Pantai Swadaya Masyarakat Balikpapan : Pantai Sosial

By Riffat Akhsan - July 02, 2021


Pantai Sosial, bukan panti sosial.

saya tau pantai ini karena kantor saya, yang memutuskan mengadakan perayaan anniversary dengan menginap di villa dan camping. dihadiri oleh anggota kantor dan keluarga.



saya tau di Balikpapan memang banyak sekali pantai, dan pantai kampung Manggar adalah favorit saya

namun, pantai ini adalah lain hal.

mengunjungi pantai ini, membuat saya merasa tidak di Balikpapan.

memang jauh sekali pantai ini dari kota dan (menurut saya) pantai ini bahkan lebih jauh dari pantai Lamaru sekalipun mereka satu kelurahan. namun jauhnya jarak seakan terbayar, karena pemandangan kiri kanan menuju pantai penuh dengan kebun sayur milik warga di antara tingginya pohon kelapa.


pantai yang membuat perjalanan menuju nya saja sudah memberikan refreshment tersendiri. sekali lagi, saya hampir tidak percaya ini masih di Balikpapan.

ini adalah pantai swadaya warga di jalan sosial kelurahan Lamaru, patokan saya sih Rumah Detensi Imigrasi Balikpapan ya.


kami berwisata selama dua hari dan menginap satu malam. menikmati debur ombak, gemerisik daun pinus dan kelapa, serta kedamaian sebuah perasaan mindful


di sini juga akhirnya saya bertemu dengan wujud asli seekor ubur - ubur. binatang laut yang saya pikir baru bisa saya temui di S.E.A Aquarium Singapura.

ya Allah, Faizah kangen ke Singapur ya Allah.....


dibandingkan pantai ternama di bagian barat Balikpapan (Kemala, Polda, Adhi Pradana, Banua Patra) atau pantai ternama bagian timur (Manggar dan Lamaru). pantai ini lebih sepi karena asumsi saya ini adalah pantai lokal yang belum lama dibuka sebagai tujuan wisata.

sehingga, menjaga jarak dan menghindari kerumunan sangat mungkin dilakukan di pantai ini.


garis pantainya cukup panjang, mengelilingi pantai ini dari ujung ke ujung rasanya cukup lima belas menit. beberapa fasilitas dasar seperti kamar mandi, mainan anak anak, persewaan pelampung, dan warung makan juga tersedia atas inisiasi warga.


saya tidak tau berapa harga tiket masuk pantai ini. karena tidak ada loket khusus penjualan tiket seperti pantai komersial pada umumnya. hanya ada warga yang berjaga untuk menarik biaya. 

pertama kali ke pantai ini, kami digratiskan biaya tiket karena kami menyewa satu - satunya villa yang ada di sini. kunjungan selanjutnya biasanya saya lakukan pagi - pagi sekali sehingga setiap memasuki pantai ini saya tidak bertemu dengan warga yang berjaga.

jadi, bisa dibilang karena selalu datang (terlalu) pagi, saya selalu gratis masuk pantai ini.


pemandangan paling indah mengunjungi pantai ini adalah ketika air surut. foto - foto ini adalah dokumentasi pribadi saya saat laut sedang pasang sehingga menyajikan warna air kecoklatan.

jika sedang surut, air laut berwarna biru mempesona. fotogenic untuk diabadikan meski tanpa filter instagram.

jika untuk berenang, saya kurang menyarankan pantai ini. karena karangnya banyak dan tajam. jika air pasang pun ada binatang laut bernama coka - coka (bahasa lokal Balikpapan, saya juga tidak tahu apa padanan bahasa Indonesianya) yang bisa memberikan rasa gatal dan (kata warga) memiliki efek kram sehingga penderita harus dibawa ke Puskesmas Manggar. 

bukan, coka - coka berbeda dengan bulu babi. prasangka saya sih, coka - coka ini masih satu bangsa dengan ubur - ubur melihat efek yang ia timbulkan.

saya lebih menyarankan untuk berenang di pantai Manggar saja (atau pantai kampung Manggar, if you can access that private beach)

ah, pantai, laut, dan langit biru. vitamin bahagia saya yang beruntungnya selalu diberikan Allah ke hidup saya.  


Balikpapan, 2 Juli 2021





Faizah Riffat --- Have No Worries About Overdose Vitamin Sea at All Cost

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)