Selamat Datang Agustus ; Mari Merdeka dari Kecemasan

By Riffat Akhsan - August 07, 2021

 

"trying, working, and in many cases, failing hard"

kita mencoba, bekerja, dan seringkali gagal fatal. ini adalah proses hidup yang dilalui oleh diri ini sehari - hari. ketika kegagalan datang terus menerus. atau progress kemajuan yang sangat lambat. jenuh karena tidak ada satupun kabar bahagia. serangan kecemasan mulai datang.

beban semakin berat, bekal mulai menipis, jalan masih panjang. kecemasan membawa kita kepada perasaan ingin menyerah.

"Trying to process the criticism objectively while trying to balance the remaining confidence was challenging"


di titik ini kita menghadapi roasting dan kritikan tajam (yang harus diakui, objektif) terhadap apa yang menjadi evaluasi kegagalan kita. harus diperbaiki, untuk kinerja kita yang lebih baik. namun fase ini terasa seperti tonjokan menghujam jantung. 

tempatku bukan di sini, sepertinya aku akan gagal, i'm not good enough for this pathway.

kalimat - kalimat di atas seringkali memulai langkah impulsif menulis draft surat resign atau perencanaan exit plan lainnya.

tapi di sinilah tantangannya. 

sehingga cara terdekat yang harus dilakukan adalah tetap mempertahankan kepercayaan diri kita. bertahan untuk hari selanjutnya.


"when you are in doubt, you need the right words in your mind"


semua orang, di level manapun pasti mengalami perasaan down. diserang perasaan cemas dan mempertanyakan kualitas diri. regardless sejauh apa ia berlari.

saya, tidak terkecuali. rasanya benar - benar buruk. karena saya tidak bisa melihat apapun selain rasa sakit. namun, karena perasaan cemas dan keadaan selalu berulang hadir ke hidup saya, lama - lama saya paham how to deal with this feeling. to bargain this condition.

saya bilang ke diri saya, ketika saya down karena satu hal, saya harus menemukan at least tiga sesuatu berharga yang terjadi di hidup saya di hari itu sebagai bentuk bargain point. perasaan buruk harus dilawan dengan rasa syukur yang tulus.

saya harus menemukan sesuatu hal yang bisa disyukuri se-receh apapun itu. mendung tebal dan sudah tiba di rumah tepat sebelum hujan deras. antrean isi bensin yang pendek. sarapan kue enak. saya mencoba untuk menggali hal - hal kecil membahagiakan yang luput terlihat karena terhalang kesedihan dan rasa sakit.

jika tidak juga bisa menemukan, maka saya akan mengucap Alhamdulillahi Rabbil Alamin minimal sebanyak dua puluh kali. kemudian berterima kasih kepada Allah atas tubuh saya. jantung yang berdetak tanpa bantuan ring. ginjal normal tanpa harus cuci darah. tekanan darah normal sehingga tidak perlu minum obat tensi. nafas lancar tanpa bantuan ventilator oksigen. indra perasa dan pengecap yang bebas dari anosmia. kaki yang bisa melangkah normal tanpa bantuan alat. tangan yang bisa diangkat dan menerima respon otak dengan baik. 


"happiness is knowing how to celebrate"


jika masih juga hati saya tidak merdeka dari rasa cemas. maka inilah waktunya saya merayakan bahagia.

ke Pantai Belakang Bandara setelah jam kantor berakhir. ke pantai Kampung Manggar di hari minggu. menambah jam latihan panahan. tidur lebih cepat. membaca novel. blogwalking. menonton youtube, film, atau drama Korea.

masih juga tidak mempan, barulah di sini uang yang bicara. ke mall. makan enak. beli skin care. memasukkan sejumlah besar uang ke kotak amal masjid. beli sembako dan mengantar sendiri ke panti asuhan. 

masih juga tidak mempan, mana saya menulis di kertas kosong atau workbook semua yang saya rasakan. saya bebaskan diri saya untuk menangis, tertawa, tersenyum miris, dan berteriak di balik bantal. saya tumpahkan apapun yang ingin saya tumpah. saya bebaskan diri saya dari apapun yang membuat hati dan pundak saya berat. saya matikan handphone dan siap menjawab kalau ditanya kenapa tidak bia dihubungi.

terakhir, saya bangun malam. shalat tahajud, teriak dan menangis tergugu dalam doa. saya sampaikan keinginan saya. saya tumpahkan kemarahan saya. saya minta pertanggungjawaban sang maha pencipta.

saya, merayakan bahagia dengan cara saya sendiri.

"olah rasa butuh bahan bakar bernama kekalahan, kekecewaan, dan ketidakberdayaan"

"when it hurts, observe. life is trying to teach you something"


merdeka dari rasa cemas memang sulit. perlu waktu dan insting untuk mengenali seberapa jauh jiwa kita terluka karena perasaan ini. namun, percayalah. jika kamu tau apa dan berapa dosis treatment yang tepat untuk membebaskan diri dari kecemasan. maka di sanalah bahagia hadir.

Selamat datang bulan kemerdekaan, saya yakin kamu juga bisa merdeka dari rasa cemas.





Balikpapan, 7 Agustus 2021




Riffat Akhsan -- yang masih terus belajar menuju merdeka jiwa raga 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)