Life is About Fighting Back

By Riffat Akhsan - August 16, 2021


Photo by Finde Zukunft on Unsplash


saya sangat setuju dengan  statement Pak Jony Eko Yulianto. salah satu dosen Universitas di Surabaya Barat yang kebetulan merupakan mentor saya dalam meraih mimpi. jadi Pak Eko saat ini sedang berkuliah doktoral di negeri para peri dengan membawa keluarga kecilnya di sana.

Pak Eko bilang, kelak jika ada yang bertanya waktu sekolah doktoral belajar apa. kayaknya beliau akan menjawab kalau beliau belajar memahami keterbatasan pengetahuan kita sebagai manusia. 

"di awal memulai studi sampai sekarang, sudah lebih dari 700 literatur (dan mungkin ketika tulisan ini diposting, sudah di atas angka seribu) telah saya baca. saya pikir setelah baca agak banyak literatur, saya jadi bisa lebih paham dengan topik riset saya. tapi setelah direnung - renungkan, sekarang kok rasanya tetap saja seperti tidak tahu apa - apa. namun mungkin justru itu letak kebijaksanaan yang kita dapat dari menjalani sebuah proses belajar. tahu bahwa kita tidak tahu atau baru sedikit tahu. atau tahu bahwa kita pernah berpikir bahwa kita tahu, tapi ternyata tidak begitu tahu. atau tahu bahwa tidak semua yang kita tahu itu benar."


saya, yang bukan mahasiswa doktoral ini- master saja belum. benar - benar mengamini dan mengalami apa yang beliau katakan.



di setiap bulan, parameter saya dalam bekerja ada pada paparan proyek yang saya tangani pada saat rapat department untuk monitoring laporan bulanan. di sana, sebagai yang berusia paling muda, dan satu - satunya perempuan. saya selalu dapat giliran paparan paling terakhir. di kesempatan ini seluruh perhatian terpusat ke saya (karena yang lain sudah selesai paparan dan puas menonton paparan saya). di sana, para dewa menanggapi dan mengkritik paparan dan keputusan - keputusan yang saya ambil mengenai proyek saya. saya sering kehilangan kata - kata di momen ini. tidak jarang air mata saya menghangat karena merasa salah bicara. mungkin kalau tahu begini hasilnya lebih baik tidak usah saya angkat saja persoalan ini. begitu pikir saya. sialnya, rapat department ini selalu mengambil waktu tepat pada saat hormon estrogen dan progesteron saya lagi tinggi - tinggi nya. alias waktu PMS. 




rasanya menjadi seribu kali lebih drama. saya mulai mempertanyakan apa sih ilmu yang sebenarnya masuk ke otak saya sebulanan ini ? kok bulan ini kena tembak lagi. saya jadi super drama, sendu, dan gloomy moody, merasa selama sebulan terakhir saya tidak belajar apapun selama menangani proyek selain memenuhi daftar ceklist tugas saja.



penderitaan belum berakhir sampai sana. saya tidak bisa berduka lama - lama karena keburu ditagih notulen rapat karena satu departemen tidak ada yang ingin menjadi notulis karena tidak berhasil memenuhi ekspektasi dewa wilayah. 

saya, ditunjuk menjadi notulis bukan karena berhasil memenuhi ekspektasi dewa wilayah. tapi karena yang lain sudah menyerah.


kesedihan dan air mata ini saya simpan sampai pulang kantor. di kamar, saya menangis se drama - drama nya. tangis saya makin keras dengan pikiran saya yang menari - nari karena merasa tidak seharusnya di umur segini saya berada di posisi ini. harusnya nunggu umur 30 tahun dulu seperti yang lain baru boleh menjabat posisi saya sekarang. karena di umur segitu penguasaan emosi saya pasti lebih baik dari hari ini.



The Legacy is Not About 30 Under 30 List.....


melihat mereka yang kemana - mana serba ingin cepat : mapan, terdepan, dan jadi sorotan. kemudian membuat saya berpikir ulang atas proses belajar saya yang kayaknya kok lama banget dibandingkan dengan mereka.

namun saya kemudian dibawa oleh perjalanan waktu bahwa "mereka" yang katanya sukses di usia muda itu perlahan - lahan membawa saya pada fenomena jam terbang. ia kembali ke siklus awal. ada yang memang benar - benar sukses. tidak banyak yang sampai hari ini tidak jelas profitabilitas usahanya. beberapa gulung tikar. dan, tidak sedikit yang hilang tanpa kabar.

saya baru paham : sukses berbeda dengan legacy.

semua orang boleh mengatakan atau dikatakan telah mencapai titik sukses tertentu. tapi legacy adalah tentang keabadian. proses panjang melelahkan hasil belajar untuk membentuk pondasi framework yang abadi. menanamkan kerangka pikir tertentu dalam kepala kita untuk nantinya menciptakan sebuah sustainability atas apapun yang kita kerjakan. 

perjalanan saya belajar untuk menyadari kalau saya ini banyak tidak tahu menjelaskan bahwa sukses dan menjalani kesuksesan dengan baik adalah dua hal yang berbeda.

sukses adalah tentang label. jabatan. penghargaan. you named it. namun menjalani kesuksesan adalah tentang memastikan kalau kita sudah berusaha melakukan yang terbaik dan terus belajar untuk lebih baik.

banyak mereka yang bilang saya sukses. namun jauh dari dalam diri saya, saya tahu saya masih jauh dari kata sukses menjalani kesuksesan.

percuma sukses tapi gagal dalam menjalani kesuksesan. di luar mungkin kita bangga, namun jauh dalam diri banyak sekali inferioritas dan masalah mental lain yang kita tahu persis penyebabnya adalah karena kita not that good dan ketakutan kalau sampai orang lain tahu, maka label itu akan direnggut dari kita.



Diamonds Are Formed Under Pressure....


life is about fighting back. menjalani kesuksesan adalah serangkaian peristiwa berhadapan dengan kenyataan yang membuat kita menanyakan apa iya label itu pantas disematkan pada kita ?

proses fighting back inilah yang menantang. kembali ke awal. kembali ke basic. kembali belajar.

dalam perjalanannya ini benar - benar tidak mudah. saya menangis, frustasi, dan ingin berhenti. namun saya tahu mundur bukan pilihan. bahkan mengajukan surat resign saja harus 1 month notice kan. itupun kalau dapat approval. kalau nggak ya wasalam.

berlian menjadi berharga karena ia sabar pada diri sendiri. menjalani berbagai obstacle yang menempa ia menjadi bernilai tinggi. saya, yang hanya pernah menonton bagaimana proses pengolahan intan berlian di kampung saya di Banjar sana sangat tahu rasanya.

mendengar mesin gerinda intan berlian itu memekakkan telinga. tidak jarang keluar percikan api. ia ditempatkan pada sebuah tempat yang tajam runcing dari segala sisi. tidak sebentar. sebuah berlian dengan kualitas terbaik harus berada dalam proses tersebut setidaknya satu tahun. untuk kemudian berkilau dan dipajang di display pasar intan Martapura yang terkenal itu.

baik si berlian maupun si pengrajin berlian. sama - sama harus sabar. utamanya si berlian, karena jika ia pecah dan menyerah, semua proses itu akan menjadi sia - sia. si pengrajin mungkin rugi dan kecewa. tapi ia akan memoles berlian baru yang tidak menyerah. sementara si berlian yang pecah ? biasanya akan dipotong menjadi serpihan kecil dan dijual kepada spesialis pengrajin perhiasan dengan harga lebih murah.



Cara Makan Gajah adalah dengan Dimakan Pelan - Pelan...


semangat belajar itu bagus. terus jaga semangatmu Faizah. tapi ingat, jangan sporadis. jadilah laser. bukan senter. 

laser di sini adalah fokus menyelesaikan masalah satu persatu dengan langkah yang terukur.  iya, jalan masih panjang. layaknya ingin memakan gajah. namun, jika hanya diam memandangi kebesaran gajah, saya nggak akan mulai - mulai. malah mungkin saja jadi menyalahkan keadaan dan tidak percaya diri.


Comeback Stronger....


semangat Faizah, bulan depan pasti bisa lebih baik lagi. adalah kalimat yang saya ucapkan berkali - kali sambil melakukan butterfly hug pada diri saya.

proses belajar adalah tentang memahami bahwa di atas langit masih ada tuhan. seperti apa kata Pak Eko. esensi dari belajar adalah menjadi bijaksana dan jangan sok pintar. memaksakan sesuatu berdasar apa yang menurut saya tahu padahal belum tentu saya tahu sejauh itu. stay grounded dan mendengar semua masukan, tanpa kehilangan pegangan bahwa tidak semua kebenaran adalah kebenaran. 

ya, setelah jatuh saya harus bangkit. kembali lebih kuat dengan dasar kebijaksanaan. bahwa hidup adalah proses belajar sepanjang masa.





Balikpapan, 16 Agustus 2021





Faizah Riffat Ma'rifah -- Ulang Tahunnya masih bulan depan, tapi tidak menyangka sudah mendapatkan kado luar biasa di hari minggu kemarin. 15 Agustus 2021. bahkan, ketika menulis ini tangan saya masih gemetar dan air mata menghangat. tidak menyangka Allah beri hadiah melalui tangan orang yang tepat.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)