Pengalaman Mengikuti IELTS Exam (AC) di Balikpapan

By Riffat Akhsan - February 01, 2022



semoga tulisan ini menjadi pengalaman pertama dan terakhir saya ujian IELTS. semoga, hasil ujian yang saya ambil kemarin bisa mengantarkan saya meraih mimpi - mimpi saya yang sudah tertanam sejak hampir dua puluh tahun lalu.

amin.

jadi, akhirnya setelah sekian titik nadir, saya berhasil membayar ujian IELTS paper based test (PBT) di Balikpapan. ada dua jenis ujian IELTS : paper based test dan computer delivered test. di Balikpapan, tidak ada opsi CDT. pun saya memang lebih menyukai IELTS exam versi PBT. karena ujian PBT membuat saya merasakan kembali feel Cambridge International Examination jaman SMA dulu.

baik PBT maupun CDT, sama sama memiliki kelebihan dan kekurangan. kita kepinggirkan dulu urusan speaking ya, karena baik IELTS CDT maupun PBT sama - sama one on one examination. pengujinya orang dan pertanyaannya serupa coffee shop conversation. jadi tolong ekspektasinya diatur, ujian speaking IELTS CDT nggak kayak ujian speaking TOEFL ibt dimana kamu berhadapan dengan layar komputer dan pertanyaannya membuat kamu merasa seperti kandidat miss universe.

kelebihan PBT ada pada reading dan listening, dimana kertas soal bebas kamu corat - coret semaumu untuk memudahkan kamu menjawab soal. namun, siap - siap pegal karena ujian writing di PBT pun harus tulis tangan. beberapa kandidat malah masih harus menghitung baris untuk memastikan mereka memenuhi standar minimum jumlah kata yang diminta (150 kata untuk writing task 1 dan 250 kata untuk writing task 2). kalau saya, sudah underpressure ini. maka saya hanya pakai feeling aja untuk meraba berapa jumlah kata yang saya tulis.

apa yang menjadi kekurangan PBT menjadi kelebihan CDT. di IELTS CDT, kamu diberi fasilitas word count dimana tidak ada cerita hitung manual jumlah kata. juga, mengetik di keyboard jauh lebih menyenangkan (and less capek) dibandingkan dengan tulis tangan underpressure. namun, of course the CDT comes with drawbacks as well. kata temen saya yang ujian CDT, mereka cukup terganggu dengan suara keyboard karena selain untuk listening section headphone tidak diperkenankan untuk dipakai. juga, section listening dan reading yang kurang leluasa untuk "mencorat-coret" dibandingkan dengan PBT.

jadi kesimpulan saya, baik PBT dan CDT sama aja. semua kembali ke preferensi masing - masing.

oke, sekarang mari bicara ke teknis ujian IELTS modul Academic Training (AC) versi PBT yang saya jalani kemarin.

pertama - tama yang harus dilakukan adalah : bayar ujian dan mengisi formulir. setelah itu, saya menerima email yang berisikan Payment Confirmation lewat email yang saya daftarkan.
        



beberapa saat kemudian, saya juga mendapatkan username dan password untuk mengakses website https://my.ieltsessentials.com/ dimana di sini tercatat dengan detail segala hal terkait ujian IELTS yang kamu ambil. hasil ujian pun akan bisa dilihat terlebih dahulu lewat portal ini sebelum versi hard copy nya ada.





sekarang, mari kita bahas ke teknis ujian.....

ujian saya berlangsung dua hari : Jum'at 28 Januari 2022 dan Sabtu 29 Januari 2022.


The Speaking Test



pada hari Jum'at ujiannya adalah speaking. jadi saya dijadwalkan untuk ujian di jam 14:15 sehingga harus hadir minimal 30 menit sebelum ujian. ujiannya bertempat di lantai 2 kantor iCan Balikpapan. sehari sebelum ujian, saya mendatangi tempat ujian speaking saya untuk menanyakan terkait informasi examiner saya. beruntung, saya dapat informasi kalau examiner saya adalah Mr. Eddie. born in Malaysia but The United Kingdom Native speaker. 

ketika hari ujian speaking, saya dipanggil sesuai jadwal. ketika di ruangan ujian, saya cukup kaget kalau ternyata examiner saya sangat friendly dan ramah. beliau juga yang mengambil foto saya dan data fingerprint untuk kepentingan hasil ujian.

sebelum berlangsung, examiner saya menyarankan saya untuk rileks dan ujian pun dimulai. part 1 saya dapat pertanyaan tentang pet (yang mana pernah saya temukan topiknya di buku IELTS Makkar). part 2 saya mendapat pertanyaan tentang successful business person that I admire (lagi - lagi saya pernah menemukan topiknya di buku IELTS Makkar dan pernah menonton youtube nya IELTS Advantages yang membahas topik ini).

part 3 adalah ujian yang sebenarnya, examiner mengelaborasi topik business di part 2 habis - habisan. saya merasa sekali kalau critical thingking saya diuji sampai limit. saya ditanya mulai dari business school, business trend of young age in my country, value that every successful business person have within theirself, sampai ke retirement trend of employee in my country. sisa pertanyaannya saya nggak ingat tapi yang saya ingat betul adalah saya benar - benar diuji sejauh mana saya bisa memotret realitas dalam cerita saya.

and, those 20 minutes finally end.

Ujian Hari Kedua



bertempat di Jade Room Hotel Swissbell Inn Balikpapan. saya sengaja mengunjungi lokasi ujian seminggu sebelum tanggal ujian. demi menghindari hal - hal yang bisa menambah kepanikan saya. sehingga, di hari ujian saya sudah tau persis dimana parkir, berapa jauh dari parkiran ke bangunan hotel, dimana ruang ujian dan toilet terdekat dari ruang ujian.

ujian dijadwalkan pukul 08:50 dan registrasi dimulai pukul 07:30. saya berangkat pukul 07:00 sehingga sempat berdoa dan menenangkan diri. sampai disana saya harus registrasi dengan menunjukkan identitas asli yang saya pakai saat mengisi formulir dan tanda tangan (sama seperti hari pertama). namun di hari kedua ini, petugas juga mengecek pensil yang saya bawa (pensil HB), memastikan botol minum yang saya bawa masuk ke ruang ujian tidak berlabel, dan menunjukkan dimana saya bisa menitipkan tas dan jam tangan saya. karena sama halnya seperti hari pertama, tidak boleh membawa tas, pencil case, handphone, dan jam tangan (baik digital maupun analog).

ternyata, pengawas ujian adalah examiner speaking saya di hari pertama. wow, entah mengapa kenyataan ini membuat saya emotionally secure. selanjutnya pengawas ujian kembali mengambil data fingerprint saya ujianpun dimulai.


Listening Test


ujian listening kali ini pace nya benar - benar cepat. bahkan dibanding modul yang saya pelajari (IELTS Cambridge 16) pun masih lebih cepat ujian ini. pace kecepatan bicara speakers nya persis seperti ketika saya mendengarkan BBC sound. part 1 speakersnya beraksen British, dan sisanya beraksen Australian.


Reading Test


ada 3 passage dan semuanya panjang. beruntung, saya mendapat tips dari youtube IELTSFastTrack dimana saya mendahulukan pertanyaan yang menunjuk spesifik paragraf, lalu melanjutkan dengan pertanyaan resume paragraf, dan terakhir pertanyaan true/false/not given. dengan strategi itu, Alhamdulillah waktunya cukup dan saya nggak keteteran. jadi urutan saya mengerjakan itu nggak urut, pertanyaan nomor 31-35 saya jawab duluan karena menunjuk spesifik paragraf sehingga saya bisa kill the time. lalu saya lanjutkan menjawab 36-40 karena masih di passage yang sama dengan pertanyaan 31-35. selanjutnya saya mengerjakan 15-20, lalu nomor 1-10, dan terakhir 26-30.


Writing Test - The Final Stage


part ini adalah hardest part dimana saya harus menulis tangan, merencanakan essay, dan menarasikan data dalam waktu satu jam under pressure. seperti halnya reading test, pengawas ujian akan mengumumkan waktu ujian sisa : 40, 15,10, dan 5 menit. sehingga saya memutuskan untuk mengerjakan writing task 2 terlebih dahulu, waktu yang ada benar - benar saya maksimalkan. saya menahan diri untuk tetap melakukan proofreading sampai pengawas ujian mengumumpan 20 minutes left. right after that, saya langsung taruh writing task 2 dan saya dan benar - benar fokus mengerjakan writing task 1. karena sudah under pressure, saya merasa sekali kalau saya belum maksimal, meski sudah melakukan yang terbaik. beruntung, saya masih sempat proofreading sampai akhirnya waktu habis dan ujian selesai.

meski saya tau ujian saya tidak sempurna, tapi saya masih bersyukur saya selesai menjawab seluruh soal.



Overall, It was Exhalirating Experience


saya benar - benar mengerti arti uang jutaan rupiah yang saya bayar untuk ujian IELTS ini. sebuah pengalaman mengikuti International Examination yang nggak mudah saya lupakan. pengalaman kelas dunia yang menjadi gerbang awal pengalaman - pengalaman lain di level yang sama.

akhirnya, seperti yang saya sampaikan di awal tadi. saya hanya ingin ini menjadi pertama dan terakhir. sekali ujian dan langsung lulus, karena saya keberatan kembali belajar dan menghadapi pressure yang sama. I really anticipate to another challenge rather than this one.  

finally, di hari - hari terakhir saya di Balikpapan ini, saya amat sangat berharap hasil ujian yang saya ambil di kota ini menjadi penutup manis kepergian saya.

mohon diaminkan ya guys.




Balikpapan, 1 Februari 2022




Riffat Akhsan, - (Lunar) New Year,  New Journey, New Milestone





  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Thank a lot Kak Riffat untuk sharing perihal tes IELTS ini, kebetulan pas lagi mencari pengalaman-pengalaman perihal test. Saya telah membaca postingan mengenai resource gratis pula, terima kasih untuk itu. Daaan semoga hasil tes kakak mendapatkan yang terbaik :D aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. thank you so much for visit and give me a comment :)

      Delete

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)