kera mabuk.

menulis di blog ini, adalah ungkapan terjujur saya akan hidup. tentang bagaimana hari - hari berat terlewati dengan baik atau tidak baik. tentang takdir tuhan. perasaan terdalam. dan tentang bangkit berdiri setelah patah hati.

Patah Hati Tanpa Kata, HERB dan Saya yang Tidak Ada di Masa Depannya.

semua dimulai dari harapan yang kandas setelah HERB memutuskan untuk menerima tawaran Predoctoral Research Fellowship dari kampus terbaik muka bumi. yang akan dilanjutkan dengan PhD di kampus yang sama.

selama beliau menempuh studi pascasarjana, di kampus yang sama (kampus terbaik muka bumi untuk Public Administration in International Development) saya masih bisa kompromi dan menunggu. berharap setelah selesai beliau akan kembali bekerja di World Bank sebagai konsultan atau mengambil posisi di United Nations Development Program. jika itu pilihannya, saya bisa mengalah. meninggalkan pekerjaan di Balikpapan dan menemani beliau penugasan di bagian bumi manapun. 

HERB dan ambisinya menggenggam dunia. kesempatan untuk terbang lebih tinggi satu persatu terbuka di hadapannya. hasil ambisi, kecerdasan, kesabaran, dan kerja kerasnya. tapi saya mulai tidak mengerti apa sebenarnya yang ia kejar. 

di situlah saya mundur teratur. 

katakanlah saya egois, siapa yang tidak bangga orang yang dicintainya mendapat award atas paper yang ia tulis di kampus terbaik sejagat. sehingga ia berada di titik sekarang. namun, saya juga manusia, yang memiliki visi tentang kehidupan pernikahan. tentang hubungan suami - istri sebagai entitas sehidup semati. tentang membangun sebuah keluarga yang hangat dan saling mencintai.

saya merasakan suara hati kecil saya selama ini benar. jika ia bisa ada di titik ini, pastilah didorong oleh ambisi besarnya. kemudian saya takut, jika saat ini ia mengorbankan masa penantian saya, bukan tidak mungkin kedepan ia akan mengorbankan saya dan anak - anak kami untuk ambisi lain yang lebih besar.

menerima tawaran RF (yang durasinya 2 tahun) dan lanjut PhD (sekitar 3-4 tahun) artinya memang saya tidak ada di masa depan seorang HERB sekalipun ia berkata ia ingin saya di hidupnya. sekalipun ia masih berharap sayalah yang Allah tulis di Arasyul 'Ardh sebagai jodohnya.

ini bukan sesuatu yang bisa diovercome melalui deep talk dan berbagai teknik komunikasi lainnya. ini murni masalah visi hidup ke depan dan prinsip yang dipegang. dengan HERB, saya merasa kompas kami sudah mulai mengambil arah yang berbeda satu sama lain. masih satu frekuensi, namun lebih cocok sebagai teman.

Berada di Persimpangan dan Malam 23 Ramadhan

setelah berpisah baik - baik, jiwa peragu saya muncul. 

jika memutuskan meninggalkan HERB, lantas kamu dengan siapa ? ejek logika saya.

logika saya yang bisa menerima rencana masa depan HERB mengencourage saya untuk mengevaluasi keputusan ini. nggak papalah nungguin dia, orang kamu juga nggak sama siapa siapa kok. gitu pikirnya.

di sini saya belajar jahatnya prasangka dan sakitnya dibunuh oleh pikiran sendiri. 

akhirnya di bulan Maret 2021 saya dikenalkan dengan dia, sebut saja K. seorang laki - laki kharismatik yang sumpah mati saya yakin dia adalah our city's future politician. kami berteman. nothing special dalam pertemanan selain ungkapan saudara kembar saya yang bilang kalau sixth sense dia mendeteksi energi yang saling bertaut antara saya dan K. 

saat itu memang benar i'm on intersection. antara tetap menunggu HERB sesuai arahan logika saya atau belajar membuka hati lewat jalur pertemanan dengan K.

saudara kembar saya adalah K's number 1 supporter. karena suatu waktu ia dan K terlibat deep talk tentang ketuhanan. tasawuf, dan paman guru kami. menurut saudara kembar saya, jika dengan K, ia akan mendekatkan saya lagi dengan keluarga saya. alih - alih menjauhkan saya dengan urusan penugasan seperti HERB. dan yang terpenting, menurut saudara kembar saya, K justru bersedia menemani dan mendukung mimpi pasangannya. ia akan mengalah dan melakukan adjustment agar hubungan yang dia bangun berhasil.

yah, konteks omongan saudara kembar saya masih netral. dengan saya atau tidak, melihat karakter K yang begitu, saya yakin dia akan melakukan itu.

di malam 23 Ramadhan, saya kena warning keras dari paman guru. saya masih ingat kalimat pembuka beliau "tidak ada yang sebegitunya pantas untuk ditunggu". 

DHEG, pasti lah ini urusan saya, HERB dan K.


paman guru lalu bercerita tentang proses Rasulullah naik ke sidratul muntaha ketika peristiwa isra' mi'raj. waktu itu beliau (Rasulullah) berada di persimpangan. ke kiri adalah dunia dengan segala kemilau nya. namun tidak ada urusan elevating apapun. ke kanan adalah akhirat yang terlihat sederhana, namun bisa membawa Rasul naik ke sidratul muntaha dan sampai ke tuhan. 

beliau lanjut mengelaborate dengan komparasi betapa kemilaunya dunia yang tidak bisa dibandingkan dengan akhirat. yang diakhiri dengan, kalimat "pada akhirnya, kamu mau sampai ke tuhan kan ?, jadi pilih jalan yang bisa mengantarmu naik sampai ke tuhan alih - alih yang penuh kilau namun tidak bisa mengantarmu sampai ke tujuan"

semalaman saya merenung, jelas lah paman guru ingin saya menyudahi kisah HERB dan berjalan ke kanan, ke seorang K bin K yang rumahnya di BTN PKT itu, yang hanya merupakan tetangga beda 1 rumah dari rumah milik anak buah saya yang sudah loyal pada perusahaan keluarga saya semenjak ia lulus kuliah.

Mencintai K Tanpa Rencana

keesokan harinya 23 ramadhan, K main ke rumah saya. bersama dengan F, the one who loved by my twin sister. mendadak umi dan abah langsung meminta K dan F untuk berbuka puasa di rumah kami saja. bersama dengan adik adik, dan seorang sepupu saya. karena mereka main ke rumah habis ashar. abah umi tentu saja memisahkan diri karena mereka punya agenda sendiri.

di pertemuan itulah, K mendapat tempat di hati saya.

everyone said that men don't listen, and women can't read maps.

but I CAN READ MAPS INCREDIBLY AND K LISTEN TO ME PASSIONATELY.

ya, dalam pertemuan itu K mendengarkan semua cerita saya tentang Balikpapan (karena kedua kakek neneknya baik dari pihak ayah maupun ibu ada di Balikpapan) dan mendengarkan semua cerita saya tentang kelakuan anggota tim saya yang unik dan ajaib (karena latar belakang keilmuan K adalah manajemen sumber daya manusia).

semua orang disana bosan dengan cerita saya, karena mereka semua punya topik obrolan sendiri. tapi K, dia mendengarkan saya dengan baik tanpa terlihat bosan sedikitpun. ia membuat saya bebas bercerita apapun, menjadi pendengar yang sabar, menyimak konteks cerita saya dengan baik, dan memberikan respon yang menghangatkan hati.

ya Allah, baru ini saya ketemu laki - laki seperti ini.

beberapa hari kemudian, saya harus menghadiri acara mewakili perusahaan keluarga. biasanya ini tupoksi saudara saya. namun ia sakit sehingga saya lah yang harus datang. 

saya tidak mengenal siapapun dari penyelenggara maupun partisipan acara. saya hanya tau K adalah salah satu pelopor acara tersebut di awal pendiriannya. saya kontak lah K untuk menanyakan kehadiran beliau, dengan jelas beliau bilang kalau tidak akan hadir di acara tersebut karena ingin memberi panggung kepada penerus yang lebih muda.

ya sudahlah, saya harus menghormati beliau. kami kan memang tidak ada hubungan apa - apa.

hari H, sixth sense saya bertaruh. jika K hadir, maka benar ia ada hati sama saya seperti apa yang dilihat oleh sixth sense saudara kembar saya. jika K hadir, itu sudah pasti karena saya. sixth sense dan intuisi saya mengambil risiko keyakinan. karena sebagai pejabat kita semua tau ketika K bilang tidak hadir, maka ia benar benar tidak hadir. K adalah seorang yang konsisten dan persisten.

intuisi saya benar, K hadir di acara tersebut. yha teknisnya sih membimbing para adik adik junior dalam forum diskusi informal ya. jangan dibayangkan dong ah ada adegan so sweet antara saya dengan beliau. saya disana sebagai representatif perusahaan keluarga. dan K disana sebagai pejabat muda yang harus mengayomi para adik - adik junior dalam acara tersebut.

tapi kehadiran beliau benar - benar memantapkan posisi di hati saya.

kemudian saat hari raya idul fitri. saya mendapati fakta K menunda sekian agendanya hanya untuk datang ke rumah saya dan mengobrol dengan kami selama 3 jam. kami adalah dua orang dengan beban sosial tinggi. romansa mencolok hanya akan menciptakan bisik - bisik gosip yang mencederai reputasi diri dan keluarga kami.

melalui kode dan tindakan, saya paham something blossoming terjadi antara saya dan K.

menjadi bagian dari priviledge family tidak selamanya menyenangkan sis ~

bahkan dalam urusan mencintai, kami tidak boleh bergerak mencolok. karena pergerakan romansa apapun bisa menjadi bumerang bagi posisi saya, keluarga saya, ia dan keluarganya.

saya mencintai K adalah urusan saya, bagaimana K dengan saya terserah urusannya. ada Allah di antara kami. ini memang prinsipnya. tapi saya juga manusia. 

saya dan K memiliki komunikasi yang cukup intens dan spesial, seringkali pembicaraan kami berputar di topik kucing. karena kami berdua pencinta kucing. sesekali saya titip diantarkan makanan kucing untuk Tam - Tam, kucing menggemaskan milik K.

sampai akhirnya di sebuah forum sangat resmi organisasi. K yang posisi sebagai pimpinan sidang memanggil saya di hadapan ratusan peserta sidang (termasuk saya) dengan panggilan khusus. panggilan yang hanya diketahui oleh mereka yang sangat dekat dan keluarga saya.

untung ya Allah kami berdua bisa menahan diri untuk tidak memanggil dengan panggilan biasa kami di chat whatsapp 😆 

waktu bergulir, dengan keyakinan bahwa benar saya tidak cinta sendirian. kami berbagi keseharian satu sama lain dengan cara kami. kami saling berkomunikasi dengan baik. kami saling menghormati pekerjaan dan tanggungjawab satu sama lain.

di titik ini, saya merasa i'm really have a half part who completing me perfectly. saya benar - benar merasakan apa arti dari kata "saling". kami saling memberi kabar, jika saya tidak sempat, maka ia yang berkabar. begitupun sebaliknya jika ia tidak sempat, maka saya yang berkabar.

sesuatu yang sangat berbeda, lebih ringan, dan lebih membahagiakan dari dia sebelum K. 

di suatu waktu di sepertiga malam saya berdo'a tanpa rencana "ya Allah, saya mencintai mahklukmu yang bernama K bin K. jika beliau adalah yang engkau tulis di Arasyul 'Ardh sebagai jodoh saya, mohon satukan kami dengan jalanMu".

saya kaget dengan doa yang saya ucapkan sendiri, namun saya menyadari satu fakta : dengan HERB i'm immersed in his eyes. his eyes is very hypnotizing, i'm freeze on that moment. tapi dengan K, seberat apapun hidup saya rasanya lebur saat melihat wajahnya. his face give me some peace for no reason. i'm not freezing. but i always get encouraged that with him everything will be okay. i can overcame this. i just need to take a breath, get some rest, dan bangkit lagi. hanya dengan melihat wajahnya.

dan dengan K, untuk pertama kalinya saya berani merancang detail pesta pernikahan kami.....


here the details...

Undangan

sumber gambar : shopee

K dan Faizah, rasanya padanan nama itu sangat cocok di undangan kami. saya menginginkan undangan berbentuk passport berwarna navy seperti passport para istri dan keluarga diplomat yang menemani penugasan dengan boarding pass first class dimana ada barcode yang bisa di scan. barcode itu mengarah ke link pages undangan di laman paradase.id, link yang eksklusif hanya bisa diakses oleh mereka yang memegang undangan. 

 Baju Akad Nikah

saya langsung jatuh cinta ketika melihat baju yang dipakai seorang Aghnia Punjabi ketika acara lamarannya. desain nya membuat saya bertekad ingin seperti dia di acara akad nikah nanti. kenapa bukan lamaran ? karena bagi tradisi keluarga saya lamaran biasanya diadakan dalam bentuk makan malam bersama dalam satu meja untuk saling menyamakan persepsi antara pihak mempelai laki - laki dan perempuan. udah persis kek rapat pejabat gitulah. lagian prosesi lamaran yang seperti ini memang lebih mudah untuk saya yang susah dapat cuti hahahahahaha.

sumber gambar : instagram Aghnia Punjabi

Baju Pengantin

saya memimpikan menikah dengan baju adat banjar berwarna krem. berhubung K juga orang banjar (yang mana membuat hati abah saya berbunga bunga. saya dan saudara saya tidak menutup mata bahwa abah memiliki syarat untuk menantunya : lulusan teknik sipil ATAU orang banjar) saudara kembar saya dapat lulusan teknik sipil tapi bukan orang banjar. sementara saya dapat orang banjar tapi bukan lulusan teknik sipil.

win - win solution. 

sumber gambar : instagram Icha Fakhrunnisa

apakah saya akan mengikuti ritual adat juga selayaknya pernikahan pengantin banjar ? oh kayaknya nggak deh. capek shay. paling mentok saya mau acara khataman aja di malam sebelum akad nikah. itupun kalau saya nggak haid hohoho.

ingatlah wahai manusia, yang paling capek ketika acara pernikahan itu ya penganten nya. bukan yang lain ~

Souvenir Pernikahan

sumber gambar : orami (dot) co (dot) id

entah kenapa di pagi hari tepat setelah saya menerima vaksin COVID-19 dosis pertama saya random ingin mini terarrium tanaman sebagai souvenir pernikahan saya. rasanya itu adalah simbol visi pernikahan saya dan K. bahwa biarkan kami tumbuh dalam bingkai pernikahan ini (tanaman). kami tidak akan berusaha untuk palsu atau ingin menciptakan image tertentu urusan pernikahan ini (medium kaca). silahkan melihat kehidupan kami dari luar tapi jangan ikut campur ~ 

Tempat Acara dan Pelaminan

Photo by Photos by Lanty on Unsplash

saya tidak protes apapun menu makanan, warna seragam, make up artist, berapa jumlah undangan, siapa duduk dimana, circle anu datang jam berapa, foto dan videografer, bagaimana susunan acara, siapa MC, band pengisi acara, bagaimana lighting, dan sebagainya. biarlah ini menjadi porsi orangtua dan mertua saya. karena walau bagaimanapun ini juga acara mereka. termasuk permintaan abah saya yang tidak ingin digantikan oleh penghulu sebagai wali nikah saya.

saya hanya minta tiga hal : pertama saya tidak ingin menetapkan jumlah mahar, berapapun mahar pernikahan yang diserahkan oleh K, saya menerima. keluarga saya juga tidak boleh ada yang menyebut nominal tertentu. kedua, seserahan saya yang beli sendiri. ketiga, acara akad dan resepsi dilaksanakan di halaman belakang rumah saya (Puja Jati Alam Resto) dan seluruh dekor harus bunga hidup karena saya tidak ingin ada kepalsuan dalam pernikahan ini. 



kira kira itulah detail dream wedding saya. semoga tulisan ini menjadi doa dan menjadi patron ketika pesta pernikahan itu akan dilaksanakan. semoga Allah jodohkan K dengan saya. Allah satukan dengan jalannya. dan Allah berkahi pernikahan kami dengan rahmatNya. 

Amiin.




Balikpapan, 30 Juni 2021




Faizah, ngetik pakai PC kantor. setengah hari nggak mood ngerjain apapun

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)